NEW WORLD
Sejarah
3 Pendekar & FRED ( 01 )
S
|
iapa
bilang dunia ini hanya punya para pendekar pria, disuatu masa ada juga Pendekar
wanita, mereka terdiri dari Cecillia ( cilla ) seorang pelatih kepolisian
sekaligus pengawal beberapa kalangan tertentu, lalu ada Marsella dia juga pelatih
beladiri di beberapa tempat dan mempunyai sasana sendiri, dan anggota terakhir
adalah Lydia.
Dari luar Lydia tidak tampak seorang petarung karena dia berkecimpung di
dunia model, dan Lydia adalah anggota termuda. Mereka bertiga bersama dan
membentuk tempat olahraga sendiri yang mereka namakan The Spirits ( semangat ).
“ apa kegiatan kamu belakangan ini?” Tanya cilla ke Lydia ketika
duduk di ruang santai
“ ya biasa aja catwalk
di beberapa tempat, oh iya katanya ka cilla besok jadi pengawal bos besar Fred
yah?” kata Lydia dengan senang
“ iya, bahkan seminggu harus mengawal dia.”
“ Wah seneng dong, dia
kan keren.” Kata Lydia lagi sambil senyum senang.
“ Maksud kalian Frederick yah? Pengusaha dan ahli beladiri itu?”
kali ini sella ikut bicara dengan wajah heran
“ iya idola kamu, dia kena masalah jadi suruh polisi mengawal
dia.” Cilla lalu jelasin ke sella
“ masalah apa, dia kan bonafit?”
“ Aku juga belum jelas, konon di khianatin temennya, seorang
konglomerat juga jadi dia takut. Kemaren aja dia berusaha dibunuh waktu
berjemur dipantai.”
“ Oh gitu. Kesian juga.” Ucap sella prihatin.
Frederick Eduardo
adalah seorang eksekutif terkemuka di daerah Selatan, hampir semua
mengenal dia karena kepiawaiannya mengelola bisnis, bermodal wajahnya yang
menarik dan tinggi 182cm
dan tubuhnya yang putih terawat, selain ketampanan dan keterkenalannya itu dia
juga sudah 3 kali berturut-turut memenangi kejuaraan bela-diri di daerah
tersebut sehingga Marsella sangat mengaguminya.
“ mana bodyguard yang
kami minta?” Tanya Om leo ( tangan kanan Fred) ketika tiba di kepolisian
“
ada.., tunggu sebentar.” Polisi itu lalu masuk ke dalam.
Fred datang bersama 5 anak buahnya, 2 diantaranya orang yang sudah
dia anggap keluarga sendiri sekaligus pengasuhnya dari kecil yaitu Om Leo dan Om
Tony. 3 lainnya hanya anak buah
biasa.
“ selamat siang.” Tiba-tiba cilla masuk bersama polisi dengan
gaya tomboy dan ikat rambutnya padahal rambutnya hanya seleher
“ haaahhh… pengawalku seorang gadis?” Tanya Fred heran sambil
berdiri dan menatap cilla
“
hay bisa apa kau?” Om Tony lalu mencolek pipi kanan cilla
Dengan sigap cilla mengelak lalu memelintir tangan kiri
Tony.
“ Wuaaa...”
Teriak Om tony.
“ huss…” Fred lalu suruh 3 anak buahnya maju dan bantu tony, sementara
Fred duduk dengan santai mengamati.
Dengan yakin penuh optimis Cilla
memukul 3 anak buah Fred, dalam 5 pukulan mereka bertiga tumbang. Fred hanya
senyum melihat kehebatan Cilla.
“ Kurang ajar.” Om leo
pasang kuda-kuda
“ ayoo… maju semua.” Cilla menantang sambil mengusap rambutnya
yang hanya seleher itu
“ Biar saya saja Om.” Fred menepuk bahu Om leo
“ oh.., iya...” Om leo
lalu mundur ke belakang
“ silahkan.” Cilla menyuruh fred berdiri
“ gak perlu, aku duduk aja. Kalo kamu bisa pukul wajah saya,
silahkan tinggal dikamar tamu, tapi kalo gak bisa silahkan tidur dikamar
pembantu, oke?”
“ Menarik.” Cilla lalu dengan sigap memukul fred
D
|
engan tenang Fred
menepis dengan tangannya, cilla lalu makin menjadi-jadi dan fred salah duga.
Dia kira cilla hanya jago dipukulan saja, tetapi ternyata kakinya juga cekatan
dan sangat lentur, hingga sesekali Fred harus agak berdiri dari bangku menangkis
serangan.
“ hebaaat.., luar biasa.” Puji cilla kagum
“ kamu juga.” Fred lalu angkat jempol kanannya
Nafas mereka berdua masih beraturan lalu cilla kembali menyerang
dengan tangan dan kakinya, fred masih dapat mengimbanginya hingga cilla kesal
dan dengan tehniknya mendadak cilla menarik nafas panjang dan memukul pipi
Fred.
‘
buggg…’ tiba-tiba pipi kanan fred
kena
“ ha..ha…” kata cilla seneng
“ aneh...” Kata fred bingung sambil menurunkan kakinya yang
mengarah tepat dileher cilla.
“
kalian seimbang, hebat.” Puji seorang polisi sambil tepuk tangan
“ pukulan kamu gak kena, tapi anginnya koq melukai, jurus apa
itu?” Tanya fred ke cilla
“ rahasia.” Cilla lalu usap pipi kanan fred sambil senyum
Fred kaget karena merasa pukulan cilla gak kena karena beda 10cm
dari wajahnya, tapi kenapa tiba-tiba pipinya agak biru padahal pukulannya gak
kena.
Singkatnya
Cilla ikut kerumah fred, dan dia sibuk menata
beberapa keperluan pengamanan Fred, sedangkan fred bercerita masalahnya dengan Om Hans ( Guru Fred ).
“
Oh berarti Cecillia ini mempunyai tenaga dalam dan power yang kuat.” Kata Om
Hans
“ Oh ya, pantas saja. Bagaimana kita mempelajarinya?”
“
tenaga dalam dilatih dengan meditasi dan power yang tinggi, nanti saya
jelaskan.” Ucap om hans dengan kalem
“oke.”
Tiba-tiba Cilla masuk dan menanyakan
tentang keamanan Fred.
“ kalian tidak mempunyai senapan?” Tanya cilla sambil mainkan
pistol kecil
“
Tidak, kami tidak suka senapan atau pistol.” Jawab Om Hans
“ bagaimana jika ada maling atau perusuh masuk.” Kata cilla sambil
menatap om hans
“
ada pemukul bisbol dan kayu aja.” Ucap Om hans sambil ketawa
“ haha… kita paling ada pisau dan tongkat aja.” Fred lalu
menjelaskan
“ tapi kan itu gak sempurna, apalagi besok saya mengawal kamu.”
Kata cilla bingung
“ kamu bawa pistol banyak?”
“ ada, tapi kalo aku sendirian yah sulit.”
“ ya itu tanggung jawab kamu, he..he..”
kata fred sambil bergegas ke kamarnya
Sifat fred memang terkenal masa bodo,
dan sulit diatur. Awalnya
dia juga menolak menggunakan jasa pengawal, tapi karena keadaan mendesak yah
terpaksa.
Cilla
berkonsultasi dengan para pengawal dan juga Om leo, om tony. Dan besok siang
ternyata Fred harus ke mall membuka peresmian outletnya.
“ Oke kita kerja sama dengan security mall, nanti 5 diantara
kalian menggunakan pistol dari aku, sisanya 25 orang berjaga-jaga di tiap
lantai.” Cilla memberi petunjuk
“ 25 orang, terlalu
banyak, bagaimana jika 15, 10 sisanya di lapangan parkir?” Ide Om leo
“ Om, mall ini sangat luas, awalnya saya ingin 30 orang tapi
saya liat kemampuan yang lain belum maksimal.”
“ Oh ya. Jadi anak
buah kami menurut kamu buruk?”
“ yup, bisa saya bilang begitu. Jadi besok 10 orang anggota
kepolisian saya suruh berjaga-jaga pula.”
Hari Buruk
“ fred bangun, ini gunakan..” cilla
lalu membangunkan fred keesokan harinya
“ Hah.. apa ini??” Tanya fred bingung liat baju tebal
“ baju anti peluru, 1 jam lagi kita berangkat.”
“ gak mao, baju jelek dan tebal gitu.” Tolak fred lalu lempar
baju itu kelantai
“ Fred pleaseee… musuh yang kamu hadapi
adalah gangster. Mereka gak peduli sama nyawa kamu.”
“ ya tugas kamu dong cantik...” rayu fred dengan santai
“ Kamu gila..?? Mereka mungkin ada
puluhan atau ratusan, aku cuma orang biasa Fred.”
Cilla tarik baju itu kearah fred lagi
“ tapi kamu kan hebat.” Fred jail mengusap kepala cilla
“ Ayolah.. kamu juga kan gak pegang pistol, apa senjata favorit
kamu?”
“ Pisau, aku selalu bawa di sabuk, celana dan kaos kaki.”
“ Ya paling banyak 5-7 pisau yang bisa kamu bawa, udah jangan
aneh-aneh, pakai yah.”
“ Oke..oke… udah sana aku mao mandi.” Fred lalu ambil anduk
Dengan terpaksa Fred memakai baju itu tapi dengan asal dan tidak diikat, lalu
dibungkus dengan kemeja dan jas tapi tanpa menggunakan dasi karena Fred tidak
suka dasi.
“ kamu pake gak?” Tanya cilla sambil memegang bahu fred
“ iya, udah tebel gini, gak liat apa?” fred kasih liat badannya
“ Good, kamu mao pistol?” cilla sodorin pistol
“ gak ah, kamu aja.” Ucap fred sambil menepis dengan sopan
“ kalo gitu pegang kartu nama ini. Letak mall tidak jauh dengan
tempat berlatih milikku.” Cilla lalu kasih kartu nama alamat The spirits.
“ The spirits? ini alamat kamu?”
“ Iya, jika kita terpisah kamu bisa lari ke situ, lalu mencari
Marsella dan Lydia adik perguruan aku kebetulan letaknya dibelakang mall.”
“ Oh rupanya kamu punya gedung beladiri sendiri. Oke deh udah
jangan terlalu khawatir.” Fred lalu taro alamat itu disaku jasnya.
Mereka berangkat
menuju mall, dan fred merasa risih
karena sulit jalan ditutupi anak buahnya serta cilla yang sibuk membuka jalan
dan berkomunikasi dengan handsetnya.
F
|
red lalu giliran
meresmikan outlet makanannya, tapi sebelumnya dia harus berpidato dan saat
inilah anak buahnya dan Cilla extra waspada karena posisi fred sangat terbuka.
Dan yang mereka khawatirkan terjadi, tepat ketika fred akan
mengambil gunting untuk memotong pita tiba-tiba serentetan suara pistol
berbunyi
“ Fred tiarap…”
perintah Om tony
“ Hah…” karena agak panik fred malah mundur dan menghindar ke
arah belakang tiang
‘ darr…..darrr….’
2 peluru mengarah ke Fred
Dada dan perut fred terkena, tiba-tiba cilla datang dan menutup kepala fred
dengan tangannya
“ kamu kena?” Tanya cilla
“ iya tapi pake rompi.”
“ baguslah, ayo kita ke kanan.” Kata cilla sambil setengah
menunduk
Ternyata suasana makin kacau, musuh lebih banyak dari yang
mereka duga. Buru-buru cilla kasih kabar anak buah dan polisi datang untuk
membantunya.
“ gawat kita terjebak.” Cilla lalu panik sambil mengisi ulang
pistolnya
“ tenang, kita hadapin satu-satu. Dikanan ada 3 musuh.” Fred
lalu keluarkan 3 pisau kecil dari balik ban pinggang.
‘
sreeeppp….’ Tiba-tiba pisau kecil itu
terbang dan tepat mengarah ke kepala musuh
“ good, kamu kanan. Aku kiri.” Cilla lalu jongkok dan atur
strategi
Fred
dapat dengan mudah menerbangkan 3 pisau dan tepat mengenai lawan, tapi musuh yang
lain terus datang, begitu juga Cilla, dia sudah melumpuhkan 5 orang tapi tetap
musuh datang, akhirnya tangan kanan Fred terkena tembakan tepat saat dia mau
ambil pisau dikakinya.
“ Ahh…” teriak fred
kesakitan.
“ kamu gak apa-apa.” Dengan sigap cilla sobek lengan bajunya dan
mengikatnya ditangan Fred agar tidak terjadi pendarahan
“ gak apa-apa, sekarang kita kebelakang aja. Kita pecahin kaca
lalu loncat ke bawah.”
“ kamu gila, ini lantai 5.” Bentak cilla
“ udah kesana dulu, tembak kaca belakang.”
‘
darrr…’ cilla mematuhi fred menembak
kaca belakang mall tapi karena tebal hanya berlubang sedikit
Dengan setengah tiarap mereka bergegas ke arah belakang, sekarang
mereka agak menjauh dari para musuh. Tapi kesulitan lain muncul
“ pistolku isinya habis.” Ucap cilla bingung
“ tenang aja. Aku hancurin kaca terakhir lalu kita liat kondisi
diluar.” Tangan kiri fred lalu cabut pisau di dekat kaos kaki fred.
‘
prannnngggg….’ Kaca bekas tembakan
cilla pecah karena Fred lempar dengan pisau.
“ Tinggi juga, kamu ambil selang pemadam sana.” Suruh fred ke
cilla
“ iya..” cilla lalu salto dan ambil selang disebelah kanannya
“ kita turun lewat selang.” Fred lalu bersiap loncat
“ Tunggu, liat Fred selang ini Cuma sampai lantai 3. Masih
jauh.”
“ oh iya, sialan..” fred lalu melihat kebawah
Tiba-tiba
seluruh kaca depan pecah ditembaki musuh, dan mereka sudah masuk dan makin
mendekat. Tiba-tiba…
“
Fred loncat sini.” Teriak Om tony dari lantai 3
“ haaah..??” kata
fred kaget
“
selang udah saya sambung cepat. Cilla tangkap pistol ini.” Dari bawah tony
melempar pistol
“ okeee…” Tanpa pikir panjang fred loncat dengan menggunakan
selang, setelah dilantai 3 dia loncat kembali mengambil selang Om tony.
Tapi sayang selang kedua itu tidak kokoh, akhirnya dilantai 2
Fred terjatuh dan pingsan dilantai bawah.
Harapan Baru
“ hah… siapa ini telungkup disini.” Tiba-tiba marsella menemukan
tubuh Fred yang telungkap ketika jalan-jalan
Marsella membalik tubuh itu, alangkah terkejutnya dia begitu
tau, bahwa sosok itu adalah idolanya.
“ astaga.. Freeddd…” Sella lalu angkat tubuh fred sekuat tenaga.
Sampai disasana the Spirits dia menyuruh Lydia dan anak buahnya
untuk membantu mengobati Fred.
“ bahu dan perutnya
agak memar, bagus dia pake baju anti peluru.” Ucap Lydia ketika buka baju fred
“ iya, tapi peluru ditangan kanannya bahaya. Ayo kita cabut.”
Ajak sella sambil buka pembungkus luka fred
“ baik… Aku siapin
dulu alat-alatnya.” Lydia lalu bergegas
Luka fred tidak parah, hanya tangan kanan dekat siku aja yang agak parah, selebihnya
hanya memar dikaki dan badannya.
Beberapa jam kemudian Fred bangun dia bingung karena tangannya penuh
balutan juga ada perban di dada dan kaki.
“ Dimana ini?” Tanya fred bingung lalu bangun.
Fred
melihat sekitar, ternyata dia ada disebuah kamar, ada boneka smurf dan gambar
didinding, serta lemari, Fred berpikir ini pasti kamar perempuan karena penuh
nuansa biru muda.
Dengan perlahan Fred sendirian keluar kamar, lalu dia berjalan kearah
kanan yang agak luas, fred melihat banyak senjata untuk keperluan beladiri.
“ udah sadar, ayo sini
ka.” Ajak
Lydia ramah mempersilahkan fred duduk
“ Ini dimana? Kamu yang tolong saya?” Tanya fred lalu duduk
“ kakak saya sella
yang nemuin dan tolong kamu. Ini tempat tinggal sekaligus sasana kami.”
“ Oh.. enak suasananya.”
“ kakak saya idola
kamu loh. Silahkan minum.” Lydia lalu kasih Fred teh hangat
“ Idola? Emangnya aku ini apa, ada-ada aja?” Fred lalu ambil
gelas itu sambil senyum
“ kamu Frederick kan,
juara beladiri 3 kali dan bisnisman itu…?”
“ ah itu masa lalu, nama kamu? Jangan-jangan ini the spirits
yah?”
“ yup koq tau, dari
kak cilla yah? Aku Lydia.”
Tiba-tiba beberapa orang masuk, sekitar 4-5 orang. Dan fred mengenal
bebarapa diantaranya ada om tony, om leo, cilla. 2 lagi yaitu polisi dan sella
“ kamu gak apa-apa?” Tanya cilla sambil pegang tangan Fred
“ yah agak pening dikit sisanya agak lapar.” Fred lalu senyum
“
bagus kalo kamu gak apa-apa kita salah perhitungan.” Kata Om tony sambil menaro
makanan dimeja
“ bagaimana langkah kedepannya?” Tanya fred bingung
“ 2 hari lagi kamu
harus keperusahaan Fred, sekarang istirahat aja dulu.” Om leo menjelaskan
“ Ya udah kita pulang.”
“
jangan.. lebih baik disini aja, kita bisa mengawasi lebih maksimal.” Kata
polisi ke fred
“ iya benar, anak buah kamu di depan, disini juga ada kami.”
Cilla yakinin fred
“ okelah.., yang tolong aku siapa?”
“ nih adik aku, marsella.” Cilla
mengenalkan sambil memandang
sella
“ waww… thanks yah.” Fred lalu salaman dengan mantap sambil
memandangi sella
“ iya aku sella.” Sella lalu senyum dan pegang tangan fred
“ udah jangan
lama-lama pada genit yah.” Lydia lalu pisahin tangan mereka sambil senyum
Mereka lalu makan malam bersama-sama kelihatannya Fred menyukai
Sella, tetapi sesekali juga Cecillia menatap Fred. Entah apa yang akan terjadi di masa depan….??
“ Cilla gimana kamu ama yang lain bisa selamat?” Tanya fred ke
cilla sambil makan tapi agak kagok karena bahunya diperban
“ aku ke lantai 3 juga, lalu diselamatin polisi dan beberapa
anak buah kamu. Sini aku suapin yah.” Cilla lalu deketin fred
“ biar aku saja.” Sella buru-buru ambil piring fred
“ ga perlu makasih.” Kata fred dengan santai
“ wah.. wah.. rebutan nih.” Ledek om leo
Tapi sella agak memaksa sambil menunduk malu dan akhirnya dia
menyuapi fred, gak berapa lama kemudian cilla ikut dengan om leo dan om tony
untuk mengawasi rumah Fred dan polisi itu menyuruh anak buahnya berjaga-jaga
didepan.
Sekarang yang ada di dalam ruangan itu hanya ada 3 orang. Fred, Sella,
Lydia.
“ Kak Fred enak gak
sih jadi jutawan dan beken?” Tanya Lydia sambil duduk santai
“ Panggil Fred aja lid, aku bukan jutawan. Disini masih banyak
yang lebih kaya koq.”
“ emang usaha kamu apa aja?” Tanya sella ikutan sambil mengupas
jeruk untuk fred
“ apa yah, cuma hotel, makanan, tar lagi pakaian. Itu juga kelas
kecil.”
“ Ah masa kak sella ga
tau, kan fans setia.” Ledek Lydia ke sella
“ haha.. aku cuma pebisnis dan petarung kecil, mana ada yang
mengenal. Oh iya aku tidur dimana?”
“ kamar aku aja, biar aku tidur dikamar cilla. Sini aku antar.”
Sella lalu berdiri
“ tar lagi, mau makan jeruk yang kamu kupas dulu.” Fred lalu
ambil jeruk itu.
“ enak gak jeruk
kupasan ka sella?” goda lydia seperti biasa
“ enak semanis yang kupas.” Jawab fred sambil memandang sella
“ ciyeee merah deh
muka ka sella.” Lydia lalu ketawa
“ tapi kamu juga cantik dan tinggi, koq mau jadi petarung ?”
fred tanya ke lydia
“ entah yah enjoy aja
sih ka, aku disini juga masih belajar dari ka cilla dan ka sella.”
“ oh.. jadi sella sangat hebat dong.”
“ ah ngga…” jawab sella sambil menunduk
“ tentu saja dia petarung
terbaik diselatan.” Jawab lydia terus menggoda
“ ngaco ah, berlebihan kamu.” Sella agak kesel dan menatap lydia
“ he..he.. walau melotot masih tetep cantik, aku bobo dulu yah sorry..
ngantuk banget.” Fred lalu masuk kamarnya
Fred tidur dikamar Sella, tapi karena beda suasananya yang ada dia agak gelisah dan sulit
tidur. Fred segera bangun dan tanpa sadar kakinya menyenggol lemari agak kencang
dan menjatuhkan beberapa barang.
‘ Bruukkk….’ Tiba-tiba beberapa
dokumen dan boneka jatuh kelantai
“ haaah..” kata fred
kaget lalu beresin dokumen itu
“ ada apa?” tiba-tiba sella masuk
“ hehe lemarinya kesenggol sorry.” Fred
lalu ambil dokumen itu tapi dia terkejut karena isinya tentang dirinya.
“ jangan dibuka.” Sella mendadak panik lalu tarik map dokumen
“ Ih biarin dong.., loh koq banyak artikel aku, ada masa aku
remaja juga.. boleh liat yah.” Pinta fred
“ ih..” sella lalu menunduk karena malu
“ ayolah sini…” fred lalu rebut semua artikel itu
Rupanya
bener kata Lydia kalo marsella adalah fans Fred, banyak sekali artikel tentang
Fred dan gossip dirinya yang diambil lewat internet, Koran dan majalah disusun
dengan rapih seperti kliping.
“ haha ini gossip aku ama pengusaha tambang dan usaha ikan. Wah
ini ada waktu aku baru menang kejuaraan tahunan lalu, seru juga.” Kata fred
bersemangat
“ Udah nanti aja udah malam loh.” Ujar sella dengan masih
menunduk
“ kamu ngantuk yah?”
“ belum aku tadi lagi meditasi, sebentar lagi tidur.” Sella lalu
duduk disebelah fred
“ sini dong jangan menunduk gitu, liat bareng-bareng dapet
artikelnya dari mana aja.”
“ macam-macam, maaf sisanya aku lupa dan banyak gosip yang ga
jelas tapi aku suka aja.”
“ ga apa-apa seru koq, makasih yah.”
“ iya.. sella cuma hobby aja koq.” Sella lalu ikutan memandang
poto-poto itu dan duduk makin dekati fred.
“ Boleh aku memeluk kamu ?”
fred lalu memeluk Sella dengan tiba-tiba
“ ah…” kata sella kaget
“ senengnya ada yang merhatiin aku, makasih yah. Hari ini udah
berapa kali aku bilang makasih ke kamu haha…” fred lalu lepasin pelukannya
“ yah kamu jangan sungkan dong.” Sella lalu berusaha jujur
“ Ada kamu jadi sungkan abis gemesin sih. Tar yah aku kebelet.”
Fred lalu keluar kamar kearah wc.
“ iya.”
Fred bergegas ke wc, sesudahnya dia ingin minum tapi tidak menemukan
gelas.
“ Sellaaa…” panggil fred
“ iyaaa... Ada apa?”
“ gelas koq ga ada. Aku haus.”
“ oh iya di bawah sana, buka aja.” Sella lalu keluar kamar
menunjuk kearah bawah lemari bawah.
“ oh iya ada, makasih.”
Fred lalu isi gelas itu
“ tuh kan makasih terus, he..he..”
goda sella sambil deketin Fred
“ lupa…” fred senyum lalu minum udahnya duduk di dekat taman
“ Kamu ga ngantuk yah, atau kamar aku ga bikin betah yah? Sempit
yah…?” sella lalu mendekati fred
“ betah koq. Yang tinggal disini berapa orang?”
“ sekarang cuma 2, biasa 4-5 orang.”
“ oh, ruangannya enak lega, diatas itu apa?” Tanya fred sambil
menunjuk ketangga
“ ada balkon, kamar, lalu ruangan senjata, yuk
kesana.” Sella lalu tarik tangan kiri fred
Mereka berdua naik kelantai atas, keliatan
sekali kalo sella senang akan kedatangan idolanya.
“ ini ruangan senjata milik cilla.” Kata sella memasuki kamar
senjata cilla
“ wah pistol semua, aku gak suka senjata itu, ruangan kamu
mana?” Tanya fred lalu keluar dari ruangan itu
“ sebelah kiri sana ruangan aku. Tapi jangan aneh yah.”
“ aneh kenapa?” fred lalu ikut masuk ke tempat sella
Sekarang
mereka berdua masuk ruangan Sella yang isinya adalah pisau semua, dan ternyata
hobby mereka sama mengoleksi pisau, Fred sangat kaget liat kamar sebesar 5x7m
penuh pisau.
“ Hoooy koq diem?” Tanya sella mengageti fred
“ kamu pecinta pisau juga, sama kita?” fred lalu memandangi
dinding yang terdapat beberapa pisau kecil
“ ah yang bener, kapan-kapan aku liat koleksi kamu dong.”
“ tapi ga sebanyak kamu, aku ga punya ini, dan 2 pisau hitam
itu. Boleh aku sentuh ?”
“ yah silahkan aja, ini dari bahan campuran baja, yang hitam
diolah dari batu meteor.” Sella lalu menjelaskan
“ mana yang kamu paling suka, kalo aku pisau yang kaya Rambo itu
dan meteor ini. Indah yah?”
“ ini... Sella suka pisau kecil karena simpel.” Sella menunjukkan pisau
kecil sebesar jari
“ wah buat latihan pisau terbang yah, besok kamu mesti ajarin
aku nih.” Rayu fred
“ ah kamu merendah aja, aku juga masih belajar.”
“ hehe.. tapi kamu kan gurunya disini, ya udah kita ke tempat
ruangan senjata Lydia.”
“ Tunggu dulu, ini buat kamu aja.” Sella kasih fred pisau meteor
hitam tadi
“ wah ini kan bagus, kamu serius??” Tanya fred seneng
“ tentu saja, aku masih ada bahannya nanti bisa buat lagi koq
lagipula ini kan ada 2.”
“ makasih yah.”
“ yeee makasih mulu, payah nih bos fred.” Sella lalu ketawa dan
masuk ke ruangan Lydia
Lalu
mereka keruangan Lydia, isinya senjata-senjata khas bertarung biasa seperti
pedang, tombak dan banyak trisula, sepertinya Lydia suka dengan senjata klasik.
Karena belum mengantuk
mereka berdua lalu asik mengobrol dibalkon.
“ boleh sella tanya?”
“ tentu, kenapa?”
“ sebetulnya banyak yang aku ingin tanyakan loh, tapi sekarang
aku pengen tanya dimana keluarga kamu?”
“ Ada, kakak aku mengurus hotel tapi dia sudah menikah dan
jarang tampil aku juga ga tau kaka iparku karena ga deket, adik aku kuliah di
barat atau utara aku lupa.” Fred lalu menjelaskan sambil senyum
“ semua keluarga kamu perempuan?”
“ Yup, awalnya 4 sodara, tapi kakak laki-laki yang sulung
meninggal saat aku kecil.”
“ oh, lalu musuh kamu yang sekarang ini Dony yah?”
“ iya, dia sahabat kecil aku.”
“ oh… lalu kenapa jadi seperti ini?”
“ Singkatnya dia bergaul dengan mafia atau gangster, lalu dia
terjebak didalamnya. Karena posisinya terjepit dia salahkan aku.”
“ maaf aku ga ngerti, maksudnya dia fitnah kamu..?”
“ iya dia pinjam mobil aku buat transaksi narkoba, nah mafia itu
kira aku biang keladi dony kabur.”
“ lalu dony dimana sekarang?”
“ ga tau yang ada aku repot dikejar-kejar mafia, kalo ada dony
juga aku suruh ganti mobil aku yang dirusak mafia.”
“ wah repot yah. Padahal kamu gak salah.”
“ aku udah berusaha jelasin tapi sulit, aku pengen kalo mafia
itu bernyali yah hadapin satu-satu aja atau cari dony dulu jangan aku yang
bukan inti masalahnya.”
“ kamu konfrensi pers aja suruh mereka hadapin kamu. Jangan
bergaya pengecut kaya sekarang.”
“ lalu kalo mereka bersedia terima tantangan aku gimana?” Tanya
fred sambil menatap sella
“ undang mereka di pertarungan dunia beladiri, jadi kan adil.”
“ haha mana berani mereka, lagipula pertarungan yang aku hadapin
kan yang skala kecil, bukan skala universal.”
“ 3 minggu lagi aku mengikuti undangan beladiri khusus provinsi
selatan aja, kamu ikut yah?”
“ Boleh tapi kamu bantu latih aku, karena aku kelasnya hanya
kejuaraan daerah loh, tahun kemaren di provinsi kalah makanya gak lolos
pertandingan universal.”
“ pasti, dengan senang hati kita saling tukar pikiran.” Ucap
sella seneng
Di
kawasan ini terkenal beladiri gaya bebas, ada 4 tingkatan. Yang terendah adalah
tingkat Daerah, lalu tingkat
Menengah ( Middle ), lalu yang agak elit tingkat provinsi, dan yang terakhir tingkat Universal, dimana jagoan 4
penjuru datang ( utara, selatan, timur, barat )
Saat keduanya sedang asik bicarakan beladiri HP sella bunyi,
keliatannya orang penting yang menelponnya karena sella lalu agak menjauh dari
fred. Fred lalu sendirian dibalkon sambil menatap langit.
“ gawaaat… mereka serang rumah kamu. Cilla tadi yang telpon.” Kata
sella lalu kembali kebalkon
“ Maksud kamu para mafia?”
“ iya mereka menembak kearah rumah kamu, tapi sekarang situasi
udah baik.”
“ ya ampun, bagaimana kondisi yang lain?”
“ semua baik dan yang terluka cuma beberapa security, besok pagi
juga mereka mau konfrensi pers di pimpin Om leo.”
“ untuk apa?”
“ menjelaskan situasi, lalu tantang mereka dipertandingan
beladiri.” Sella lalu menjelaskan
“ oh yang tadi ide kamu mereka terima, oke deh. Keadaan jadi
kacau gini. Jangan sampe mereka tau tempat ini.”
“ mudah-mudahan ngga, didepan juga ada beberapa polisi preman
yang terus jaga koq.”
“ ya udah aku tidur yah, kamu juga istirahat.” Kata fred sambil
turun dari tangga
Fred
gak ada pilihan lain selain menghadapi mereka semua, kalo gak nyawanya
terancam, dia berharap sella sungguh-sungguh mengajarinya bela-diri karena fred
yakin kalo sella bukan guru sembarangan.
Fred bangun agak siang dia terbangun bunyi agak bising, lalu
dari jendela dia lihat cara Lydia melatih beberapa murid.
Fred
kagum dengan kelenturan kaki Lydia, dia melayang dan dapat menendang kantung pasir
3 kali berturut-turut dengan 1 lompatan.
“ pagi… udah bangun.” Tiba-tiba sella masuk kamar
“ eh.., udah dong. Kamu bawa apa?”
“ buat ganti perban kamu.” Sella lalu duduk dilantai dan liat
luka fred
“ Nanti aja aku belom mandi, taro aja dulu. Aku lagi nonton Lydia dan yang lain.”
“ Oh.. yuk kita liat didepan.” Ajak sella sambil mengandeng
tangan fred
Jumlah
muridnya lumayan banyak sekitar 10 orang tapi mereka ramah-ramah, tampak seneng
sekali fred melihat kemampuan mereka.
“ kapan ajarin aku?” Tanya fred ke sella
“ tangan kanan kamu belum sembuh, besok mudah-mudahan sembuh.
Sini deh sella punya rekaman kamu.” Ajak sella ke ruang santai disamping pintu
kiri perguruan
“ rekaman apa?” Tanya fred ga ngerti
“ pertandingan kamu.” Sella lalu stel VCD
“ oh ini pertandingan aku yah..? kalo gak salah pertandingan 3
tahun lalu.”
“ yup.. dari tahun ke
tahun aku rekam suruh beberapa teman dan murid, kamu tau apa kelemahan kamu?”
Tanya sella dengan serius
“ Ngga, apa emang…?”
“ jangan marah yah, kita terbuka aja. Manusia itu masing-masing
punya kekuatan, keseimbangan, daya tahan ( imun/kebal ), kecepatan, tenaga
dalam ( chi ). Iya kan?” Tanya sella yakin sambil menerangkan
“ yup guru, lalu..?” fred lalu senyum
“ Ah kamu, anggap aku sella aja, jadi malu nih jelasinnya.”
Sella juga senyum tapi agak merah wajahnya
“ oke..oke, maksudnya power, balance, speed and chi yah?” fred
lalu berusaha serius
“ iya sama imun atau kekebalan. Nah aku liat jujur aja kamu ga
punya chi dan daya tahan.”
“ lalu?”
“ kita buat itu, sella nti latih kamu yoga, senam dan meditasi.”
“ wah aku asing dengan itu semua, latar belakang aku di tae kwon
do, boxing ama Gym.”
“ ya gak apa-apa itu semua yang dilatih kekuatan dan
keseimbangan, aku juga awalnya dari karate lalu wushu, lalu mempelajari yudo
dan pencak silat.”
“ dalam 3 minggu apa yang kamu latih ke aku?”
“ tidak.., aku latih kamu cuma 8-10 hari loh, sisanya aku juga
mao latih diri sendiri, sisa waktu kamu kan ada pelatih juga.” Sella lalu
menjelaskan rencananya
“ iya juga, oke deh.”
Om tony
datang dengan cilla menjelaskan mereka sudah konfrensi pers. Dan rumah juga
masih dalam kondisi utuh karena mereka cuma merusak kaca aja dan sekarang
berkat ide cilla kacanya diganti dengan anti peluru, dia juga bilang besok
rapat dengan anggota perusahaan dimajukan jem 9 pagi.
“ ya udah, beres rapat baru aku latih kamu.” Ucap sella
“ Siap deh…” kata fred sambil hormat
“ latihan aku terkenal keras loh, kalo Om kamu latihnya gimana?”
“ biasa aja per dua jam, 2 jam dilatih boxing, lalu sore
tendangan dan mukul, atau kadang besoknya tae kwon do, sorenya fitness.”
“ oh kalo aku kadang bisa per 3 jem.”
“ oke dilatih cewe cantik 24 jem juga siap..” fred lalu
merangkul pundak sella
“ ah kamu, sebetulnya aku juga besok-besok mengajar ditempat
lain, tapi udah dihandel temen kalo gak Lydia yang wakilin.”
“ masalah biaya gimana? Jadi aku kan harus disini terus?”
“ astaga… jangan kamu pikirin, sella bisa latih kamu aja udah
bangga.”
“ ah jangan gitu, aku udah rugiin waktu ama tenaga kamu sel.”
“ ngga sungguh, jujur kamu disini mau 1 bulan atau setahun juga
aku siap.”
“ haha.. ya udah nikah sama aku jadi ketemu terus.” Ajak fred
semaunya
“ wah gak ah tar pengusaha tambang datang dan membunuh aku.”
Goda sella
“ kurang ajar, itu gosip lama.. dia
temen sekolah aku.”
“ kalo pengusaha tambak ikan gimana ?” ledek sella lagi
“ yeee ga juga udah ah jahil aja ternyata… ” Fred lalu ketawa
sambil cubit hidung sella
Makin
lama hubungan mereka berdua makin dekat dan keliatannya cocok, keesokan harinya
Sella mengantar Fred ditemanin mobil polisi ke perusahaannya. Walau tak besar
Fred emang punya perusahaan makanan, beberapa hotel, sisanya dia join dengan
beberapa kerabatnya di bidang transportasi, tekstil dan pesawat.
“ seneng deh ke perusahaan ditemenin kamu.” Ucap fred ke sella
sambil pegang tangan sella setelah acara diperusahaannya selesai
“ Loh bukannya kamu seneng kalo semobil dengan cilla?” ledek
sella sambil lepasin tangan fred
“ gak tuh biar aja cilla dimobil depan, aku seneng ama adiknya.”
“ genit yah sekarang, tar lagi siap-siap aja sella siksa
disasana.”
“ ga takut weee…” fred lalu cubit hidung sella seperti biasa
Sampai di The Spirits, Fred istirahat sebentar lalu sella
menyiapkan beberapa alat untuk Fred.
Karena
tangan kanan fred masih agak ngilu, sella menyuruh Fred melatih kakinya aja
dulu. Sella mengaitkan pemberat 25kg ke kaki kanan dan kiri fred, lalu hari
esoknya sella mulai serius dengan programnya.
“ huu berat juga, buat apa sel?” protes fred
“ kecepatan dan keseimbangan, ayo lari keliling lapangan itu 5
kali.” Perintah sella menunjuk lapangan bola didepan rumahnya
“ oke…” fred lalu lari dengan santai tapi tiba-tiba sella
mengeluarkan stopwatch
“ cepeeettt…. sekali
keliling harus kurang dari 2 menit, kalo lebih tambah 1 putaran.”
“ iyaaa....” teriak
fred lalu lari agak kencang
Rupanya Marsella serius dengan latihannya, Fred selama ini emang
berlatih serius juga tapi selalu banyak istirahat dan kurang konsisten,
sekarang dia baru merasakan latihan yang sesungguhnya dari sella. Mereka
berlatih dilapangan bola yang gak jauh dari sasana disana sedang kosong dan
leluasa untuk latihan.
“ ayo
pemalas hampir 2 menit, yang tercepat cuma 1menit 56. Payah kamu.”
“ tar dulu kalo kamu emang seberapa cepet..?” Tanya fred
penasaran
“ kalo kosong gak sampe semenit kalo pemberat 50kg aja 1menit 45
detik paling lama.”
“ wawww… oke deh. Lari lagi.” Ucap fred sambil berlari kearah
depan
“ huu speed kamu jelek, sekarang pake ban pinggang ini.” Suruh
sella
“ berat amat berapa kilo nih ban.” Fred lalu memakainya
“ sekitar 5kg, buat melatih pinggang ama perut kamu, sekarang
naik ke anak tangga itu.”
“ oke.. eh minta minum dong haus.”
“ tidak…, kecuali kamu lari ketangga itu dengan 3 menit.” Ucap
sella tegas
“ huuu pelit.. iya deh. Lari lagi ampe pegel… ha..ha..”
Dengan jengkel fred berlari kearah tangga.
Jumlah anak tangganya lumayan banyak tapi karena dilatih sella maka
fred tetep fun aja.
“ nih minum dulu.” Tiba-tiba sella mendekati fred
“ asik, makasih. Boleh gak pemberat kaki dilepas 1menit aja.”
“ emang kenapa, sakit yah atau kekencengan..?” Tanya sella agak heran
“ sakit karena ada pisau di kaos kaki aku.” Fred lalu jongkok
dan buka pemberatnya
“ oh buka aja, lah kenapa taro pisau dikaos kaki?”
“ hehe udah kebiasaan buat jaga-jaga, nih nitip dulu.” Fred lalu
kasih pisau hitam pemberian sella
“ ini kan pisau meteor itu, koq kamu bawa terus?” kata sella
agak kaget sambil pegang pisaunya
“ tandanya kamu selalu dihati aku eh bukan dikaki aku.” Fred
lalu belai rambut panjang sella
“ nakal.. bisa aja kamu, sekarang lari lagi dikolam kecil itu.”
“ koq hari ini lari terus?”
“ iya, tar sore baru kita buat lebih menarik.”
“ oke deh terserah guru cantikku aja.” Fred lalu masuk dan
berlari dikolam itu.
“ berat yah?” Ledek sella sambil ketawa
ketika fred lari dikolam
“ sini cobain.” Fred lalu tarik sella ke kolam
“ ga mau.. jahat yah??” teriak sella menolak
“ hahaha… lari sama-sama sini.”
“ huuu basah deh celana aku.” Rengek sella
“ kan seru. Yuk lari sampe ujung kolam sana.” Ajak fred sambil
menunjuk
“ silahkan duluan, 15 detik kemudian aku susul.” Sella lalu
siapin stopwatchnya
“ yuhuuu… oke…” dengan sigap fred berlari dahulu
15 detik kemudian sella mengejar, bagaikan angin dengan sekejap dia
sudah didepan fred, bahkan mengejek fred.
“ weee… kalah ama cewe?”
“ gak tuh, haha…” dengan tangan kanannya fred menarik baju sella
“ eh licik.” kata sella kesel
“ Bodo, ayo sini..” tarikan fred makin kenceng
‘
byuuurrrr…’sella terjatuh lalu fred
terus berlari keujung kolam
“ Hore aku yang menang, haha…”
“ huu nyebelin, basah semua deh.” Kali ini sella protes sambil
keluar dari air
“ payah kalah ama murid, sini.” Fred lalu elapin wajah dan leher
sella yang basah
“ Muridnya menyebalkan.”
“ duuuhh.. sampe segitunya tapi seru kan?”
“ selama 3 tahun mengajar baru kali ini ada murid senakal kamu.”
Sella lalu ambil handuk dari tangan fred
“ kan murid cerdas, sekarang apalagi?”
“ Bodo,
latihan aja sendiri.”
Tiba-tiba sella marah dan tinggalin fred sendirian
“ haaayyy.. koq gitu, kamu serius marah sel?” fred lalu kejar dan
menghalangi jalan sella
Tapi sella hanya diam saja, wajahnya juga seperti marah. Fred
jadi merasa gak enak hati melihat sella yang emang basah total.
“ liat aku dong, koq nunduk gitu.” Tanya fred
“ makan yuk udah siang.” Sella lalu malah mengajak makan dan
pergi tinggalin fred
“ ayo…” fred lalu menggenggam tangan kiri sella tapi sella
melepaskan
Dengan lahap fred makan, Lydia dan cilla melihatnya dengan wajah
heran. Sedangkan sella lagi ganti baju.
“ cape yah dilatih sella?” Tanya cilla sambil menonton tv
“ lumayan, dia gampang marah yah orangnya?” ucap fred sambil
makan
“ gak tuh emang kenapa tadi, koq baju sella basah.”
“ aku jailin dia ha..ha…”
“ jailin gimana, ka
sella kalo udah marah lama loh.” Kali ini Lydia ikutan bicara
“ aku tarik ke kolam renang.”
“ oh dia emang ga gitu suka renang, gak ah tadi wajahnya gak
gitu kesel koq.” Cilla lalu bantu bela fred
Tiba-tiba sella datang dan makan disebelah fred, setelah ditanya sella
bilang gak marah.
“ aku ga marah cuma kesel aja basah semua males kan mandi tengah
hari.” sella lalu jelasin
“ udah ini latihan apa?”
“ jem 1 kamu senam yoga, jem 3 kita coba lenturnya kaki dan
tubuh kamu. Besok baru tangan kamu.” Kata sella sambil makan
“ sorry kalo tadi becanda aku kelewatan.” Fred lalu menggeser
posisinya agar lebih deket dengan sella.
“ Ngga koq, kan sella juga yang jail awalnya.” Ucap sella sambil
senyum ramah ke fred
“ lah tadi koq manyun gitu ?”
“ gak enak aja abis mandi lalu tengah hari jadi mandi lagi dan
ganti baju lagi huuu, jangan diulangi yah.”
“ siap bu guru.” Ujar fred sambil hormat
Selesai makan
fred disuruh menonton adegan yoga, lalu pilates agar tau gerakannya dulu. Sella
ingin fred lebih lentur lalu mereka berdua masuk ruangan senam.
“ Uhhh sulit yah, aku belom pernah sih.” Keluh fred sambil
kayang
“ Ngga ah kamu lumayan lentur.”
“ yang bener, tumben muji.. haha…”
“ beneran, cuma kurang sabar dan tenang aja. Yuk lagi sini sella
bantu.” Kata sella dengan tekun sambil menarik pundak fred agar lebih rileks
Setelah
1jam lebih fred istirahat dan ganti baju, 10 menit kemudian dia dilatih senam
lainnya.
“ hari yang melelahkan.” Kata fred setelah sore harinya sambil
duduk dibalkon
“ ha..ha.. manja ah, besok lebih berat.” Ucap sella sambil kasih handuk ke
fred
“ sini dong duduknya, kita lihat sunset bareng.”
“ iya pemandangannya bagus yah.., eh iya kamu kerja hari apa
aja?” sella lalu duduk disebelah fred
“ besok off, lusa aku ga tau mungkin bisa diwakilin Om leo
kadang juga kakaku.”
“ kalo gitu cilla nganggur dong, kan katanya dia mengawal kamu
seminggu penuh?”
“ awalnya gitu tapi sekarang dia banyak bantu dirumah, yang ada
sicantik yang mengawal aku dan ngajarin aku. He..he..”
fred lalu bersender dipundak sella
“ Sella sih fun-fun aja, malah seneng. Cuma aneh aja cilla
perasaan jarang mao bantu orang.”
“ kamu cemburu?”
“ gaklah, cuma heran aja jarang dia mao bantu, yah mungkin
karena dekat dengan Om leo dan polisi yang menyuruhnya.” Kata sella sambil
menatap matahari yang makin turun
“ iya rencana mereka terus mengawasi sampe 3 minggu kedepan,
sekarang kalo ada peluang mereka juga lagi rencanain serangan balik, cuma
posisi mafia itu masih belum jelas.”
“ Eh iya malem kita meditasi yah.”
“ jem berapa? Gunanya apa?” Tanya fred sambil menarik nafas
“ banyak.. jadi tenang, seger… Jem 9 aja, jadi jem 10 kamu
istirahat.”
“ oke deh. Siap Bu Guru..” fred lalu hormat seperti biasa.
Sella aja
senyum aja dengan ulah fred, keduanya lalu asik becanda dan menatap sunset dari
balkon atas.
Fred
lalu diajari meditasi malamnya, tapi keliatan sekali untuk yang 1 ini dia gak
menguasai yang ada dia hanya terpana menatap wajah cantik sella apalagi sella
memakai baju tidur.
“ ayolah serius, ini buat kamu. Jika kamu kuasai kamu bisa
dengan mudah peroleh tenaga dalam.” Rayu sella
“ tenaga dalam seperti cilla gak, yang gak kena tapi sakit ?”
“ bahkan lebih, aku yakin Om kamu juga pada tau.”
“ masa ? contohin dong.”
“ baik tapi janji udahnya serius.” sella lalu bangun dan berdiri
“ Pasti.” Ujar fred yakin
Sella ambil sebatang lilin dan dia nyalahkan, dari jarak sekitar
1meter dia lalu suruh fred meniup.
“ silahkan kamu matiin lilin itu terserah dengan cara apa aja.”
Perintah sella
Fred lalu tarik nafas dalam dan meniupnya tapi hanya agak bergoyang
dan lilin itu gak mao padam.
“ gak bisa, emang gimana?” Tanya fred bingung sambil garuk-garuk
kepala
“ begini.” Sella lalu mengatur nafasnya dan perlahan dia
memutar-mutar tangan kanannya.
‘
seeeppp…’ lilin itu padam ketika
tangan kanan sella diarahkan kearah lilin
“ wuuaaa hebat… koq bisa…??”
“ itulah tenaga dalam. Yuk meditasi lagi.”
“ oke deh, seru juga.” Fred lalu kembali duduk sila
“ atur nafas kamu, tangan rilek, pikiran juga tapi fokus.”
“ iya.”
“ konsentrasi, buatlah seolah-olah diri kamu ringan.”
Meditasi yang ingin sella ajarkan adalah bermacam-macam , tapi
akan dilakukan bertahap demi idolanya, kali ini fred diajarkan meditasi agar
tubuhnya merasa ringan dan segar, nanti diajarkan cara agar kuat, dll.
“ udah cukup fred, udah jem 10. Gitu dong.” Puji sella sambil
pegang tangan kiri fred
“ oke. Oh gitu yah.”
“ iya gitu aja dulu, sini ganti perban kamu di tangan kanan.”
“ ah kalo udah kering udah jangan diperban, gak bebas sel.” Keluh
fred
“ iya.” Pelan-pelan sella buka perban yang membungkus
“ aku mau tanya serius.”
“ apa?”
“ kalo misalnya kita 1 ring di turnamen, apa rela kamu memukul
aku?” ucap fred penasaran
“ hmmm… jujur sella juga udah pikirin itu.” Sella lalu senyum
“ lalu jawaban kamu? Kalo aku jujur wah berat banget.”
“ kenapa berat? Kalo kamu kan baru kenal aku lagipula kamu kan
sering berhadapan dengan wanita.”
“ aku suka kamu, sella cantik sih.. hi..hi..”
fred lalu senyum kearah sella
“ genit deh…”
“ bener.., tapi aku yang penting bukan itu. Rasa perhatian kamu
juga baik, kamu tulus bantu dan rawat aku. Kalo kamu gimana ?”
“ jujur aku pasti agak sungkan kalo kita 1 ring, tapi karena
harus professional yah jalanin aja toh ada peraturan yang berlaku saat itu,
lagipula hadiahnya buat sella jadi lupa diri hehe…” sella lalu kasih obat di
tangan fred
“ huu matre, yah target aku 1. Harus bisa menang dan
mudah-mudahan para mafia itu sportif.”
“ kita berharap aja. Ya udah sana tidur. Aku juga mao latihan
sebentar.”
“ liat dong gaya latihan kamu?”
“ lain kali aja, kamu besok latihan berat. Lama-lama juga kita
sparing partner koq.”
“ iya deh, dah.” Fred lalu tidur dikamar sella lagi.
METODE LATIHAN….
Jam
6 pagi Fred dibangunin, sella menyuruh tangan dan kaki fred menggunakan
pemberat, lalu suruh fred push up dan sit up 100x. Lalu menyuruhnya lari
kembali 3x keliling lapangan bola.
“ sakit gak tangan kanannya?” tanya sella
“ gak, cuma ngilu aja.”
“ ya udah sekarang 2 kali lagi naik turun tangga itu.”
“ iya.
Sekitar jem 7 fred sarapan bubur ayam, lalu ditambah jus jeruk oleh
sella. 30 menit kemudian sella kasih pemberat lagi berupa baju seberat 20kg
“ pake baju ini lalu push up ama sit up 100x.” perintah sella
“ wawww.. okeee…” Fred lalu pake baju
berat itu
Setelah itu
sella menyuruh fred keluarkan kemampuan boxingnya dan memukul dan tendang
karung pasir.
Sorenya
dengan baju berat itu dia suruh muridnya untuk latih tanding dengan Fred, dan
tentu saja fred jadi bulan-bulanan karena sulit gerak.
“ ya udah buka pemberatnya.” Ucap sella
ketika sore harinya
“ wah senangnya…” fred merasa ringan banget badannya setelah
buka pemberat itu
“ tangannya masih ngilu.”
“ huppp… nggak koq, coba… hiya hiyaaa….” Fred gerak-gerakin
tangannya kearah sella
‘
buuggg..’ ternyata tepat mengenai pipi kanan
sella dengan telak tanpa disengaja
“
aduuh..” ujar sella kesakitan
“ eh…eh… sorry kelepasan, sakit yah.” Fred lalu pegang pipi
sella
“ lumayan tau.” Omel sella sambil usap pipinya
“ gak sengaja sungguh, sini.” Fred usap-usap pipi sella
“ ya udah, santai aja. Muridnya nakal.” Sella lalu senyum sambil
berjalan menjauh
Beberapa hari kemudian
berat baju dan pemberat di tangan, kaki Fred malah makin ditingkatkan,
sebetulnya fred agak kesal tapi dia tetap yakin kalo sella melatihnya dengan
tekun dan pasti ada manfaatnya.
Hingga
akhirnya dihari ke-9 fred berlatih tanding dengan Lydia.
“ ayo lawan aku ka
fred.” Tantang Lydia
“ seluruh pemberat kamu buka aja.” Saran sella
“ asik, nah gitu dong.” Fred
seneng dan melepas semua pemberat di kaki, tangan, dan badannya
“ siap yah… Eh Sella siapin obat merah yang banyak ama perban
buat adikmu.” Suruh fred dengan agak sombong
“ ha..ha sembarangan,
oke...” Lydia hanya ketawa sambil mengepalkan tinju
“ huuu…sombong yah.” Ledek sella sambil ketawa
Fred
menyerang terlebih dahulu, dia lalu menendang kearah bawah, Lydia melompat dan
membalas tapi fred dengan gesit mengelak. Fred juga kaget karena merasa
tubuhnya gesit dan ringan, dan dalam kecepatan Lydia kalah, sudah 2x fred dapat
memukul paha dan perut Lydia.
Dan
ternyata Marsella sendiri heran dengan perkembangan pesat fred, karena 5 hari
lalu tangan kanan Fred baru pulih total.
“ hebat, aku kalah
telak.” Puji Lydia kelelahan sambil atur nafas
“ loh koq udah, ayooo…”
tantang fred dengan melompat-lompat.
“ nafas kamu masih stabil fred..?” tanya sella heran
“ masih, ayo sekarang kamu dong.”
“ iya nih, lawan tuh
murid sendiri.” Lydia lalu kasih sarung tangan untuk sella
“ oke. Itung-itung pemanasan.” Sella lalu senyum sambil pake
sarung tangan
“ siap cantik. Nih…” fred lalu memukul kearah pinggang sella
“ husss.. kalem
sayang.” Dengan tenang sella menepis dan senyum
“ ciyeee sayang-sayangan.” Ledek lydia
“ gurunya centil yah tar lagi juga bukannya tinju
tapi cium aku nih...” Fred lalu menatap lydia sambil ketawa
“ sembarangan rasain nih…” sella lalu memukul dengan cepat
Rupanya fred emang gak salah pilih Guru, setelah tadi sella akan
memukul, Fred juga sekarang terus melancarkan pukulan dan tendangan tapi
sedikit juga ga ada yang kena, beda dengan saat melawan cilla dan Lydia.
“ hebat pukulan ama tendangan aku gak ada yang kena.” Ujar fred
kesel
“ udah yah, sekarang giliran aku.” Ucap sella yakin sambil
menatap dengan serius
“ haaahhh..??”
fred lalu kaget dan mundur selangkah kebelakang
Rupanya
daritadi sella emang mengalah dan hanya mengelak dan menghindar. Tapi sekarang
dia himpun kekuatan dan membalas serangan Fred, tapi refleks fred juga bagus
dia dapat menghindar.
“ Uuuhh..” Fred lalu menggagalkan serangannya
“ kenapa? Ayo balas dan pukul.” Teriak cilla yang tiba-tiba
sudah menonton
“ iya ka fred tunjukin
kehebatan kamu, gimana mao lawan mafia kalo lawan sella gak tega.” Kata Lydia
manas-manasin
“ benar, akulah ketua mafia, lawan aku.” Ucap sella sambil
menatap tajam wajah fred
“ baikkk….” Fred lalu
mundur selangkah dan tarik nafas panjang.
Fred
lalu maju dan menyerang, begitu pula sella. Mereka beradu kecepatan dan saling
melontarkan pukulan, tampak jelas fred kurang jam terbang karena terkena
beberapa pukulan lebih banyak dibanding sella.
Akhirnya fred terjatuh tapi dia langsung bangkit dan disemangati oleh
cilla dan Lydia. 3 menit kemudian dia dapat mengimbangi serangan sella.
“ good. Semua nyaris sempurna.” Puji cilla setelah tau keduanya
sama lelah
“ yupp.. jujur aja ka
fred masih kalah dari ka sella. Tapi selisih dikit.” Lydia lalu bantu buka
sarung tangan fred.
“ kamu mau tau apa kekurangan kamu?” Tanya sella
“ kayanya aku tau deh, aku kurang dalam keseimbangan dan sedikit
power.”
“ yup betul. Kalo kamu di gym saat angkat beban gunakan tangan
kiri dulu baru kanan.”
“ kalo buat power lagi?”
“ bisa juga dengan gym latihan angkatan maksimal tapi untuk 10
hari kedepan kurang efektif, aku rasa pemberat ini masih berguna.”
“ oke deh, besok hari terakhir aku disini. Makasih semua.” Ucap
fred yakin
Cecillia
lalu kasih info ke fred bahwa ketua mafia setuju menurunkan 5 anak buahnya,
dony juga sudah diketahui keberadaannya, mudah-mudahan seminggu kedepan polisi
bisa menangkap.
Esok paginya hari latihan terakhir Fred, jam 5 pagi dia udah
bangun tanpa dibangunin sella, dia juga sudah memakai pemberat yang makin berat
mungkin semua sudah lebih 100kg.
“ ciyeee udah bangun Fred.” Puji sella ketika jem 6 pagi
“ udah dong, malas kamu.”
“ ha ha haa.. hari terakhir di The spirits jadi rajin nih?”
“ yup tapi pasti rindu kamu.” Fred lalu memeluk sella dan
menggendongnya tinggi-tinggi
“ bau juga maen gendong-gendong, latihan lagi sana.” Kata sella
sambil menurunkan badannya
“ iya, aku mao tendang kantung pasir dan pukulan. Mana pemberat
yang lain?”
“ ada, tar yah.” Sella lalu mencari pemberat untuk tangan dan
kaki
“ Sella masih ingin bertanya 1 hal, betul kamu masih single?”
tanya sella dengan muka serius
“ haha, emang kenapa. Cemburu ?”
fred lalu ketawa
“ Ah ngga, aneh aja. Kan kamu jutawan masa ga ada yang naksir,
selain itu kamu juga sukses dalam banyak hal.”
Fred lalu ketawa dan berkata.. “ nanti
selesai pertandingan aku akan buktiin ke kamu. Liat aja.” Kata fred sambil
mukul karung pasir
“ Buktiin apa?” tanya sella ga ngerti
“ liat aja nanti hehe.. aku sekarang mao fokus dulu.”
“ oke deh sella tunggu saat itu, dan kamu harus menang.” Ucap
sella kasih semangat
“ kalo aku menang kamu gimana? Kamu mengalah nih ?”
“ ga akan mengalah, aku akan lebih kuat 10 hari lagi. Kamu juga
yah?”
“ pasti…bugg…” Kata
fred sambil kepalkan tinjunya kesella dan ternyata mengenai keningnya
“ aduh.. kebiasaan deh.”
“ haha….” Fred hanya ketawa sambil usap-usap kening sella
Siang
dan sorenya fred terus berlatih dengan tekun, sella hanya membimbing dan
sesekali sella juga mengajari beberapa muridnya yang datang.
“ kamu udah mengajar berapa murid?” tanya fred disela waktu
istirahat
“ banyak, mungkin udah puluhan, kenapa?”
“ dari puluhan ada berapa yang pernah bertanding?”
“ hmm… mungkin baru belasan orang, disini ada 7 orang, ditempat
lain 5-6 orang.”
“ ada yang udah sukses? Bertanding universal gitu?” tanya fred
lagi sambil mengambil anduk
“ ada tapi gagal, aku aja kalah disemifinal. Beberapa murid aku
kan dikalahin kamu.”
“ oh yah, siapa aku ga tau ?”
“ ray, steve. Makanya aku juga tau beberapa gaya tanding kamu.”
“ oh iya aku ingat mereka, lalu di sini belum ada yang menang
pertandingan universal?”
“ Cilla menang 1 kali, ya aku dikalahin dia.” Ucap sella jujur
“ oh yaaa… Aku liat cilla biasa aja.” Kata fred heran lalu duduk
disebelah sella
“ dia jurus dan kecepatan emang biasa, tapi punya keseimbangan
dan power yang sangat tinggi. Kalo aku bisa mematikan lilin dengan tangan, kalo
dia sekali pukul lilin itu hancur walau jarak semeter.”
“ wooowww, hebat sekali.” Puji fred
“ yup dia yakin dengan kemampuannya, aku juga heran dia jarang
berlatih speed, tehnik dan yang lain tapi terus mengasah powernya.”
“ dia ikut pertandingan gak?”
“ ikut, kita semua ikut, semua 10 orang ikut. Kan lumayan
hadiahnya.” Sella lalu senyum
“ oh iya, kamu jujur gak mao aku bayar ? Kan udah seminggu ini
nyusahin ??”
“ gaklah kita sahabat kan, pintu tempat itu terbuka buat kamu.
Kalo menang yah gentian kamu yang ajarin aku.”
“ he..he.. mana mungkin.”
“ ya mungkinlah, biarpun gak ajarin ilmu yah ajarin bisnis
minimal.”
“ oke deh.” Kata fred sambil beresin barang-barangnya.
Sorenya
Om leo menjemput lalu Fred berpamitan, tampak sekali Sella agak merasa berat
dan sedih.
“ nih pisau kamu, kita ketemu dipertandingan.” Sella lalu kasih
pisau meteor itu
“ oke, makasih banyak yah..” fred lalu ambil dan ajak sella
bersalaman
“ iya sama-sama, masih sungkan aja yah.”
“ haha… aku pasti rinduin tempat ini dan kamu.”
“ yah maenlah nanti, jarak kita cuma beda 7km, lalu usaha kamu
dimall ama tempat ini cuma beda 2 blok.”
“ iya deh..cliikk..”
fred lalu jail memoto wajah sella dengan hpnya
“ jail deh, dasar kamu.”
“ buat jadi musuh tanding, nti aku perbesar dan dibungkus
disamsak rumah hahahaaa….”
“ dasar.. ngeledek aja, ati-ati yah udah masuk mobil sana.”
“ mau dipeluk dulu..?” tanya fred sambil pegang kedua tangan
sella
“ gak ah ini depan sasana ngaco aja.”
“ hehe iya juga tar jadi gosip oke deh, sun aja…” fred lalu cium
kening sella dengan cepat
“ ih…dasar.” Sella lalu agak malu dan agak menunduk
“ bodo, aku pulang yah..”
“ iyaa….” Sella lalu lambain tangan kanannya
Sampai dirumah Fred suruh para gurunya untuk berkumpul, fred
menginginkan dilatih dengan pemberat dan melatih kecepatannya, tapi mereka
semua menolak.
“
maaf Fred kami menolak, kami ber-3 udah mengenal kamu selalu 20 tahun lebih
selama ini dan kesimpulan kami, kami akan melatih tehnik baru dari kami
bertiga.” Ucap Om hans dengan lantang
“ lalu apa ide kalian?” tanya fred bingung dengan ulah gurunya
“ Kita melatih yang
belum pernah mereka latih, kalo ikut gaya mereka pasti mereka udah menduga.”
Kata Om leo menjelaskan
“
kita akan latih yudo, gulat, dan thai boxing, selama 6 hari kita padukan dengan
gym. Untuk kecepatan kita gunakan skipping aja.” Kata Om hans
“ akan berhasil gak, lalu sisa 4 hari apa?”
“
Kami akan latih jurus terkahir kami, yaitu jurus pamungkas masing-masing.” Kali
ini Om tony yang menjelaskan
“ Baiklah aku percaya kalian, besok pagi bangunkan aku.”
“ tunggu fred, ada 1 hal. Cilla
menolak kami bayar.” kata om leo bingung
“ loh, padahal udah seminggu lebih, kenapa gitu?”
“ entahlah dia cuma
anggep kita bagian keluarga dan sahabat aja, jadi dia ikhlas bantu kita.” om
leo lalu kasih amplop ke fred
“ ya udah kalo gitu uangnya kita pake untuk keperluan mereka,
besok Om beliin karung pasir 3. Barbell masing-masing sepasang, sarung tangan
tinju, sisanya baju latihan. Lalu kirim ke mereka, oke?” fred kembaliin amplop
berisi uang ke om leo
“ baiklah.” Ucap om
leo sambil mengangguk
Paginya
fred dibangunkan jem 5, lalu dia disuruh loncat tali sebanyak 1000x. Setelah
itu loncat tali lagi permasing-masing kaki 500x.
Setelah sarapan, fred berlatih Gym dengan gaya berbeda karena
untuk tujuan keseimbangan dia melatih dengan tangan kiri dulu. Semua yang
dilatih dibuat sangat berbeda dengan latihan, yang ada tubuh fred belum biasa
dan kelelahan.
“
Ayo fred, tar sore kita latih gulat. Agar kekuatan kamu bertambah, Om yakin
mereka para wanita jika di banting akan sulit bangun.” Kata Om hans
menyemangati
“ belum tentu. Sella ada dasar yudo
juga.” Fred lalu mengatur nafasnya
“
gak masalah yang jelas kita pria pasti hasilnya lebih optimal, yang Om liat dia
lebih ke olahraga lembut kaya wushu dan karate.”
“ Dia guru pasti kenal beberapa olahraga yang menyangkut
beladiri. Yah mungkin emang gak memperdalam semua.”
Sorenya Fred dilatih yudo, emang sangat berat dan memerlukan stamina
luar biasa untuk mengangkat lebih, tapi fred tidak menyerah, malamnya fred
istirahat. Tapi tiba-tiba telponnya berdering.
“ udah tidur belum?” tanya cilla
“ belum, kamu ada dimana?”
“ di sasana, makasih udah
kirim peralatan, semua berguna banget.”
“ oh iya sama-sama, kamu kenapa gak mao digaji?”
“ yah aku udah digaji ama kepolisian koq, tenang aja.”
“ tapi kamu udah banyak bantu aku.”
“ ah ngga, orang aku kawal kamu cuma 3 kali aja, sisanya merapikan
rumah kamu. Aku senang melakukannya.”
“ oh gitu, ya udah thanks kalo ada apa-apa nanti aku hubungi
kamu yah.”
“ iya, ya udah sampe nanti kita ketemu di turnamen.”
“ pasti. Eh salam buat adikmu hihi..”
“ iya tar aku salamin, bye.” Cilla lalu tutup telponnya
Keesokannya
fred terkejut karena dilatih thai boxing, padahal dia sendiri sudah pernah
belajar boxing, bedanya hanya pada letak kaki. Tapi fred tetap mempelajarinya
dengan tekun.
6 hari
kemudian, Om tony mulai mengajarkan tehnik pamungkasnya.
“
kami sudah mengajari semua, ini tehnik terakhir kami, masing-masing ada
keunggulan dan kelemahan, tehnik Om dikasih nama Dentuman karena berupa ledakan
tenaga. Sekarang liat kayu disana?” Om tony lalu menunjuk kearah kiri tumpukan
kayu
Dia pasang kuda-kuda lalu merapatkan tangannya, gak lama dia
berteriak keras dan membuka tangannya.
‘
brakkkk…’ kayu-kayu itu terpental dan
sisanya hanya jadi serpihan
“ wah hebat, ini yang aku tunggu-tunggu.”
“
jangan gembira dulu ini hanya bisa digunakan 3 kali, jika lebih tubuh akan
sakit karena butuh energy banyak.” Om tony lalu menarik nafas
“ pantes aja sekali aja om udah keringetan, ayo ajarin.” Pinta
fred yakin
Fred
lalu diajari selama berjam-jam tapi hasilnya mengecewakan kayu itu jangankan
terpental, hanya terdorong saja udah bagus.
Keesokan
harinya Om leo yang datang dia lalu mengajari tehnik sabetan tangan kosong.
Kayu dilempar oleh fred ke udara sangat tinggi tapi dengan sebelah
tangan dapat terpotong dengan sekejap oleh om leo.
“ hebat juga, gimana caranya om padahal jarak kayu dengan om
lebih dari 2 meter.”
“
sini om ajarin, tapi gaya ini ada 2, 1 lagi dengan 2 tangan. Berfungsi untuk
melawan banyak musuh tapi sama dengan gaya Tony akan cepat lelah bila lebih
dari 5 sabetan.”
Belum juga menguasai dentuman kali ini dia diajari sabetan
tangan kosong, kata mereka inti dari jurus itu sama berasal dari pernafasan dan
tenaga sendiri, besoknya Fred melatih jurus itu agar mendekati sempurna. Dan
di hari ke-4 giliran Om hans mengajari, Om hans adalah yang terhebat dari
mereka semua.
Tangan
kanan Om Hans diangkat tegak lurus keatas, tiba-tiba suasana diruangan bergetar
hebat
“ gempa
yah?” Fred panik dan liat
sekitarnya
“
bukan, itu jurus Om. Hiaaaa…..” Om hans lalu teriak
Fred lalu mengamati, tubuh Om hans agak membiru lalu
badannya agak membesar dan berwarna merah kebiruan seperti sedang marah.
“
ini jurus harmony, inti dari semua jiwa dan tenaga didalam diri.”
“ tapi koq kaya gempa banyak getaran gini?” fred yang ada tetap
liat sekelilingnya
“
Itu bagus, nyali lawan akan takut, sekarang serang om.” Perintah hans
“ hiiiaaaa….” Fred lalu melompat dan siap memukul
‘
duaaarrr… duuuarrrr….’ Fred terpental sendiri
ketika menyerang dengan tangan dan kakinya
“ hebat…, lagi...” Kata fred tanpa kenal nyerah menyerang lagi
“
tunjukin apa yang kamu pelajari disana, rasakan ini.” Tiba-tiba Om hans
menyerang balik
Mereka beradu kekuatan tapi fred selalu merasa tubuhnya akan
terpental kebelakang karena kehebatan tenaga Hans, tapi fred terus menyerang.
“
huuu…” Om hans mendorong tubuh fred hingga mental beberapa meter kebelakang
“ cara hadapinnya gimana Om?”
“
tidak bisa dihadapin, kamu tapi coba aja dengan jurus sabetan.”
“ oke.” Fred lalu mengingat gaya Om leo
‘ srett.. srettt…’
2 kali fred menyerang hans tapi sedikitpun hans gak terluka
“
huff….gimana hebatkan?” tanya om hans lalu kembali ke wujud semula.
“ menarik, tapi aneh kenapa bisa gitu.”
“
Ini seperti mengumpulkan semua tenaga kita dan tenaga alam juga, saat tubuh
kita menjadi pucat dan kebiruan tandanya tubuh kita udah lemah.” Hans lalu
jelasin
“ lalu..??”
“
semua orang punya sisa-sisa tenaga, kamu bisa gunakan ini cuma disaat-saat
kritis aja, kalo saat masih segar dalam 15 menit kamu akan sangat lelah.”
“ saya masih gak ngerti.” Ucap fred jujur
“
tubuh normal kita adalah seperti ini, kalo kita kumpulkan tenaga dan
konsentrasi maka akan seperti ini.” Hans lalu menarik nafas panjang kembali
“ semua badan Om jadi merah.”
“
iya, tapi lama-lama akan berubah jadi biru, dan akhirnya pucat dan biru muda,
saat itu kita harus stop atau fatal akibatnya.”
“ oh jadi kita harus kendalikan sendiri.” Fred lalu mengangguk
“
paling lama Om aja bisa 15 menit, kalo dipaksa dulu pingsan. Kalo tenaga kamu
maksimal mungkin diusia kamu yang sekarang 25an bisa 20 menit. Nanti juga
terasa karena getarannya berkurang.”
“ oke deh. Yuk ajarin.”
Fred lalu disuruh
membuka telapak tangannya tinggi-tinggi gak lama fred pun dapat
mengendalikannya tetapi masih jauh dari maksimal karena tidak ada gempa
sedikitpun. Akankah besok dia berhasil menjadi juara turnamen provinsi….???
TURNAMEN…
“ hay, udah siap.. tar lagi aku jemput yah??” sella lalu telpon
fred yang baru beres mandi
“ udah, tinggal sarapan. Aku juga pergi ramean koq kan sekalian
berjaga-jaga, polisi juga udah banyak dirumah.”
“ oh sama disini juga aku udah bawa pasukan buat jaga-jaga,
polisi juga ada beberapa dari temen Cilla.”
“ wah bakalan seru nih.” Kata fred seneng
“ kamu waspada aja. Oh iya Om kamu ikut ?”
“ hanya om leo, om tony dirumah, Om hans aku gak tau.”
“ ya udah sella kesana yah, dah.”
15 menit kemudian iring-iringan datang dan Fred dikasih intruksi agar
selama dilokasi tidak terlalu mencolok dan selalu berlindung dengan polisi dan
polisi preman yang berseragam putih, serta anak buahnya dengan iket tangan
putih juga.
“ apa peraturan pertandingan ini?” tanya fred ke sella
“ mudah, untuk lolos penyisihan kamu harus berhasil menangkap
yang diberikan panitia, lalu yang dilempar oleh wasit utama.” Cilla lalu menjawab pertanyaan fred
“ apa yang dilempar?”
“ rupa-rupa, kadang permen, koin, burung merpati, dll. Kamu
harus bisa menangkapnya.” Sella lalu bantu menjelaskan
“ jadi dibagi berapa tahap agar lolos ke pertandingan utama.”
“ ga tentu kalo rame bisa 3, kalo sepi hanya 2 babak.” Kata
sella lagi
“ kalo pertandingan utama aturannya hanya kaya biasa gak boleh
bunuh dan katakan menyerah kalo gak kuat, kita bebas mukul bagian mana aja asal
dengan tangan kosong.” Cilla menambahi
“ oh gitu, arenanya luas gak?”
“ Lebih luas dikit, kalo keluar yah tetep dibilang kalah.”
Mereka lalu berangkat bersama sekitar 10 mobil, entah kenapa
fred merasa gak tenang walau pengamanan sudah maksimal, bagi dia pertarungan
ini adalah hidup dan mati, walaupun ada 3 pendekar wanita yang akan membantu
menghibur saat pertandingan.
“ kamu kenapa?” tanya sella ketika tiba di tempat turnamen
“ gugup, hehe… Rame yah..” fred lalu pegang tangan sella
“ santai aja, kamu udah ada jurus baru?”
“ ada banyak banget, sampe bingung belajarnya.”
“ baguslah reputasi mereka ber-3 kan legenda pada belasan tahun
lalu, aku sempet denger tapi gak tau banyak.”
“ oh yaa..?” tanya fred kagum
“ nanti ada kakek Sarlim ( salim ) yang akan menjelaskan, dia
juga masih suka aktif ikut pertandingan walau udah tua.”
“ kalo gitu kamu jangan jauh-jauh dari aku. Oke?”
“ duuh manjanya si
Boss fred, haha.” Ledek Lydia dari belakang
“ haha gak apa-apa dong kan ama yayangnya.” Balas fred gak mao
kalah
“ ciyee kapan
jadiannya boss?” tanya Om leo
“ gak tau, tiba-tiba aja.” Fred lalu senyum ke sella
“ ngawur ah, yuk salin dulu. Cowo sebelah kanan.” Ucap sella
“ oke, apa mau aku ganti salinin ?” tanya fred ke sella
“ haha ngaco ah.”
Lalu
beberapa anak buah fred datang dan berjaga-jaga di sekitar locker room, om leo
juga mengamati dari depan.
Tiba-tiba pengumuman tiba-tiba dan mereka sangat kaget karena
wasit utamanya ternyata Om Hans, ketika fred akan menyapa Om leo melarang
dengan alasan takut peserta lain akan anggap curang, lagipula malah bagus jadi
para wasit bantu mengawasi.
‘ selamat datang semua
peserta ada 85 peserta, babak pertama kami akan melempar 55 koin, 15 peserta
yang mendapat koin emas kuning langsung dapat ke babak utama, dan apabila
mendapat koin perak yang berjumlah 40 akan ke babak berikutnya yaitu mengambil
5 merpati putih.’
Suara om hans dengan menggunakan speaker
“ horeee…”
Kata semua peserta dengan seneng
“ selamat berjuang.”
Ucap om leo sambil menepuk pundak fred
“ iya om.”
Om hans
dan beberapa wasit melempar semua koin, dengan sigap semua peserta menangkap.
“ fokus Fred..” Om leo dengan teriak semangati
Fred melompat keudara mengambil tapi dia terlambat banyak yang sudah
terjatuh dan dia tidak dapat, tiba-tiba ada sebuah koin emas didepan wajahnya
“ nah..” Kata fred seneng
“
hupp, ini dia.” Tiba-tiba peserta lain yang udah tua malah mendapatkannya
“ sial.” Ucap fred kesel lalu memilih mencari dibawah
Fred tapi agak terlambat banyak yang udah dapat juga dibawah,
tinggal ada 2 koin dibawa itu juga berwarna perak.
Buru-buru
dia ambil tapi malah mengenai tangan peserta lain, fred lalu merebut dengan
tangan kanan sementara tangan kirinya ambil koin lainnya.
“ berhasil..” kata fred seneng karena tangan kirinya mengambil
“
ha ha
sini…” tiba-tiba ada peserta lain curang dan menendang tangan kiri fred hingga
koinnya lepas
“ licik,
kembalikan...” Sella datang
membantu dan menendang wajah orang licik itu
“
tidak akan.” Dengan lincah pria itu salto dan meninggalkan kerumunan
“ kurang ajar, mana koin lain?” fred lalu kesal
“ itu fred dekat kaki kiri kamu cepet.” Sella lalu menunjuk
“ oh iya, akhirnya.” Fred lalu seneng
‘ priiittttt…’ wasit meniup pluit tanda babak
pertama habis waktu.
Semua mendapat koin perak kecuali sella dan kakek tua itu, sisanya
cilla dan Lydia hanya dapat koin perak
“ bagus kamu dapat, tar kamu fokus ama merpati putih yah, inget
cuma ada 5 loh.” Ucap sella
“ iya, sulit juga.”
“ kamu belum biasa, santai aja.” Cilla lalu mendekat kearah fred
5 menit kemudian 5 merpati diterbangkan ke udara, dengan sigap
semua peserta 40 orang yang tersisa mengambil. Tapi tidak dengan fred
“ fred ayo lekas…” Teriak om leo kesel
“ iya
cepet tar keburu mereka.” Sella
lalu meneriaki dari arah penonton
Fred
ternyata mengamati merpati itu dulu, dia pikir merpati itu pada tinggi jadi
agak sulit diambil apalagi dengan buru-buru. Dia belajar dari kesalahan tadi.
“ cepet nunggu apa?” tanya sella agak gusar
“ oke, sekarang… happp…”
fred loncat kearah kiri dengan cekatan lalu membelokkan tubuhnya kekanan searah
merpati.
‘
hap…klepakk..klepaakkkk…’ seekor merpati dengan
mudah fred tangkap.
“ gitu dong, cihuy…” sella lalu naik dan memuji fred
Cilla, Lydia juga berhasil sisanya fred gak mengenal tapi 2 lagi
adalah pria seumuran juga.
‘ selamat kepada
peserta yang lolos, kalian dapat istirahat 15 menit. Setelah itu kami akan
menentukan siapa lawan kalian.’ Kata om hans
“ gawat ka.., kakek
salim dan riska lolos.” Kata Lydia ke sella
“ iya kakek salim penuh legenda, udah 20 tahun ikut.” Sella lalu
liat papan pengumuman
“ mereka tangguh ?”
“ yup, kakek salim terkenal dengan cakar macannya, tapi kakinya
lemah, riska terkenal dengan baju besinya, aku udah pernah kalah 1x.” sella
lalu kasih minuman kefred
“ wah.. gawat juga kamu aja pernah kalah, kenapa kamu gak tonjok
dadanya aja riska kan cewe pasti lemah disitu?” kata fred sambil minum
“ udah. Tapi tetep pertahanannya kokoh. Aku udah siapin beberapa
jurus baru special buat mereka mudah-mudahan berguna.”
“ kabar gembira fred, gembong mafia kita tangkap.” Cilla lalu
datang dengan seorang polisi
“ oh iya, dimana?”
“
semua ada 11 fred, 4 lagi masih dikejar sekarang. Ketuanya pasti duduk diantara
penonton kita masih mengawasi.” Polisi itu lalu menambahkan
“ hati-hati fred, tapi aku yakin yang lolos dari mereka juga gak
banyak. Sayang kamu gak boleh pake baju anti peluru.” Ucap cilla sedikit cemas
“ tenang aku gak apa-apa.”
Beberapa
menit kemudian pengumuman pertandingan dimulai, fred ditempat ke-2 melawan
seseorang bernama Aksan.
“ aku gak kenal aksan, sel kamu kenal?” tanya cilla ke sella
“ gak baru denger aku juga.” Sella lalu gelengkan kepalanya
Pertandingan
pertama Jeon vs ray, lalu Fred vs aksan.
“ ray rasanya kenal, murid kamu yah?” tanya fred ke sella
“ iya.. kaki dia bagus, yuk kita nonton.” Sella lalu ajak fred
mendekat ke ring
Tubuh Jeon tinggi tegap berbeda jauh dengan ray yang kurus dan kecil,
tapi gak lama ray dapat menangkis semua pukulan jeon
“ aturan tanding gimana?” tanya fred
“ Babak ini dikasih waktu 10 menit, kalo imbang ada tambahan 15
menit. Jika lolos nanti babak berikut waktunya 15 menit, saat semi final dan
final waktunya 30menit.” Sella lalu jelasin detilnya
“ Bentar amat, susah deh jadi gugup.”
“ ah kamu gugup aja, sini.” Tiba-tiba dengan santai sella
rangkul pundak fred
“ udah siap kalo lawan aku..?”
“ harus siap, sella mao fokus ama musuh aku dulu dibabak 4
dengan Alicia.”
“ Apa hebatnya Alicia..?”
“ gak ada tapi energinya bagus tar kamu liat.”
‘
bruukkk…’ tiba-tiba tubuh jeon jatuh
tepat didekat mereka
“ ray menang, sekarang kamu sana.” Sella lalu memegang rambut
fred
“ oke..muachhh.” fred
lalu cium kening sella
Fred lalu maju ketika namanya disebut Aksan juga maju, begitu gong
pertandingan dimulai dengan luwes fred tendang leher aksan.
“
jangan aneh-aneh nyawa kakakmu frida ditangan kami.” Ancam aksan sambil menangkis
“ apa..?
Jadi kamu..?” ucap fred heran
“
iya aku mafia yang kamu cari. Adik kamu Firly juga kami akan cari.”
“ sial apa hubungan mereka dengan aku, hayo hajar aku. Jangan
libatin mereka.”
“
kami akan rusak keluarga Eduardo, sekarang menyerahlah.” Kata aksan dengan
tenang
Penonton
kesal karena mereka hanya
mengobrol, sella dan cilla lalu atur strategi saat aksan nanti keluar ring.
Mereka mengerti kenapa fred diam saja.
“ menyerahlah...”
Aksan lalu memukul dan membanting fred
“ ah…..” kata
fred kesakitan
Fred
bingung harus berbuat apa, dia diam saja saat dipukuli dan ditendang, lalu
sella meneriaki fred dan mengasih tanda oke. Fred mengerti tanda itu lalu dia
balas serangan Aksan..
Dengan membabi-buta dan kesal fred lancarkan pukulan, tapi fred
berusaha sabar karena jika terbawa emosi akan mudah lelah dan akhirnya usaha
latihannya sia-sia
“ rasakan
ini.” Fred lalu tonjok dagu dan
pipi aksan yang udah babak belur
“
kau akan tau akibatnya.” Kata aksan sambil mengeluarkan darah dimulutnya
“ masa bodo, makan nih.” Fred terus memukuli lalu menatap kearah
Om hans
Om hans
menggelengkan kepala tandanya fred harus mengeluarkan tubuh aksan jika tidak
aksan dapat mati.
Setelah tubuh aksan keluar polisi lalu memborgolnya.
“ sini…” Sella lalu obatin kening dan punggung fred yang tadi
terluka
“ apa iya adik dan kakakku mereka sandera?”
“ gak mereka bohong tadi cilla menelpon mereka semua baik-baik
aja.”
“ baguslah aku khawatir. Udah ini giliran siapa?”
“ gak tau gak kenal, udahnya aku lawan Alicia. Lalu cilla lawan
johan.”
“ oh.. aku yakin kamu menang.” Fred lalu menatap sella dengan
yakin.
Sella
hanya senyum aja, 5 menit kemudian giliran sella beraksi.
“ doain sella yah.” Sella lalu menatap mata fred
“ iya, aku yakin kamu menang.” Kata fred yakin
“ ini kesempatan kita liat apa yang
udah sella latih.” Om leo lalu deketin fred
“ iya om, selanjutnya nanti aku lawan muridnya yang bernama
ray.”
“ Om tidak khawatir
yang om takut kamu lawan kakek sarlim atau salim, dia tangguh dulu aja Om kalah
10 tahun lalu, dia seimbang dengan Om hans.” Kata om leo cemas
“ oh yaa…” fred menatap ke arah kakek salim yang dilihatnya
kurus, kecil tapi berwajah sangar.
Mereka
lalu memperhatikan sella, dari kejauhan sella tampak senyum kearah fred. Alicia
lalu menyerang dengan cekatan, dengan santai sella mengelak, Alicia makin
garang tapi sella masih tetap tenang.
‘ bugg..’ sella dengan sekali tonjok memukul pipi kanan dengan kencang
dan Alicia keluar lapangan.
“ hahhh..” fred dan Om leo terpana semua
Semua
penonton bertepuk tangan mereka salut dengan gaya sella memukul.
“ hebat gak ?” tanya sella sambil merangkul tangan fred
“ huuu sombong yah.” Fred hanya senyum
“ daripada buang-buang tenaga, kalo aku nyantai pertahanan dia
bagus, eh kita liat aksi cilla.” Dengan manja sella merangkul leher fred
Cilla berhadapan dengan johan tapi nasib sial dihadapi Johan, dia
tergelincir sendiri setelah beberapa pukulan tidak mengenainya dia jatuh ke
bawah lapangan, tapi menurut fred dan sella
johan tidak tergelincir tapi terkena pukulan jarak jauh cilla. Semua
peserta lalu lolos babak tinggal sisa 10 orang Fred berhadapan dengan Ray
saat ini.
“
hay sudah lama gak jumpa.” Ray lalu ajak salaman terlebih dahulu
“ iya, aku juga ga sangka kamu murid sella.”
“
iya, sudah 3 tahun aku dilatih, kabar beredar kamu juga dilatih yah,
tunjukkan.” Tantang ray ke fred
“ boleh…” ucap fred sambil pasang kuda-kuda boxing.
Mereka saling serang, tapi hasil udah bisa diduga karena ray
udah 2x dikalahkan Fred tahun-tahun lalu. Tapi dia memberikan sedikit
perlawanan, tapi 5 menit kemudian stamina ray kurang menurun sedangkan fred
terus mendesaknya.
“
hebat, jarak kita makin jauh.” Ucap ray
“ ayolah.. tunjukkan semua.” Tantang fred
“
ini jurus terakhirku. Terima ini.” Ray lalu bersiap dan mengeluarkan tenaga
dalamnya
“ ah…” ini yang fred tunggu dia juga lalu waspada
Ray
mengeluarkan tangan kanannya kearah fred tiba-tiba angin kencang melanda
sebagian arena besar itu.
“ wuaaa…” fred salto kekiri 2x
‘ duggg..’ tiba-tiba lantai tadi retak karena
dihantam ray
“ hebat.” Fred acungkan jempol
“
masih ada lagi. Hmm…” ray lalu tarik nafas panjang
Fred tetap waspada diam-diam dia mengeluarkan tehnik boxingnya yang
telah dia perbarui untuk melawan ray.
“
hiattt…” ray lalu menonjok
“
hiaaattt…” tapi fred juga balas
dengan menonjok balik
“
jangaaannn…” teriak sella ke
Fred.
‘
prakkk…’ seisi arena bergegup kencang
karena kekuatan mereka tinju mereka saling berhadapan.
Luar biasa Fred memukul tangan kanan Ray langsung yang
mengeluarkan tenaga dalam setelah itu fred pukul perut ray dengan tangan
kirinya.
“
kamu menghadapi langsung tinju pamungkas aku, kamu sungguh hebat Fred.” Ucap
ray salut
“ kamu juga hebat.” Puji
Fred
“
Puahhh….” tiba-tiba ray muntah darah dan terjatuh.
Fred menang, seisi arena kaget begitu pula sella dan cilla yang
terbengong.
“ jurus apa yang kamu pakai?” tanya sella penasaran
“ boxing biasa.” Jawab fred jujur
“ pukulan ray dapat menghancurkan tembok bahkan batu, apa iya
boxing kamu lebih hebat.” Puji sella
“ jangan kamu pikirin sekarang kamu sana lawan kakek salim.”
“ oke, berat nih..” sella lalu tarik nafas panjang
“ optimis dong sel, ayo.” Om leo lalu
menyemangati
“ iya ayo yakin.” Fred lalu tepuk-tepuk bahu sella
Kakek Sarlim (salim)
terkenal dengan cakar macannya, konon batu dan beton aja bisa dia hancurkan,
dia seimbang dengan cilla dan beberapa tahun lalu sella kalah
“
pa kabar sella, siap dikalahkan ke-2 kali?” tantang kakek salim
“ rasanya terbalik kek, kakek makin tua dan saya makin hebat
loh.” Ucap sella optimis
“
kita coba saja, ayo.” Kakek salim lalu bersiap dengan kuda-kudanya
Tanpa
pikir panjang Sella mengeluarkan
tehnik wushunya, kakek dapat menangkisnya. Lalu
kakek salim membalas serangan sella dengan gaya khas kasarnya, terlihat
jelas sella menjaga jarak dan menghindar, sella lalu terpancing emosinya dia
malah mengeluarkan jurus karate.
‘
buugggh…’ sella membuat kesalahan dan
bahunya terkena cakaran macannya
“ aduh.” Sella tampak kesakitan
“ tenang sella...” Teriak cilla dari jauh
Sella lalu memilih bertarung jarak dekat, begitu ada kesempatan dia
dapat membanting kakek dengan sekuat tenaga. Begitu kakek jatuh, sella tidak
menyia-nyiakan dia lalu berlari dan hendak memukul kearah kepala, tapi kakek
itu lebih siap.
‘
srettt…’ cakaran lain mampir di perut
sella merobek bajunya sedikit.
“ gawat.” Kata fred cemas
“ santai Fred, sella
tau akan bertindak apa.” Ujar om leo
Sella kembali memilih bertarung jarak dekat, dia gabungkan
tehnik yudo dan wushunya, dan ketika agak lengah sedikit dia dapat membanting
kakek itu lagi, disusul dengan pukulan tenaga dalamnya, tapi lagi-lagi kakek
itu juga bersiap.
‘ krakkkk…’ lantai arena retak-retak terkena
sabetan cakar macan kakek
“ haha.. kena kau. Hiaaat..” sella berhasil menendang leher
kakek salim dengan telak
“ baguuus.” Kata
fred seneng
Kakek jatuh dan terpelanting hebat, karena masih emosi sella masih
menghadiahi kakek tendangan lain.
“
cukup. Saya menyerah.” Ucap kakek itu dengan pipi dan dahinya berdarah
“ kejem juga sella.” Kata om leo ke fred
“ iya, kalo udah emosi gawat.” Fred lalu ambil obat luka untuk
sella
“ aku ganti baju dulu yah.” Kata sella melangkah ke locker room.
“ aku temenin yah.” Pinta fred sambil ketawa
“ enak aja.. wuuuhhh..”
sella lalu masuk ke locker room wanita
Lalu
giliran Lydia melawan Brost, tubuhnya gempal seperti pesumo, Lydia juga
agak kewalahan tapi hanya beberapa menit dia menang. Lalu riska sang baju besi
juga hadapin musuhnya dia berhadapan dengan steve yang masih murid sella, tapi
pertandingan tidak berlangsung sengit karena steve tau kelemahan riska
dipunggungnya.
Disemi
final akhirnya Fred bertemu Cilla dan sella bertemu adiknya Lydia. Peserta lain
kalah oleh kehebatan mereka ber-4.
“ ini yang kutunggu.” Cilla melompat-lompat diarena
“ sama, ayo..” fred lalu bareng ke arena dengan cilla
Mereka lalu bersalaman terlebih dahulu, penonton tampak makin memanas
menyaksikan pertandingan yang makin seru.
Mereka
bareng menyerang tapi tampak cilla bergaya lebih kasar dibanding fred, fred
berusaha mengandalkan kecepatannya dia ingin cilla agak lengah dan letih dengan
serangan-serengan brutalnya.
“ kamu banyak kemajuan dari 10 hari yang lalu.” Puji cilla
“ oh ya. Ayo lanjut.” Kata fred tanpa mao banyak dipuji
Cilla akhirnya sadar kalo Fred memancing agar dia letih karena
pertandingan ini makan waktu 30 menit, dengan cekatan cilla juga ikutan
keluarkan kecepatannya, kakinya kini ikutan menendang
“ bagus..” kata fred seneng lalu mengeluarkan jurus yudonya
Tampak sella dan cilla kaget karena fred dapat jurus yudo,
tanpa banyak kata begitu tubuh cilla dilantai lagi-lagi fred membanting tubuh
kurus cilla dengan jurus gulatnya yang dia gabung kini tubuh cilla melayang diudara.
Fred konsentrasi dan mengatur keseimbangannya dia hentak menghantam
tubuh cilla di udara.
‘ hiaaa…’ fred lalu hantam tubuh cilla
Tapi
cilla tidak bodoh dia menahan dengan kedua-tangannya, ketika dia membalas
serangan fred ternyata sudah siap membanting untuk ketiga kalinya kali ini
kearah luar arena
“ ciat..” teriak
fred dengan kenceng
Nyaris saja tubuh cilla keluar tapi cilla dengan cekatan salto dan
kembali ke pinggir arena
“ nih… yiiaaa….” cilla leluarkan telapak mautnya
“ hih…” fred juga keluarkan jurus dentuman ciptaan tony
Keduanya terpental, tapi fred tetep jatuh diarena
sedangkan cilla jatuh ke penonton, dia terpental sekitar 5 meter.
“ huuf.. akhirnya.” Kata fred seneng sambil berusaha berdiri
“ aduh.. penuh kejutan sekarang kamu.” Cilla lalu kembali
kelapangan dan salaman kembali dengan fred.
“ he..he.. masa, makasih.” Fred juga lalu angkat tangan cilla
Penonton
riuh dan bertepuk tangan, fred dikasih waktu istirahat 1 jam untuk bertanding
di final, lalu giliran sella melawan lydia.
Hasilnya sudah dapat ditentukan, dalam 10 menit saja lydia kalah karena
dia masih muda dan kurang pengalaman. Kini sella dan fred sedang sibuk
menyiapkan diri karena tar lagi mereka akhirnya berhadapan
“ kenapa menatap aku gitu?” tanya sella ke fred
“ kamu cantik pake baju gitu. Gimana luka kamu.” Ujar fred agak
sedikit senyum
“ luka luar, kayanya kamu lebih agak banyak luka loh.”
“ sama aja, aku ga sangka kita beneran ketemu difinal.”
“ kalo sella udah sangka, karena kamu makin hebat.” Kata sella
jujur
“ masa? Aku hebat karena kamu.”
“ bukan, sella cuma mengarahkan. Diri kamu sendiri yang
mengembangkan. Banyak kejutan yang aku liat sejak tadi.” Sella lalu ambil
sarung tangannya
“ masa?”
“ iya kamu bisa yudo, keseimbangannya makin bagus, juga tenaga
dalam kamu juga aku takjub.”
“ beres pertandingan makan malem bareng yah.”
“ boleh. Tapi apa yang terjadi diarena jangan dendam loh.”
“ oke.” Jawab fred singkat lalu berdiri dengan yakin.
PERTUNJUKAN – UTAMA
“ kita kasih hiburan terbaik untuk penonton. Berikan jurus
terbaikmu.” Ucap sella
“ oke, aku akan serius kali ini.” Fred lalu salaman dengan sella
Fred lalu
melihat wajah Om hans, dia hanya menganggukkan kepala.
“ serang aku…” saran sella menantang fred
“ oke..” fred lalu berlari dan menyerang sella
Keliatan
sekali kepiawaian sella menahan dan menghindar, fred cukup senang tapi dia gak
mao terpancing, dia ubah serangannya sambil mencari titik kelemahan sella
“ cuma segitu sayang ?
Ayo lagi…” Keluh sella kecewa dengan serangan fred
“ belum, rasakan ini.” Fred memadukan wushu dan thai boxingnya
Sekarang bagi fred untuk sungguh-sungguh keluarkan kemampuannya.
Tiba-tiba dia dapat memukul kening sella dengan telak.
“ asik kan?”
“ lumayan, bagus banget. Lagi…” Sella senyum dan pegang
keningnya
“ sakit ngga ?” fred agak cemas karena sella pegang kening
“ gak malah minta lagi. Hiiii…” sella lalu mundur dan atur
serangan
Thai boxing fred padukan dengan karatenya, dia terus hantam dan sella masih
mengelak dengan sempurna akhirnya fred putuskan tae kwon donya dipadu dengan
boxing agar sella terkejut.
Sella
mundur lagi beberapa langkah melihat fred makin sempurna gerakannya dan
mengatur nafasnya.
‘ doorrr..doorrr…’ tiba-tiba suara
pistol berbunyi.
“ acchhh… “ rupanya
tangan kiri fred tertembak.
“ sialan, leo mafia di arah jem 7.” Hans lalu
loncat dan lindungi fred.
Mendadak seisi arena dan penonton panik, cilla dengan sigap menunjuk
kearah yang ditunjuk Om hans, beberapa anak buah berkumpul diarena dan sella
juga tampak melindungi fred.
“ Lydia ambil perban dan obat.” Sella lalu menyuruh lydia
“ baikkk...” Ucap lydia sigap
“ kita hentikan pertandingan ini ayo kamu ke
tempat istirahat.” Ajak Om hans
“ gak mao saya masih pengen bertanding.” Ujar fred
“ kita lihat situasi dulu aja, yuk..” sella lalu memapah fred
yang darahnya keluar di tangannya
“ huuu dulu tangan kanan sekarang tangan kiri, sialan.”
“ aku keluarin pelurunya yah, tahan.” Ucap sella
“ iya.”
Dengan
tenaga dalamnya sella berhasil keluarin peluru lalu dia kasih obat dan lilit
tangan fred. Panitia juga kasih obat-obatan dan datang seorang dokter memeriksa
luka fred.
“ oke udah selesai, 5 anggota terakhir udah ditangkap, sorry
kukira tinggal 4 komplotan mereka. Fred kamu lanjut atau ngga?” tanya cilla
“ bener-bener aman gak?” tanya sella
“ dijamin, gimana Om hans menurut kamu?” Cilla lalu liat wajah
om hans
“ rasanya iya, tapi fred masih berdarah, kamu
yakin?” om hans melihat kondisi fred
“ yakin, ayooo... Kita udah lama menunggu ini, penonton juga
kesian.” Fred lalu berdiri
“ batal aja, aku rasa gak imbang.” Sella menolak
“ ayo sel, udah lama kita ingin bertarung kan?”
“ tapi tidak kondisi ini, ini gak adil.” Sella lalu gelengkan
kepalanya
“ aku masih bisa, ayo lekas.” Fred tarik tubuh sella kelapangan
“ kamu yakin?”
“ iya sangat yakin, keluarkan semua kemampuan kamu, kamu yang
suruh berjuang dan kerahkan semua.”
“ baik.., tapi sella mana tega.” Sella lalu liat tangan fred
yang sesekali mengeluarkan darah
Penonton
lalu membuat suasana hidup kembali, fred juga dengan tenang kembali ke tengah
lapangan, sella juga mengatur nafasnya walau sesekali perhatiin tangan kiri fred.
“ rasakan ini.” Fred kembali serang sella dengan tangan
kanannya.
Emang agak terlihat tidak sekejam serangan tadi, sella dengan
mudah hindari itu semua, karena dianggap remeh fred paksain tangan kirinya
untuk menyerang. Lama-lama sella kewalahan juga lalu dia hadiahin tonjokan ke
perut fred.
“ oughhh... hebat.” Fred kesakitan tapi seneng karena sella
serius
“ jangan maksain.” Ucap sella
“ tutup mulut kamu. Ayo terus…” fred menangkis tangan sella
Fred
makin kasar, dia gak mao dianggap cengeng, dia ingat tadi sella kalah dengan
serangan gabungan tae kwon donya. Secara ajaib sella terkena lagi pukulan
dipipinya.
“ kamu maksa, baiklah sella serius.”
“ iya dong, udah sebulan kita tunggu ini.” Fred lalu senyum
Sella
dengan lentur menendang fred, fred dapat menangkis semua karena penasaran fred
ikuti gerakan sella menggunakan tehnik wushu dan boxing yang padahal dia gak
kuasai.
Tapi terlambat sella hanya senyum liat fred jadi agak kaku karena
meniru gerakannya, dengan mudah kelemahan fred terlihat diperut dan pahanya.
‘ buggg… buugggg..’
sella memukul telak ke perut dan paha fred
“ hehe.. aku gak bisa wushu, nih gaya aku sendiri.” Fred lalu
pasang kuda-kuda khasnya
“ yah harus jadi diri sendiri dong, kamu malah terlihat kemayu
dengan jurus wushu.” Ledek sella
“ Kurang ajar.” Fred lalu ketawa dan mulai menyerang lagi
Lama-lama keduanya serius lagi, fred sedikit juga tidak merasakan sakit
dilukanya, begitu juga sella sudah tidak merasa sakit dipipi dan keningnya.
Serangan
sella makin kejam juga tubuh mereka berdua banyak terkena terjangan
masing-masing dari ilmu, cuma fred agak sedikit lebih banyak terkena. Melihat
kondisi gak menguntungkan fred buru-buru menyiapkan ilmu dentuman karya Om
Tony.
Tepat
ketika sella akan menyerangnya dengan teknik yudo jarak dekatnya.
‘
bruggg…’ tubuh sella menerima
dentuman
“ gak kena.” Kata sella melindungi tubuh dengan kedua tangannya.
“ oh ya. Coba lagi.” Fred lalu menipu sella
Dia seolah-olah akan mengeluarkan dentuman lagi tapi ternyata
sebuah sabetan. Sella tidak mengira padahal dia bersiap menahan dengan tangan
kirinya.
‘
sreeppp….’ tangan kiri sella berdarah
Penonton takjub dan mereka anggap sekarang kedudukan seimbang,
mereka berjuang habis-habisan.
‘ keadaan seimbang,
waktu kalian 10 menit lagi. Pertandingan hingga akhir.’ Kata om hans selaku
wasit
“ huuu gak sangka udah lewat 30 menit, kamu hebat...” Fred lalu
berdiri lagi
“ kamu juga tangguh, ini yang aku tunggu.” Sella lalu
mengacuhkan tangannya yang berdarah
Entah
kerasukan atau apa tiba-tiba pukulan dan tendangan sella seperti melayang
semua, pelan tapi pasti fred tidak bisa melihat semua gerakannya, mungkin ini
jurus terhebat sella.
Punggung,
kaki, pipi dan pinggang fred kena, fred lalu jatuh dan dia menyiapkan tehnik
sabetan lagi.
Tapi
sella sudah mengira dia mengelak dengan tenang, buru-buru fred paksain tangan
kirinya yang keluarin dentuman. Sella lalu terjatuh karena dentuman lalu sella
melihat fred yang memaksakan dirinya
“ hati-hati sayang, jurus itu tidak boleh digunain banyak.
Merusak tubuh dan cepat lemas.” Sella kasih nasehat
“ masa bodo. Ini diriku dan harga diriku.” Fred lalu mengeluarkan jurus terakhirnya karya Om hans
“ jangan gitu ah, aku jadi gak tega…”
“ Diaaammmmm…..” bentak fred
Seisi arena bergetar hebat. Om leo dan om hans juga takjub walau
gelisah memikirkan efek dari jurus harmony.
“
astaga…” Sella kaget liat tubuh
fred memerah
“ serang aku.” Fred lalu senyum
“ hiat… ciattt…” sella menyerang
“ huaaa…” dengan santai fred membalas dan sella terpental
beberapa meter kebelakang
Kepala sebelah kiri sella tepat terkena serangan fred, sella
tampak agak pusing tapi dia berdiri lagi dan terlambat karena fred memukul lagi
bagian perut dan pinggangnya.
“ wuaaa…” sella berteriak kesakitan lalu bersalto.
“ ayo dong sel. Masa cuma segitu.” Fred lalu ketawa seneng
“ jurus aneh, semua gak mempan.” Sella bingung
Dengan seenaknya
fred menjajal jurus sabetan dan dentuman saat menggunakan jurus harmony.
Sella
berusaha mengelak tapi kakinya terluka terkena, dan sebagian arena rusak saat
fred keluarkan dentuman ke tubuh sella.
“
aduuuh..” sella lalu terjatuh
dengan telak
Fred melihat tangan dan tubuhnya mulai agak membiru, dia atur nafas,
mungkin sella emang udah kalah.
“ belum fred..” sella lalu kembali berdiri
“ kamu udah terluka, belum nyerah sel?”
“ aku bilang belum… hiattt..” sella menendang kearah leher fred
Tapi percuma jurus harmony emang tangguh, fred lalu mendekati
sella, tapi sella bersalto kebelakang lalu berteriak kencang
“
oughhhh…. huuuuuaaahh…” kata
sella lantang mengeluarkan tenaga
Arena
juga bergetar hebat, tampak dari wajah sella agak merah padam, fred juga kaget
tapi hanya wajahnya yang merah
“ oke aku terima tantanganmu.” Fred memukul dengan gaya sabetan
2 tangannya
“ aku juga bisa. Huuaaa…”
sella juga mengeluarkan kedua tangannya
Mereka
mengadu tenaga, keduanya saling menempelkan tangannya untuk mencari tau siapa
tenaga yang paling hebat. Keduanya lalu sama-sama terpental karena tenaga lawan
“ hiaaaa…
ciyaaattt….” sella menendang
kearah kepala fred
“ hiaaatt….” Fred juga gak mao kalah dia pukul lagi kepala sella
Mereka berdua terkena dan terpental kembali, tapi sella gak
sadar kalo dirinya sudah melewati arena tapi sella gak sadar itu karena dapat
melayang di udara. Sementara fred masih di arena dengan kondisi telungkup dan
lemas.
‘ prittt….’ Wasit meniup pluit
“ sella kalah, fred
menang turnamen.” Ucap om hans
Penonton
bersorak kenceng, cilla dan lydia mendekati Sella, Om leo berlari kearah fred.
“ hans sini, fred
tidak bernafas…” Kata Om leo panik
“ oh ya.” Om hans lalu turun
“ apa..?” Sella lalu mendekati walau badannya udah rapuh
“ ambil oksigen, Leo
bantu pukul jantungnya.” Ucap om hans ke om leo
BERSAMBUNG…
NEXT….
SANG PENOLONG…
“ luar biasa. Pemenang kedua dengan 15
meter dalamnya ada 2 orang yaitu sella dan salim. Pemenang utama ada 2 fred dan
cilla sama 17 meter.” Kakek z kasih pengumuman
New World 2
Sang Penolong…. ( 02 )
Penonton
bersorak kenceng, cilla dan lydia
mendekati Sella, Om leo berlari kearah fred.
“ hans sini, fred
tidak bernafas.” Kata Om leo panik
“ oh ya.” Om hans lalu turun
“ apa..?” tanya sella lalu mendekati walau badannya udah rapuh
“ ambil oksigen, Leo
bantu pukul jantungnya.” Ucap om hans ke om leo
“ baik.” Leo lalu
pukul-pukul jantung fred
‘ bugg..bug…’
perlahan fred bisa menafas tapi hanya sesaat
3 pendekar panik, mereka menatapi wajah Fred, terutama sella hingga ga sadar dia
menangis dan gak peduliin lukanya.
“ Fred bangun, kamu pria kuat.” Sella lalu periksa detak nadi
fred
“ iya ka fred ayo.”
Lydia juga lalu pukul-pukul wajah fred
“ minggiiir…, semua bodoh..”
kakek salim lalu datang
“ kakek...” Sapa cilla kaget
“ dia kesakitan dan sangat letih oleh pertarungan,
cepat bawa ke utara ke kakak aku.” Saran
kakek salim
“
siapa kakak anda?” tanya om hans
“ Zarlim, cepat. 3 pendekar wanita ayo gotong dia.”
Ujar kakek lagi kasih perintah
“ dengan apa kita kesana?” tanya cilla
“ jangan pura-pura kalian bisa terbang dan melayang,
dalam 35 menit kita tiba, ayo lekas aku sudah tua gak kuat bawanya, cepat ikuti
aku.” Kakek lalu melayang dan terbang kearah
utara.
“ baik, ayo lydia.” Cilla pegang badan fred
Sementara lydia dan kakek salim memegang kaki dan kepala fred, mereka
dengan gesit terbang ke utara. Sella ingin ikut tapi dilarang om hans.
“ kamu disini aja kita
menyusul malam hari, aku berikan tenaga dulu dan obati kamu.” om hans duduk
dibelakang sella
“ saya gak apa-apa koq.” Sella lalu atur nafasnya
“ gak apa-apa gimana, darah kamu juga gak berhenti, sudah diam…” Om leo lalu kasih
obat ketangan sella
“ Fred sangat sayang
kamu, jika dia sadar pasti dia juga larang kamu pergi dengan kondisi ini.” Om
hans lalu transfer energy ke tubuh sella
“ benar.., kita juga
jangan sampe masyarakat geger karena banyak yang terbang, akan gak baik bagi
kita, nanti aja maleman kita kesana bersama.” Leo lalu liat suasana didepan
arena
“ ya udah aku juga percaya dengan cilla dan lydia.”
“ saat ini fred juga
belum dapat terbang, jangan sampe dia tau. Kalo tidak dia akan kira kita
pembohong. Aku ingin tanya satu hal sel.” Tanya hans ke sella
“ ada apa Om?”
“ dipertandingan tadi
kamu mengalah yah?”
“ tidak, awalnya iya tapi diakhir aku berikan yang terbaik.
Pasti Om hans yang ajarin jurus terakhir fred.”
“ iya, itu jurus
harmony. Kamu tadi gak keluarkan jurus pamungkas kamu sel?”
“ sudah setengah, jika full power saya juga belum dapat
menahan.”
“ apa mirip dengan jurus harmony hans?” tanya om leo
“ iya, tapi hanya gebrakan-gebrakan biasa, jika seluruh
dikeluarkan jantung saya gak kuat.” Kata sella jujur sambil menarik nafas panjang
“ kalo gitu mirip dengan sabetan aku gitu yah.”
“ iya, agak mirip juga.”
“ jadi bisa dibilang
kamu masih unggul sedikit dari fred, kamu luar biasa.” Puji om hans sambil
tarik nafas selesai kasih energy
“ ah ngga juga.” Sella lalu merendah
Disisi lain cilla terus terbang bersama lydia, gak lama kemudian kakek
salim turun disebuah perkampungan kecil dan kumal.
“
turun sini.” Saran kakek salim
“ iyaaa.” Kata cilla dan lydia serempak.
Kakek sarlim
menggedor pintu sebuah rumah tua, ukurannya paling besar dibanding rumah
lainnya juga banyak terdapat tanaman liar.
“ ada apa salim?” seorang kakek renta lalu keluar
“
tolong anak muda ini kak, dia terluka oleh tenaganya sendiri.” Kakek salim lalu
mendarat
“ cepat bawa masuk sini.” Kakek zarlim bereskan bangku
panjangnya
Kakek zarlim ( kakek Z ) emang tampak lebih tua dari salim, tapi dia masih tegap dan masih tampak
berwibawa, gaya dandannya juga seperti seorang sinshe ( tukang obat).
“ luar biasa dia masih bernafas tapi sangat sulit, dia rusak
pencernaan dan aliran darahnya sendiri, kalian ambil obat-obatan itu semua,
cepat.” Perintah kakek zarlim
“ iya.” Mereka lalu
kasih obat yang dimeja
“ masih bisa ditolong, anak muda sekarang emang jenius. Kalian
minggir dulu...”
Kakek
zarlim ambil segenggam rumput liar ditangan kanan lalu beberapa pil ditangan
kiri, lalu dengan tenaga dalamnya dia angkat tubuh fred yang sudah sekarat. Dia
lalu sibuk menotok dan membalurin obat dibeberapa titik, mulut fred juga
dipaksa dibuka untuk menelan beberapa obat.
“ kalian istirahat aja, 1 jam lagi anak ini akan sadar.” Kakek
zarlim lalu elap keringetnya
“ oke. Makasih kek.”
Kata lydia ramah
Lalu
cilla menelpon om leo kasih kabar kalo fred udah baik-baik aja. Kakek zarlim
lalu bertanya tentang awal kenapa fred sakit, dia juga bertanya gurunya dan
seluruh keluarga fred.
“ keluarga Eduardo, rasanya saya kenal.. dulu ada juga orang
bernama Reymond Eduardo, dia jago beladiri sekitar 50 tahun lalu, tapi rasanya
sudah meninggal. Kalo kalian siapa gurunya?” tanya kakek zarlim ke cilla dan
lydia
“ guru saya polisi dia dari selatan namanya timothy. Sedangkan
adik saya diajari oleh Frans seorang tentara.” Kata cilla dengan ramah
“ lalu kalian koq bisa kenal salim?”
“ Kita musuh bebuyutan, tapi menghormati beliau diluar arena.”
Ucap cilla lagi
“
haha.. saya emang masih ingin bertarung kak, mereka hebat julukannya 3 pendekar
wanita.” Kata kakek salim sambil ketawa
“ kamu emang tua-tua keladi.” Kakek zarlim lalu menunjuk ke kakek
salim
“
mereka tangguh saya jadi senang bertarung dengan mereka, walau gaya dan jurus
saya udah tua tapi masih ingin mengimbanginya.” Kakek salim lalu menatap ke
arah cilla dan lydia sambil senyum
“ Salim, kamu dari dulu terkenal keras, cobalah gunakan ilmu
tertinggi dari semua beladiri.”
“
ilmu tertinggi, ilmu apa itu?” tanya kakek salim
“ tai chi, ibu dari semua ilmu silat, dan juga merupakan ayah
dari semua bidang tenaga.”
“ saya pernah dengar, benarkah sehebat itu.” Tanya cilla
“ tentu, selama 25 tahun saya dengan reymond tidak terkalahkan.
Saya juga kenyang dengan ilmu-ilmu dijaman saya seperti karate, kepala besi,
auman singa, kungfu-kungfu klasik dan
jurus unik lain. Sekarang tai chi malah disalah gunakan.” Kakek zarlim lalu
menjelaskan dengan detil
“ bagaimana
mempelajarinya?” tanya lydia dengan gesit
“ mudah, mempelajari alam. Mempelajari gerakan, wushu juga agak
mendekati tai chi tapi intinya beda jauh. Besok pagi kalian ku ajari semua.”
“ asik..” kata cilla seneng.
“ kalo boleh saya jujur, saya liat anak muda ini kurang baik
belajar kungfu, siapa nama anak ini? Saya lupa hanya ingat eduardonya?” tanya
kakek ke cilla
“ dia fred, dari Frederick Eduardo.”
“ iya.., fred mungkin jenius dan bisa mengembangkan ilmu, tapi
bisa bahaya bagi dunia kalo dia salah jalan, saya liat dia sangat ambisi.”
Kakek zarlim mengeluarkan isi hatinya
“
kenapa gitu? Apa dia mirip aku?” Kakek salim lalu melihat fred yang sedang
tertidur
“ jauh dari kamu, kamu hanya kreatif disatu bidang, fred saya liat
bisa jadi sumber malapetaka dimasa depan. Ambisi dia bisa menaklukan dunia dan
persilatan.”
“
apa iya? Dia terbang aja belum bisa?” kakek salim lalu memandang fred
“ terbang hanya masalah waktu, ilmu tinggi kaya yudo, tenaga
dalam aja bisa dikuasai beberapa hari.”
Cilla dan lydia agak cemas dia
menanyakan apa yang harus dilakukan.
“ tidak ada yang bisa kita lakukan, walau kita gak mengajari
ilmu, dia dengan mudah mencari ke wilayah timur, tapi jangan harap dia pergi ke
barat. Disana banyak ilmu hitam.” Ucap kakek zarlim
“ iya juga, apalagi
dia punya uang dan kedudukan.” Lydia melihat fred dan agak cemas
“ cilla dengan fred berjodoh, tapi saya tau sepertinya cilla
malu yah mengakuinya?” tanya kakek zarlim sambil senyum ke cilla
“ iya saya gak munafik, tapi adik saya marsella menyukainya
juga.” Ujar cilla jujur
“ haha.. mencintai tak harus bersama, kalian bisa jadi saudara
angkat. Lalu bisa mengawasi fred dari kejauhan bila salah jalan.”
Tubuh fred bergerak, dia lalu menguap.
Cilla lalu deteksi nadinya gak lama fred pun bangun.
Mereka menjelaskan kefred bahwa dirinya ada dirumah kakek
zarlim, dan 2 jam kemudian sella dan Om hans tiba.
“ kamu ga apa-apa.” Sella memegang
kening fred
“ udah sehat, yuk tanding lagi.” Tantang fred sambil ketawa
“
hahahaaa…” mereka semua ketawa dengan keras.
“ aku cemas…” sella memeluk fred dengan erat
“ makasih.. udah ah malu pada ngeliatin loh.” Fred lalu lepasin
pelukan sella
“ he he iyaaa…. Maaf.” Sella
lalu menunduk dan menatap sekelilingnya
“ kamu kenapa mata kamu lebam gitu, nangis yah ?”
“ iya.. hihiii.. sella khawatir.” Sella lalu usap-usap jari
tangan kiri fred
Cilla
dan lydia berusaha tidak kasih tau fred tentang ramalan kakek Zarlim dimasa
depan dia mungkin akan jadi sumber petaka dunia, bahkan sella yang sedang jatuh
cinta juga tidak mereka beritahu dulu.
“ tangan kamu udah gak luka sel.” Fred lalu pegang tangan sella
“ om hans dan om leo obati aku. Sekarang aku udah sehat juga.
Kamu ?” tanya balik sella
“ agak pening aja, ama lapar.” Fred lalu ketawa dan pegang
perutnya
“ sella bawa makanan, yuk makan sama-sama.”
Mereka makan bersama, gak lama mereka menginap semua karena rumah itu cukup luas. Sella
lalu diceritakan masalah ramalan kakek z dan dia agak shock dikit. Paginya
mereka bangun dan dilatih oleh kakek zarlim ( kakek Z)
“ kalian kesini naek apa?” tanya fred ke om hans dan sella
“ oh..diantar leo,
tapi dia pulang.” Jawab hans agak gugup
“ jarak selatan dan utara ribuan kilometer, paling cepet naek
pesawat aja 3-4 jam, kalian hanya 2 jam lebih, jangan bohong.” Fred lalu
melotot kearah hans
“ maafin om hans, kami dapat terbang.” Kata sella jujur
“ terbang..? siapa yang terbang..??” fred menatap sinis sella
“ Fred..disini hanya kamu yang gak bisa terbang. Itu hanya
masalah waktu, ayo sini saya tunjukan sesuatu.” Ajak kakek Z
“ apa…?? siaaal….?” Fred lalu berlalu dan deketin kakek z sambil
agak marah
“ hans, ambilkan bola plastik dekat kakimu lempar sini.”
“ baik.” Kata om hans
sambil lempar bola ke arah kakek z
“ tai chi sebetulnya awal dari semua gerakan, sama seperti
nafas. Tapi banyak disalah artikan. Lihat ini.” Kakek z lalu pegang bola dan
memutar-mutar seperti pebasket.
Keajaiban terjadi,
seolah ada badai disekitar halaman, semua rumput berterbangan kearah bola
plastik itu menumpuk jadi 1bola raksasa.
“ hiaaa…” kakek
lalu melempar bola keudara
Sesaat badainya berhenti bola plastik itu tidak ditempeli rumput
lagi.
“ sebuah bola butut jika dikasih tenaga akan sangat baik, jika
dikasih tenaga lagi inilah yang terjadi.” Kata kakek z
Secara ajaib bola itu dapat melambung sendiri seperti bola
basket lalu kakek zarlim tekan dan kasih tenaga lagi maka bola itu melambung
kebeberapa pohon
‘
prakkk….gubprakkk…’ semua pohon yang kena
bola langsung tumbang dengan mudah
Mereka menonton dengan penuh pesona. Kakek z lalu masukkan bola itu
kedalam air digentong.
“ air, angin, api adalah unsur alam, selama ini kita yang
mengendalikan alam, padahal sebetulnya tidak. Lihat…” Dengan tenang kakek
memutar-mutar bola digentong
Dari bawah gentong tercipta pusaran air, makin lama makin hebat.
Kemudian kakek z pukul bola itu dan seketika itu gentong hancur dan
cipratan air keluar masih berbentuk pusaran
“ indah..” kata lydia
seneng
“ koq bisa gitu?” tanya fred takjub
“ inilah tai chi. Ilmu alam, dan ilmu semua tenaga.” Kata kakek
z dengan tenang
“ ajarin…” Pinta sella
“ aku dulu.” Kata Om
hans
“
jangan gitu, saya adiknya.” Kakek salim juga gak mau kalah
“ ha…ha.. kalian tenang semua inti tai
chi ada ditenaga kalian…” Kata
kakek z
“ oh ya, apa
buktinya?” tanya lydia
“ kamu sini maju, ambil daun-daun itu.” Perintah kakek z ke
lydia
Dengan seneng
lydia maju dan ambil beberapa daun yang jatuh ditanah.
“
lempar daun itu kearah pohon apel sana, ambil sebuah apel untukku.” Pinta kakek
“ hah..? gimana
caranya.” Lydia bingung lalu lempar sebuah daun
“ kasih tenaga ke daun, lalu lempar anggap aja daun itu pisau
terbang. Cepat..” perintah kakek z
Fred dan Sella bertatapan karena penasaran dia juga ambil daun
dilantai dan mencobanya tapi gak berhasil karena daunnya sangat lemah.
Lama-lama om hans dan cilla juga ikutan tapi gak ada yang
berhasil.
“ semua bodoh, fokus dulu. Anggap diri kalian daun, jangan
gunakan tenaga kalian tapi inti alam. Bila ada yang bisa saya tunggu dimeja
makan.” Kakek z lalu masuk dan makan
“
wah kalo gagal gak makan kita.” Kakek salim takut dan ikut ambil daun
“ kata-katanya ngebingungin. Apa itu inti alam?” tanya fred
sambil duduk ditanah
“ Sella juga ga ngerti.” Sella lalu deketin fred
“ kamu kenapa gak bilang bisa terbang?” tanya fred
“ maaf fred saya
menyela, kalo mao disalahkan adalah saya dan yang laen. Kami pikir kamu adalah
bisnisman yang harus naik mobil mewah bukan terbang.” Jawab om hans
“ tapi terbang juga penting, saya ngerasa sella jadi merendah
kemaren dipertandingan.”
“ nggak.. sella kemaren sekuat tenaga, aku berani sumpah.” Jawab
sella jujur
“ kalo aku terbang kita dapat tanding diudara kan seru, lalu aku
gak perlu jatuh dari lantai 3, kalian semua payah. Huuh…” fred melempar daun ke pohon dan berhasil menjatuhkan 2 apel sekaligus
“ hah.. hebat kamu.” Puji cilla yang melihat fred
“ hahh.. aku aja heran, coba lagi.” Fred mencoba lagi dan
berhasil lagi
“ ajarin aku.” Pinta sella manja
“ gak mao, aku mao makan lapar, dadah.” Kata fred dengan agak
sombong dan ambil 2 apel
Sampai didalam kakek z dengan santai makan ayam panggang, tapi
dia gak kaget dengan kehadiran fred.
“ 3 menit, hebat kamu. Saya tau pasti kamu bisa.” Puji kakek z
ke fred
“ kenapa kakek yakin?” fred lalu ambil piring dan duduk
“ mereka mengandalkan tenaga dan sibuk dengan pikiran, kamu
dengan sedikit emosi malah mengubah keadaan, itu juga dasar tai chi.” Kata
kakek z sambil makan
“ saya gak ngerti, emang tadi agak emosi.”
“ marah, dengki, iri, semua sifat manusia. Dari kemarahan dapat
tenaga luar biasa kaya jurus harmony, tapi dari kelembutan sejati juga terdapat
tenaga luar biasa seperti jurus telapak Buddha.”
“ oh jadi saya harus banyak emosi yah?” tanya fred ga ngerti
“ bukan, tapi bisa kendalikan emosi, lama-lama juga kamu paham.”
“ iya deh.” Kata fred sambil makan tanpa ambil pusing
Beberapa menit kemudian lydia masuk sambil bawa apel, lalu
sella, hingga akhirnya semua berhasil. Ternyata benar kata kakek z semua punya
inti tai chi
“ semua hebat kecuali salim, kenapa kamu terakhir.” Tanya kakek
z
“
daunnya habis.” Jawab kakek salim sambil ketawa
“ ah dasar bodoh ini hutan. Bilang saja kamu lambat dan tidak
dapat kontrol tenaga.”
“
iya saya juga aneh kak, padahal saya dan fred sama-sama emosian tapi kenapa dia
lihay?” tanya kakek salim lagi sambil memandang fred
“ beda, anak muda emosinya ga stabil sebentar marah sebentar
baik, fred lempar lagi daunnya ke apel.”
“ baik.” Fred lalu lempar tapi gak berhasil
Daun itu tetap terbang tapi saat kena apel, apel itu gak mao jatuh,
fred mengulangi dan gagal lagi.
“ bodoh kau, pake tenaga.” Kata kakek z dengan galak
“ iya..sial…” fred lalu lempar daun lagi dengan semangat dan
apel itu jatuh dengan terbelah dua
“ wah tenaga kamu berlebihan sampe apelnya belah karena daun,
haha..” kata cilla ketawa
“ oke semua udah kenyang sekarang lihat ilmu hebat tai chi.”
Kakek z lalu ambil sebuah ranting pohon.
Mereka
semua melihat dengan serius, kakek lalu memotong ranting itu jadi 2, dan melempar kearah kiri dan
kanan, tampak sekitar 4 sampe 5 pohon tertembus ranting itu, kakek z ambil
ranting lain yang agak besar dia menyapu-nyapu tanah.
Lalu dia loncat kearah pohon dan memukul dari atas ketanah
dengan kencang
“ happp…” teriak kakek z
Tampak tanah itu berlubang dan
membentuk tulisan yang dalam.
“ huruf ‘Z’.” kata om
hans.
“ iya tapi hebat dalem
banget.” Puji lydia
“ minggir ini yang menarik, ciaattt…” kakek z lalu turun ke
tanah lagi
Dia menggebrak tanah 2x dan tiba-tiba tanah disekitar tulisan
‘Z’ terpancar sinar terang, entah bagaimana tanah itu bisa jadi sangat terang
dan bercahaya.
“ kaya ilusi.” Sella tampak kagum
“ aku malah gak ngerti.” Fred lalu garuk-garuk kepala
“ ini emang agak sulit, perpaduam tenaga dalam yang kusalurkan
lewat ranting, tugas kalian adalah tulislah inisial kalian ditanah dengan
ranting. Tulisan siapa yang terdalam akan lanjut kebabak berikut.” Perintah
kakek z
“ oke..” kata sella dan yang lain semangat
“ sel, kalo aku menang ajarin terbang yah.” Ujar fred
“ iya, tar sore juga sella ajarin.” Jawab sella sambil senyum
“ janji ?” tanya fred lagi sambil pegang pundak sella
“ pastilah.. pegang kata-kata sella.”
“ asik..cihuuuy…” fred
lalu seneng dan dengan gembira dia lompat kearah hutan
“
luar biasa walau tidak bisa terbang, loncatan itu bisa mencapai sekitar
700meter.” Kata kakek salim kaget
“ rasanya lebih lim, liat aja luar pagar itu aja 800meter,
hampir 1km sekali lompat. Anak yang luar biasa menakutkan.” Kakek z lalu senyum
“ lalu gimana menurut kakek?” Sella bertanya ke kakek z
“ aku juga salah terka, dia jauh lebih pandai dari yang kukira.
Nanti kamu ajari dia terbang aja, saya akan arahkan dia menjadi anak baik.”
Mereka sibuk
mengeluarkan idenya dengan jarak berjauhan, rata-rata membuat inisial nama
saja, tapi berbeda dengan yang lain. Fred malah membuat lingkaran besar dengan tenaga
harmonynya.
“ gempa dari mana ini?’ tanya cilla panik
“ lihat itu perbuatan
ka fred, apa yang dia lakukan.” Lydia juga melihat dari kejauhan fred sibuk
dengan ranting dan badannya memerah
“ anak itu tidak
kapok, dia baru sembuh.” Om hans lalu siap lompat
“ jangan..biar aja. Aku ingin liat apa maunya.” Cegah kakek z
“ tapi tenaganya makin hebat, melebihi kemarin. Apa gak apa-apa
kek?” tanya sella
“ tenaga harmony bisa tahan sampe 15 menit, membuat tulisan
paling makan waktu 2-3 menit. Tapi efek tenaganya emang hebat terasa hingga 1km
lebih.” Kakek z lalu liat pohon sekitar yang ikut bergoyang
“ kalo gitu aku juga ikutan serius.” Ujar sella ga mao kalah
“
aku juga.” Kata kakek salim
Beberapa menit kemudian mereka selesai
membuat tulisan.
“ aku selesai, ingin liat hasil karya kalian dulu.” Ucap fred
sambil agak berlari kearah yang lain
Kakek
z mengawasi dengan ketat Nampak hans hanya membuat inisial ‘H’, Sella gambar
mawar dan logo ‘M’, sisanya juga hampir sama hanya tulisan C, L, kecuali fred
dan kakek salim yang berbeda. Kakek menggambar cakar macan khasnya strip 4, dan
fred logo yin-yang.
“ apa, masa cuma 17 meter, coba sella kamu jalan kearah logo itu
pelan.” Ajak fred
“ emang kenapa?” sella bingung lalu berdiri ditengah logo
yinyang.
Tiba-tiba entah darimana datangnya angin kencang datang, lalu bunyi keras
dari logo fred saat sella menginjaknya.
‘
braaaakkkk…’
logo fred makin terlihat bersinar dan ada symbol ‘F’ dan ‘M’ di tengah yinyang.
“ astaga makin dalam.” Kata sella kaget
“
wuuuaaah..”
yang lainpun terkesima
“ hebat, rasanya melebihi 23 meter. Kamu emang pemenangnya.”
Kakek z lalu bertepuk tangan
“ hehe.. ada logo F&M, inisial kita yah?” tanya sella
“ bukan itu nama majalah, atau singkatan female n male.” Jawab
fred semaonya.
“ huu jahat.” Sella lalu pukul pipi fred dengan pelan
“ aku pernah bilang akan tunjukin sesuatu sesudah pertandingan
kan ?”
“ iya aku ingat, tunjukin apa ?”
“ tunjukin rasa suka aku sama kamu.” Kata fred dengan suara
pelan
“ he he emang berani ?”
“ kenapa nggak, muaachhh…” fred dengan cepat cium pipi kanan
sella
“ ihh.. malu ah.” Ucap sella lalu menatap yang lain
“ oke karena kalian banyak kita lanjut aja. Fred istirahat dulu
tar saya latih lagi sekarang saya ingin liat kemampuan masing-masing. Sella dan
cilla maju.” Perintah kakek z
“ iya…” jawab cilla maju
“ ada apa kek..?” sella lalu ikutan maju
“ kalian latihan berkelahi berdua cepat. Keluarkan semua ilmu
dan kemampuan nanti saya didik sesuai batas kemampuan.” Kata kakek z
“ kalo luka?” tanya
lydia
“ gampang, fred sekarat aja sekarang makin hebat. Obat saya
banyak lagipula ini hutan banyak sediakan obat, lekas bertarung. Udah ini saya
ingin liat lydia dengan salim, lalu hans dengan fred.”
“ baik...” Sella dan cilla pasang kuda-kuda masing-masing
Mereka bertarung ditanah dengan santai, gerakannya juga dengan
standar. Kakek kesal dengan tingkah mereka yang hanya latihan memukul
“ kalian jangan menari, bertarung diudara, yang kalah gak dapat
makan siang.” Ucap
kakek z dengan galak.
Dengan segera mereka melompat dan saling terjang makin lama gerakan mereka
makin cepat, hingga fred kewalahan melihatnya.
“ koq pada hilang, berantem dimana mereka?” tanya fred bingung
Fred
melihat mata yang lain tapi semuanya melihat dengan serius, bahkan lydia juga
kelihatan melihat terbukti dari bola matanya yang naik turun.
“ ka fred gak bisa
liat yah?” tanya lydia bingung
“ mereka hilang, kamu liat apa?” Fred liat kanan dan kiri
mencari sella dan cilla
“
Bodoh..satuin pikiran kamu, buka dengan hati lalu fokus kemata.”
Bentak kakek salim
“ Benar. Kamu pandai tapi masalah sepele aja ga bisa.” Kakek z
menambahi
“ fokus dengan hati, baik.” Fred berusaha tenangin
pikiran dan hatinya dia lalu memejamkan matanya
Fred mendengar mereka bertarung tapi dia gak buka matanya dulu, dia
banyak mendengar dan fokus konsentrasi penuh gak lama dia merasakan hawa tenaga
mereka lalu fred buka mata.
“ oh disana.” Fred melihat ke arah atas
“ keliatan kan, telat
yang seru udah lewat.” Ledek lydia
“ sella berdarah yah, waduuuh..” kata fred panik
“ diaaam..hanya
luka kecil.” Bentak kakek z lagi
dengan telak pinggang
“ mereka sungguh-sungguh terbang, hebat sekali.” Ucap fred lagi dengan
takjub
Om hans hanya menunduk
mendengar ucapan polos fred, dia merasa bersalah. Mereka dengan santai menyaksikan pertarungan cilla
dan sella, sangat tampak walau sella menang di cepat tapi kalah tenaga,
pukulannya tak berarti untuk cilla
“ serangan penuh..gunakan tenaga pamungkas masing-masing.” Ujar
kakek z
“ Ahh…” fred melihat kearah kakek z
“ ternyata kamu bukan yang terhebat kan, masih banyak yang lebih
dari kamu.” Ledek kakek z ke fred
“ hehe saya gak ngerasa pandai tapi berusaha tekun, dan mereka
semua emang guru saya.”
“ bagus kalo gitu.” Kakek z lalu tepuk bahu fred
Cilla bersiap-siap keluarkan jurus pamungkasnya yang konon bisa
menghancurkan kayu dan besi menjadi serpihan, sella juga mengeluarkan jurus
amarahnya seperti jurus Om hans tapi lebih kreatif.
“ bagusnya ini kampung, jika kota maka warga akan gempar dengan
banyaknya gempa karena energy tenaga.” Kakek z lalu ketawa
“ menurut kakek siapa
yang menang?” tanya lydia
“ belum tau, sella pandai tapi berkesan plin-plan dan gak stabil
dalam menyerang. Cilla lebih kreatif dan mantap tapi pertahanannya lemah.”
Jawab kakek z menganalisa
“ wah tubuh dan badan sella merah juga, ayo semangat semua...”
Teriak fred menyoraki mereka
Mereka lalu senyum, sangat tampak mereka letih tapi ga ada dendam dalam hati 2 petarung
itu.
Cilla
beteriak dan tenaganya telak mengenai sella yang agak lengah, tapi ketika dia
mau membalas cilla kembali keluarkan tenaga dalamnya.
Sella gak sempet menghindar dia lalu sama-sama keluarkan tenaganya
yang berupa sabetan.
Keduanya
terpental, tapi tubuh cilla emang lebih kuat dia maju lagi beberapa saat
kemudian sella terpojok, walau berusaha melawan dengan maksimal tapi sella
kalah telak
“ hentikan cilla.., turun semua...” Perintah kakek z
“ sella…” fred lalu
melompat dan tolong sella
“ Sella gak apa-apa, cemas yah.” Sella berusaha senyum sambil
menarik telinga kiri fred
“ kamu emang gigih, sini aku salurin tenaga dalam.” Ucap fred
“ jangaaan.., simpan saja untuk kamu melawan hans, sella minum
pil ini.”
“ iya.” Sella lalu menelannya
“ kamu juga cilla. Nih.”
“ makasih kek, apa kekurangan kita?” tanya cilla sambil menelan
obat
“ sella kreatif dan menguasai 5 hingga 7 beladiri, tapi karena
kebanyakan dia bingung harus memilih dan melawan berbeda dengan Cilla yang mantap.”
Jawab kakek z berusaha sportif
“ solusinya apa dong kek?” tanya sella sambil duduk ditanah
ditemani fred yang sibuk kasih obat luka ke tangan sella dan beberapa anggota
tubuh lainnya
“ yah kamu harus lebih yakin dengan diri sendiri, mantap ambil
keputusan mana yang terbaik. Untuk Cilla harus banyak latih pertahanan.”
“ saya tipe penyerang bukan bertahan.” Jawab cilla membela diri
“ kalo gitu kenapa kamu jadi ahli beladiri bukannya mafia?”
tanya kakek z
“ maksudnya? Saya emang cinta beladiri.”
“ jika mencintai harus belajar kelemahan dan kebaikan kita,
bukan hanya power ditingkatkan terus, kalo jadi mafia kamu serang aja semua
makhluk dengan pistol kamu, untuk apa bertahan karena tugas pistol menembak.
Jadi gunain aja pistol jangan berkelahi, beres semua..”
“ betul juga, pantas aku cinta pistol hehe..” cilla lalu ketawa
“ ngerti kamu?”
“ saya paham, pelan-pelan akan berubah. Mohon petunjuk kakek z.”
jawab cilla sportif
“ lydia dengan salim ayo tunjukkan kemampuan.” Saran kakek z
Kakek salim menyerang dengan gaya cakarnya, lydia hanya
menghindar aja mengandalkan speednya.
“ lydia serang.., kamu jangan menari.” Perintah kakek z
“ gak mao, cakarnya
takut melukai wajah dan tubuh saya. Saya kan model.”Kata lydia dengan ketakutan
bersembunyi dibelakang pohon
“ astaga…” kakek z
kesal lalu memukul keningnya sendiri
“
hahahaaa…” mereka pada ketawa
melihat lydia seperti kejar-kejaran
“ kamu adalah pendekar, anggap ini
serius. Salim cakar paha lydia.”
Perintah kakek z
“
haha.. baik kak.” Kakek salim lalu ketawa
“ hah, enak aja. Ga
sudi.” Mendadak lydia marah dan menyerang
‘ brakk…brakkk…krakkkk…’
suara lydia menyerang dengan kecepatan tinggi dan melukai beberapa bagian tubuh
salim
“ astaga, dia lebih hebat dari aku.” Kata sella kaget
“ salim ayo… dia cuma anak-anak.” Ujar kakek z ke salim
Sekarang Nampak jelas kalo lydia sangat berpotensi sebagai
pendekar bahkan layak dijuluki 3 pendekar wanita, kakek salim yang awalnya
mengandalkan cakar kini kakinya juga berfungsi untuk memukul.
“
lincah banget, gadis menyebalkan.” Kata kakek salim pantang menyerah
“ rupanya lydia harus dibuat kesal dulu biar maksimal.” Kakek z
lalu perhatikan lydia dengan cermat
“
iya, jelas banget kakek salim bukan lawannya.” Om hans menambahi
“ ayo salim berhenti main-main serang tubuh indahnya.”
“ hah..tidak mao.
Rasakan ini. Ciiiiaaaattt…” lydia
lalu kumpulkan tenaga di atas tangannya
Suasana sangat tegang melanda penonton saat lydia kumpulkan
tenaga, tampak beberapa daun pohon dan angin berkumpul dekat lydia.
“ mampus kau tua
Bangka… hattt…. Ciattt….” Lydia menghantar 2x berturut-turut serangan tenaga
dalam ( chi ) ke tubuh kakek salim
“
gubrakkk…” kakek salim roboh tepat
didepan penonton
“ sekali lagi, makan
nih…. Ciiiiiaaaattttt…” kata lydia sambil kumpukan tenaga lagi
“ gawat.., lariii….” perintah kakek z menyuruh kabur
‘
gebbruuugggg….’ Pukulan terakhir tadi
menghantam tanah
“ Hentikan, kamu udah menang.” Bentak fred sambil gendong tubuh
salim yang luka parah
“ iya… huh lelah.”
Lydia kembali tenang
Kakek z serta yang laen kaget melihat lubang sangat besar bekas pukulan
lydia. Mereka juga kaget koq sempet-sempetnya Fred menolong lydia, kapan fred
gendong kakek salim.
“ kamu bisa terbang
ka?” tanya lydia kaget melihat fred melayang dan mengendong kakek salim
“ oh iya, kapan aku terbang, tadi cuma melompat dan bantu kakek
salim, kamu kejem ah.”
“ hore kamu terbang.” Kata sella seneng
“ jika pukulan itu kena, pasti salim dan kita terluka, fred
kapan kamu sempet tolong salim? Saya gak melihatnya?” tanya kakek z
“ masa gak liat, sella aja liat, kan tadi aku dibelakang sella
lalu kedepan dan ambil tubuh kakek salim, ketika lydia akan serang aku
menghindar kekiri sambil melompat lalu berusaha melayang, eh taunya melayang
terus.” Jawab fred tenang sambil mendarat
“ Sella gak liat kamu loh, cilla kamu liat?’ tanya sella ke
cilla
“ gak.. aku kabur begitu lydia mao hantam tanah dengan chi.”
Peristiwa cepat itu dengan mudah fred tanggulangi, apa yang
ada ditubuh fred sebenarnya…? Kakek Zarlim yang berilmu tinggi aja bingung,
apa yang akan terjadi selanjutnya…???
“Antara Fred Dan Lydia”
Setelah makan siang
kakek z masih memikirkan masalah tadi, kakek salim masih luka-luka tapi udah
agak baikan, begitu juga dengan kondisi sella.
“ keliatannya antara fred dan lydia ada kesamaan, ayo kita cari
tau.” Kakek z menyuruh mereka kumpul lagi
“ oke sekarang aku yah. Om hans siap?” tantang fred
“ tunggu, aku ingin kamu dengan lydia aja.” Kata kakek z
“ aku masih lapar, Om
hans aja dulu aku nonton sambil makan nih.” Lydia datang
sambil bawa sepiring makanan
“ dasar kamu gadis gak tau malu. Ya udah setelah selesai kamu
maju.” Ledek kakek z ke lydia
“ oke dengan senang
hati.” Lydia lalu ketawa sambil makan
“ keluarkan jurus
harmony kamu.” Tantang Om hans
“ emang kenapa?” tanya fred bingung
“ aku ingin
melawannya, sekarang aku tau kekurangan jurus itu, jadi kamu bisa pelajari
juga.”
“ oke deh itung-itung latihan.” Fred bersiap dan angkat
tangannya
“ Tunggu, bertarung disana kalian.” Tunjuk kakek z ke arah
kanan.
“ emang kenapa kek?” protes fred
“ aku gak mao rumah aku hancur oleh tingkah kalian, lekas
kesana.” Perintah kakek z
“ hahaha… ayo fred
kita kesana tunjukkan gaya terbang kamu.” Kata om hans
“ oke..” fred angkat badannya keatas dia dapat terbang tapi gak
sempurna sesekali tubuhnya bergoyang
“ kita tarung disini.”
Om hans akhirnya
mendarat
Yang lain mendekat semua, termasuk kakek salim yang masih luka dan
lydia dengan piring makannya.
“ hiaaat…” fred bersiap mengeluarkan jurus harmony
“
bagus, aku udah siap fred, aku disini kamu gak akan bisa serang dijarak
setinggi ini. Kamu kan baru bisa terbang..” Om hans lalu terbang sangat tinggi
“ Bagus.., hans mempermainkan fred, kita akan liat dia bisa
sekuat apa?” kata kakek z seneng
“ ga masalah. Happp…ciattt….” Fred loncat keatas pohon kemudian
dia loncat lagi mengarah ke om hans dengan kecepatan penuh.
“ hah, rasakan ini.”
Om hans kaget dengan kecepatan fred lalu keluarkan tenaga dalamnya
“ haha, nih …!!” fred tidak menghindar dengan yakin dia menabrak
tubuh om hans
Fred hantam kepala Om hans dengan kepalanya sendiri, Om hans kesakitan fred
lalu memukulnya dengan kencang ke tanah.
‘
brugghhh…’ suara tanah yang hancur
“ hentikaaan...” Pinta om hans
“ kenapa Om?” tanya fred
“ kamu sangat sempurna
sekarang, perbedaan kita makin jauh.”
“ lydia cepat makannya, gantikan hans.” Suruh kakek z
“ yah payah om hans.
Ya udah ayo…” Lydia lalu terbang sambil bawa sebotol minuman
“ kamu mao tarung apa minum?” tanya fred sambil senyum dan
menghentikan jurus harmony
“ Ayo kak, kita santai
aja. Serang aku..” lydia lalu lempar gelas minumannya kebawah
“ baik.” Dengan santai fred mulai menyerang
“ heeeyy.. hati-hati kalo lempar minuman.” Bentak kakek z yang
hampir kena gelas dari lydia
“ hehee…maaf.” Ujar
lydia dengan santai
Fred sadar dirinya
baru bisa terbang jadi dia berusaha tidak terlalu terbang tinggi, sesekali juga
dia berusaha menapak tanah, mungkin karena gak terbiasa pertarungan udara.
Rupanya lydia tanggap dengan ulah fred buru-buru dia serang saat
fred lengah diudara.
‘ bak buk bakk bukkk… bakkk…’
lydia memukul ke arah fred tanpa ampun
“ hehe.. Asik..” tantang fred sambil menangkis sebelah tangan
“ ayo fred, hajar anak ingusan itu. Dia cuma anak bodoh.” Kakek
z berusaha membuat lydia marah.
“ enak aja, rasakan
ini kak.” Serangan lydia makin cepat dan tenaganya bertambah dengan sekejap.
“ serang balik fred, jurus anak-anak gak akan mempan. Lydia
amatiran.” Ucap kakek z lagi
Fred berusaha menyerang balik tapi sulit mereka beradu kecepatan
sengit diudara, penonton tau lydia sekarang unggul, tapi fred bukan orang
lemah, pelan tapi pasti fred kuasai dirinya sendiri dan terbang makin lancar.
“ wah rusak nih hutan.” Kata kakek z cemas
“ ga apa-apa kita
tanam kembali.” Ucap om hans yang terluka dikening dan diobati cilla
“ kamu kira mudah.”
Beberapa pukulan telak mengenai kepala dan bahu fred, sebaliknya lydia
baru terkena 2x sedari tadi.
“ keluarkan jurus harmony, gabung dengan tai chi. Jangan
lama-lama bermain dengan anak ingusan.”
“ sialan..” lydia lalu
marah dan dengan tenaga dalamnya menyerang kakek z
‘
brugg..’ chi itu berhasil ditangkis
kakek z dan diarahkan ke lydia kembali.
“ kau makan sendiri chi kamu.” Kakek z lalu ketawa
“ hiaaaaa….” Lydia
menangkis kembali dengan tangan kirinya lalu tangan kanannya menyiapkan chi
yang 2x lipat lebih besar kearah kakek z.
“ astaga…gawat….” Om hans dan yang lain berusaha
menghindar
Yang ada fred menonton karena sekarang kakek z dan lydia saling
bertarung tenaga dalam. Kakek z berhasil menghindari chi pertama tapi yang ke-2
dia lagi berusaha dorong.
“ kalian semua bantu dari belakang aku.” Ujar kakek z
“ iyaaa..” cilla dan hans mendorong kakek z dan mengeluarkan
tenaga dalamnya
Mereka saling adu kekuatan, lydia juga terus mendorong dengan
sekuat tenaga.
“ hentikan, musuh kamu kan aku.” Fred lalu menepuk pundak lydia
dengan ramah
“ kakek zarlim bawel.
Aku benci.” Ujar lydia
“ cuekin aja, yuk..” fred ajak lydia ke kiri
Karena gak konsentrasi lydia mengikuti ajakan fred, tapi rupanya
kakek z dan yang lain sedang balas memukul chi besar lydia dari bawah.
“ aduhhh…” tiba-tiba tubuh lydia terkena chinya sendiri
Lydia terbang terus kelangit dia nampak kesakitan, buru-buru
fred keluarkan jurus harmony mengejar lydia dan membantu mengeluarkan dirinya
dari chinya.
‘
prukkk…’ dengan sekuat tenaga fred
tonjok chi itu
“ sakiiitttt…” rintih lydia
kesakitan
“ ya udah kita ke bawah, ayo…” fred menggendong lydia yang luka
kembali ke tanah
“ Luar biasa kekuatan
kalian berdua sama hebat, tiada batas.” Puji
Om hans
“ udaaah.. lydia yang hebat, aku kalah telak.” Fred lalu taro
lydia diranjang
“ kamu juga hebat, pukulan terakhir saya gak bisa hadapi, tapi
kamu dengan sebelah tangan dapat memukulnya.” Bela kakek z sambil suapin pil ke
lydia.
“ kalian cocok jadi ngiri deh.” Sella menggoda fred sambil
berjalan ninggalin fred
“ ngaco ah. Cemburu yah..?” Fred lalu menatap sella
“ haha..dikit.” jawab sella sambil ketawa
“ aku cuma tolongin adik kamu, sini…” fred lalu belai rambut
sella
“ aku tau koq.” Sella menatap fred sambil senyum dengan ramah
“ jangan cemburuan gak jelas gitu ah, payah kamu masa aku mau
jadian ama lydia.”
“ iya Sella tau, cuma becanda harusnya aku cemburu ama pedagang
ikan yah?” ledek sella
“ haha itu melulu, basi tau…”
Fred mengamati tanah sekitar banyak pohon tumbang dan tanah
banyak berlubang, tanpa disadari sedari tadi mereka bertarung dunia bergencang
sangat hebat bahkan beberapa tempat mengalami longsor.
“ fred.., hey kenapa diem?” tanya sella dari belakang
“ koq tanahnya jadi rata dan lubang-lubang kan aku bertarung
jauh disana.” Ucap fred bingung
“ tanpa kamu sadari getarannya sampe sini, kamu hebat.”
“ justru aku jadi ngeri, kalo nti aku ikut pertandingan
universal akan merugikan dan merusak dong.”
“ betul fred… kekuatan kalian tiada batas. Kakek baru bertemu
orang seperti kalian semua, potensi sangat hebat. Menurut kamu apa langkah
terbaikmu untuk dunia?” tanya kakek z dengan bijaksana
“ kayanya aku mao berbisnis aja. Aku ngeri liat dunia hancur
ditangan aku.”
“ tapi tidak hanya kamu fred, lydia masih muda juga sangat
potensial, beberapa tahun kemudian dia akan jadi legenda, sella dan cilla juga
beberapa tahun kemudian akan makin hebat.” Kata kakek z
“ lalu apa solusi kakek?” tanya sella
“ tiada pilihan selain menuju pertandingan universal.”
“ apaaa..??”
tanya yang lain kaget
Bukankah kakek zarlim takut kalo fred, lydia, sella dan yang lain
menjadi hebat dan sulit dikendaliin ??
Mengapa
tiba-tiba dia suruh mereka semua bertarung di pertandingan universal….???
Bersambung....
Perjuangan Tanpa Lelah….
Fred dan sella bertatapan, tapi sella nampak menunduk. Mereka emang petarung jadi
masing-masing kurang romantis dan agak pendiam.
Mereka membeli beberapa pisau, tampak asik sekali mereka dengan
koleksinya.
Mereka mendarat di depan patung Buddha raksasa, mereka disambut
beberapa bikhu dengan ramah.
Satupun pukulan mereka gak ada yang kena, fred geram begitu pula
sella tapi mereka seneng karena bikhu ini berarti emang berilmu tinggi.
Bikhu Simba yang
melihat dari kejauhan menyaksikan dengan terkesima dia geleng-geleng kepala,
selama berjaga puluhan tahun baru kali ini melihat anak-muda tangguh, biasanya
mereka udah kesakitan dan sibuk mencabut pisau yang menancap, tapi kali ini
malah sibuk mencuri pisau.
Luar biasa pulau indah itu
ditutupin telapak tangan raksasa, pelan tapi pasti pulau itu tenggelam karena
bobot telapak sangat besar.
Tanpa sempat bicara fred
terus dipukuli, lalu dari belakang cilla datang dan menendang perempuan itu.
New World 2b
Perjuangan Tanpa Lelah….
Kakek Z lalu menjelaskan rencananya
“ kalian bertarung di pertandingan universal untuk terakhir
kalinya, kakek yakin disana akan banyak lawan tangguh. Tetapi setelah itu
kalian berhenti setelahnya.” Kata kakek z menjelaskan
“ Iya kalo menang,
kalo kalah kita penasaran dan makin menjadi-jadi.” Protes lydia yang udah sadar
“ yah harus sportif, kalo emang musuh curang yah hadapi lagi
dilain hari tapi dengan adil.” Ucap kakek z lagi
Gak berapa lama
Om leo datang sambil bawa pakaian fred, om hans juga ikut bicara. Awalnya
mereka gak setuju, tapi alangkah lebih bahaya jika fred atau lydia tidak ada
pelampiasan, maka dunia akan lebih cepat hancur.
“ jika kalian tidak melampiaskan bakat, maka akan timbul masalah
baru. Jika lydia mendadak marah bisa saja membunuh orang. Atau fred bisa saja
menghancurkan rumahnya, tapi dengan pertandingan universal kalian akan lebih
memahami masing-masing.” Saran kakek z
“ bagaimana jika kita
hancurkan arena ?” tanya sella ke kakek
“ kalian tidak tau, ukuran
pertandingan universal yah 2x lebih ukuran pertandingan provinsi. Batu yang
digunakan lantai pun marmer asli, bahkan dilapis lagi.”
“ jadi gak akan hancur?”
tanya cilla
“ bisa retak dulu oleh
reymond dan aku. Bukankah reymond kakek kamu ?” tanya kakek z ke fred
“ bukan keluarga saya
semua berawalan F, kakek bernama Firman, Ayah Fredy.”
Akhirnya mereka ber-4 setuju untuk
maju di pertandingan utama yaitu Pertandingan Universal.
Cilla
lalu menelpon sahabatnya menanyakan kapan akan digelar pertandingan universal,
kawannnya lalu mengabari sekitar 8 bulan lagi. Dan peserta yang ke pertandingan
itu harus sudah pernah bertarung sebelumnya. Dan mereka semua emang pernah
bertarung baik didaerah maupun provinsi.
“ petarurannya agak beda,
jika kalian terbang keluar dari arena belum dihitung kalah, tapi jika terjatuh
dirumput atau tanah baru kalah, sisanya sama aja.” Kakek z mencoba menjelaskan
“ sekarang masih ada sisa
8 bulan, apa rencana kakek?” tanya fred
“ fred dan sella berlatih 2 bulan di timur, cari wihara Buddha
yang bernama Bodhi Buddha, mereka mengajari ilmu tertinggi juga yaitu mentari
Buddha dan telapak Buddha. Lalu cilla saya latih disini 2 bulan dan lydia ke
barat cari info teknologi untuk beladiri, teknologi mereka sangat maju.”
“ untuk apa aku cari tekonologi?” tanya lydia
“ mengukur batas kemampuan kamu, bila ketemu bisa sekalian
belajar jurus putri terbang dibarat nama ketuanya nenek Mey atau biasa
dipanggil nenek Meyling. Selama 2 bulan kamu pelajari juga. Jika berhasil
gentian nanti cilla atau sella yang belajar kesana.”
“ wah jurus putri terbang
mana saya bisa kuasai, itukan jurus perempuan. Saya belajar apalagi?” protes
fred
“ dibarat terkenal jurus
racun juga, tapi kalian gak perlu pelajari cukup yang berhubungan aja, nanti
fred bisa berlatih jurus kepala besi atau tangan besi.”
“ kami pernah dengarnya
baju besi.”
“ itu tehnik lama,
kelemahan baju besi dipunggung, ayo kita istirahat. Besok kita atur tugas.”
Saran kakek z lalu masuk kamar
Mereka lalu mengobrol, rasanya tiap hari koq akan berat saja untuk
mereka ber-4. Karena pasti kakek salim tidak akan ikut pertandingan begitu pula
Om hans.
“ mungkin ini garis
hidup kalian ber-4.” Om leo memberi saran
“ tapi aneh. Kita baru
berlatih koq latihan lagi, aku pengen urus perusahaan dulu 2 bulan ini.” Jawab
fred
“ sama aku juga pengen urus the spirits.” Kata
sella sambil duduk disebelah fred
“ aku juga tugas polisi
terbengkalai.” Keluh cilla
“ bagaimana kita pesta dahulu.” Ajak Om hans
“ ayo..pesta apa?” tanya
fred seneng
“ Nikah atau tunangan fred dan sella..? Oke…??” Ide om hans
lagi

“ gimana sel?” tanya fred
“ tentu aku senang, tapi
bukankah jika kita fokus 8 bulan kedepan akan lebih senang, kita nikmatin
masa-masa ini dulu.”
“ baiklah saat itu juga
kita udah ga ada beban baik kalah dan menang, yang penting udah berusaha.
Lagipula kita belum kenal lama.” Fred ikut dukung sella sambil pegang jari
tangannya
Keesokan harinya
mereka sepakat kalau selama 3 hari ini mereka ingin bersenang-senang dulu, dan
kakek z menyetujuinya, sella dan fred asik liburan kepantai, cilla bereskan
urusan kepolisian, dan lydia belanja dimall.
“ uang hasil pertandingan
sella taro dikamar kamu.” Kata sella sambil duduk dipasir pantai
“ oh iya yah, kami juga
juara ke-2 dapet dong?” tanya fred
“ dapet, sampe juara ke-4
dapet.”
“ kamu gunain apa?”
“ tabungin aja, ada lebih
buat keperluan aku, kamu?”
“ gak tau, udah dari sini
kita liat-liat pisau yuk ditempat pengrajin.”
“ boleh, daerah mana?”
tanya sella seneng
“ selatan juga, kamu biasa
dimana?”
“ gak tentu, langganan aku
ada diselatan ama timur.”
“ kita liat-liat aja,
hilangin stress.” Ajak fred semangat
Hari sudah sore,
mereka lalu diantar supir mampir ke tempat pengrajin pisau
“ kenapa gak terbang aja?”
tanya fred kesel
“ masih siang, tar maleman
aja, gak enak kalo pada tau. Itulah sebabnya mereka gak latih kamu.” Kata sella
ke fred
“ hehe tapi kan praktis
dan irit.” Fred lalu ketawa
“ ah kebanyakan terbang
juga masuk angin tau.” Sella lalu ikutan ketawa

Keesokan
harinya juga begitu, mereka habiskan waktu dimall bersama cilla dan lydia. Lalu
bermain di tempat hiburan dikota itu dengan sepuasnya.
Hari terakhir pun tiba fred ajak sella kekebun binatang, lalu
diajak ke air terjun dan rumahnya.
“ Om udah tau alamat
wihara bodhi Buddha?” tanya fred ke Om tony
“ sudah kita juga udah bicara dengan
pemilik, mereka semua ramah dan akan menyambut kalian.”
“ aku kan perempuan,
mereka terima gak?” tanya sella
“
kita juga udah tanya, kata mereka ada ruangan untuk perempuan khusus dan banyak
juga perempuan yang pernah berlatih disana tapi biasanya saat deket
pertandingan.” Om tony lalu kasih 2 hp ke fred
“ nih buat kamu, jadi kita
bisa komunikasi nanti.” Kata fred
“ loh aku udah ada HP. Kan
sama aja.”
“ daerah timur jaringannya
beda, khusus mereka pribadi aja makanya aku kasih hp ini.”
“ oh gitu, thanks.”
“ ya udah kita istirahat,
dadah.” Fred lalu masuk kamarnya
“ iya.”
Om tony lalu
mengobrol dengan sella.
“ kamu pernah disun fred?” tanya Om tony
tanpa ragu.
“ haha beberapa kali
dikening, kenapa Om?”
“ ngga, dulu dia pernah berhubungan
dengan beberapa gadis tapi kayanya fred emang dingin.”
“ lalu pada kemana
gadisnya?” tanya sella dengan serius
“ sebagian yah hanya cari popularitas,
lalu cari kesenangan semata. Fred kesal dengan tingkah mereka, 1 juga belum ada
yang serius.”
“ oh yaa, lalu dengan aku
gimana Om?”
“ terlihat sekali fred sayang walau dia
tidak menunjukkan, bagaimana dia menyatakan cinta kekamu?”
“ rasanya gak menyatakan sampe detik ini, cuma filling sella
saja dan kita jalanin seperti air. Hehe.. soalnya aku emang idolain dia tapi
gak mau maenin dia dan emang pingin bersama dia.” Jawab sella jujur tapi
kalimatnya membingungkan
“
haha kalian petarung emang begitu, sama kaya Om dulu, jago berkelahi tapi gak
bisa berkata-kata, ya udah kamu istirahat, kamar kamu sudah saya beresin.”
“ iya deh, makasih Om.”
Sella lalu masuk kamarnya
Paginya Om leo
bangunin fred, karena masih jem 6 mereka terbang ke arah timur.
“ wah seneng liat
matarahari pagi.” Ujar sella sambil terbang
“ iya, indah yah.”
“ udah deket yuk kita
turun.”
“
kalian berdua mau belajar ilmu kungfu?” tanya seorang bikhu
“ iya benar.” Jawab fred ramah sambil hormat
“
silahkan kalian cukur rambut kalian ke sana.” Kata bikhu itu lagi
“ waduh gawat, koq gini.” Sella mendadak panik
“
haha saya becanda, kenalkan saya Sadharma. Saya diperintah bikhu kepala untuk
sambut kalian berdua. Ayo kita berkeliling dulu.” Ucap Sadharma ( sad ) dengan
ramah
Mereka diajak keliling, tempat itu sangat luas sekali. Emang ada
beberapa orang bukan bikhu juga disana, gak lama mereka masuk kesuatu ruangan
dan terdapat bikhu lainnya.
“
saya bikhu kepala disini, kalian mengenal Kakek zarlim?” tanya Bikhu itu
“ dia selamatkan saya
beberapa hari lalu.” Jawab fred
“ oh kalian berdua petarung..?”
“ iya hanya amatir, dan
ingin mencoba belajar disini.” Sella lalu bantu fred bicara
“ boleh saya test kalian.”
“ tentu.” Kata fred seneng
“ silahkan kalian berdua menyerang saya
tanpa sungkan.” Bikhu memberi hormat
Mereka taro tasnya, Sella dan Fred
bersatu menyerang bikhu kepala itu.

“ hanya segitu, ayo lanjut jika kalian
ada jurus lain.?” Tantang bikhu itu dengan santai
Nafas mereka berdua sudah terengah-engah, sella dan fred bertatapan
lalu mereka sepakat gentian menyerang atas-bawah, kanan-kiri.
“
semua ilmu sama saja, awalnya kungfu dan beladiri lain diciptakan untuk
menolong sesama bukan mencederai sesama.” Jawab bikhu itu sambil mengelak dan
menghindar dengan santai
‘ prakkk..brakkk.’ sella mengenai
pinggang bikhu dan fred mengenai bahu kanan bikhu
“ amitabha, kalian emang hebat. Ayo
kemari.” Kata bikhu itu tanpa merasakan nyeri sama sekali.
“ baik.” Jawab sella dan
fred sambil senyum
“ kalian ikut turnamen apa?”
“ universal.” Jawab
fred
“ bagus, kalian muda dan berbakat. Emang
sayang bila di sia-sia kan, kalian ingin pelajari jurus apa?”
“ maaf kalo boleh tau
jurus tertinggi kalian apa?” sella beranikan diri bertanya
“ tentu telapak Buddha dan 5 unsur, apa
kalian siap?”
“ tentu.” Jawab
mereka bareng
“ dari 100 peserta dan ratusan bikhu
hanya ada beberapa yang menguasainya, kalo gitu silahkan kalian ke tangga ini.”
Ucap bikhu itu
“ apa 2 bulan cukup
mempelajarinya?” tanya fred
“ lebih dari cukup, bila berbakat hanya
3 atau 4 minggu, jika waktu kalian 2 bulan bisa belajar meditasi Buddha,
tendangan Buddha dan ilmu tinggi lainnya.”
“ oh terima kasih.” Fred
lalu ambil tas dan tas sella
Tangga itu
sangat tinggi, rasanya udah 5 menit mereka menanjak tapi belum kelihatan
ujungnya
“ lama, terbang ah.” Kata
sella sambil terbang
“ gak ah, masih kuat.”
“ ya udah sella duluan
yah.” Sella lambain tangannya
“ oke. Ati-ati.”
Sella tiba terlebih
dahulu, dia lalu liat pintu raksasa bersimbolkan tangan Buddha jadi dia yakin
itu pintunya dia berusaha mendorong tapi gak berhasil.
“ ngapain?” tanya fred
dari belakang
“ pintunya gede banget,
aku dorong gak bisa-bisa.” Kata sella sambil atur nafasnya
Fred lalu mendorong tanpa tenaga pintu itu terbuka
“ haha kamu bodoh nih
mudah.” Fred lalu masuk
“ koq aneh yah… auwww…”
tiba-tiba sella terpental kebelakang
“ pria boleh masuk, wanita itu ulangi dari bawah.” Tiba-tiba ada suara
dengan lantang
“ loh kenapa gitu?” tanya
sella protes
“ kamu terbang sih jadi
gak tulus, sana ulangi.” Ucap fred
“ benar, ulangi dari bawah jika ingin masuk. Anak muda pria kamu masuk,
tinggalkan wanita itu.”
“ dia kekasih saya, biar
saya tunggu dia disini saja. Maaf…” Kata fred sportif
“ baiklah, tunggu sella
yah.” Sella lalu turun kebawah
“ siapa nama anda dan ada urusan apa?” tiba-tiba ada bikhu
berbadan besar mendekati fred
“ saya fred, dari selatan
ingin belajar ilmu beladiri telapak buddha.”
“ kamu yakin, itu jurus tersulit, kenapa gak belajar
matahari Buddha atau jurus rembulan saja.” Tanya bikhu itu dengan wajah kejam
dan dingin
“ saya tertarik itu,
ijinkan saya mencobanya.” Kata fred dengan membungkuk
“ baik, kita tunggu kekasihmu lalu kita mulai, siapa nama
gadis itu?”
“ marsella.”
“ saya Bikhu Simba,
saya coba melatih kamu. Udah puluhan tahun saya jaga tempat ini dan hanya
beberapa orang yang berhasil, sisanya menjadi gila, meninggal dan pulang dengan
tangan hampa.”
Sedikitpun fred gak takut malah merasa
tenang, sella lalu datang dengan letih, bikhu itu lalu kasih minum dan mereka
lalu masuk ke dalam
“ tugas pertama kalian
lewati rintangan itu, jika tidak tahan katakan menyerah nanti saya dan beberapa
bikhu lain membantu, kalian ada dasar beladiri kan pastinya..?”
“ iya.” Jawab
mereka mantap
Tampak ada beberapa mata pisau bergerak maju mundur tugas mereka
maju lurus kearah yang disuruh bikhu, dengan hati-hati dan mengandalkan
kelenturan tubuh fred maju terlebih dahulu dan sella mengamati takut ada pisau
lainnya yang mendekati
“ fred, agak menunduk
dikit lagi lalu lurus.” Teriak sella kasih semangat
“ bagus, saling memberikan semangat akan membuat satu sama lain
termotivasi.” Kata bikhu itu dengan suara lantang
“ bagus, hati-hati dikanan
kamu.”
“ huu berhasil, ayo sini
sel, seru…”
“ oke.” Sella lalu maju
Bikhu itu tampak heran rintangan sulit itu mereka anggap sarana
hiburan, sella juga dengan mudah lewati rintangan pertama
“
bagus kalian selamat, rintangan ke-2 sebelah kanan, kalian lurus saja hingga
keluar pintu berikut, nama tempatnya jebakan pisau, disana banyak pisau terbang
yang akan melukai tubuh silahkan masuk.” Ucap bikhu lain dengan ramah
“ satu persatu atau
bareng.” Tanya sella
“ terserah saja, tapi jika berdua rasanya
ga nyaman dan ganggu yang laen.”
“ weiiittt.. aku dulu
jangan nyerobot cantik.” Fred buka pintu transparan itu
“ ati-ati fred.”
“ siippp.” Fred lalu masuk
dan sella memperhatikan dari belakang
“ koq sepi.” Tanya fred
sambil maju
‘
swing…swiing….’ Tiba-tiba beberapa pisau mengarah
kepadanya
“ wow.” Fred lalu
menghindar dan ambil pisau itu
Pisau yang
keluar makin banyak, tapi fred makin seneng sambil maju dia ambil pisau-pisau
itu.
“ sel sini pisaunya
bagus-bagus loh.” Kata fred ketika tiba dipintu lainnya
“ hah???” tanya bikhu yang jaga heran
fred malah sibuk hitung pisau yang didapat
“ masa sisain dong.” Kata
sella lalu masuk
“ bodo, ambil sendiri
banyak loh.”
‘
swing…swinggg…’ pisau kembali berterbangan untuk
menghalangi sella
“ iya bagus-bagus, baja
kayanya say.” Teriak sella dari dalam
“ dapet berapa kamu?”
“ ga tau pisaunya gak
keluar lagi, aku mundur ah.” Sella lalu tantangin
“ huu licik ah, bikhu saya
boleh mundur juga?” tanya fred ke bikhu
“ maaf tidak bisa.” Jawab bikhu itu
ramah
“ hahaha….liat deh.” Sella
lalu keluar dari ruangan itu sambil ketawa seneng
“ wuuaaaahhh hebat banget,
aku cuma 51, ada yang kecilnya loh 5 lucu deh.” Kata fred memamerkan
“ tar aku lagi hitung nih,
wah ada 73. Iya ada yang kecil dan besar yah. Masukin tas ah asik.”
“ maaf rintangan selanjutnya menanti.”
Kata bikhu itu

“ sekarang apa?” tanya
fred
“ ruang gergaji, hampir sama seperti
tadi tapi banyak gergaji yang siap memotong kalian, waspadalah.” Kata bikhu itu
“ emang ada berapa
rintangan semua ?” tanya fred lagi
“ lantai ini 7, lantai atas 5. Semua ada
7 lantai dan saya gak pernah ke lantai 3.”
“ wah banyak juga, yuk
sel. Pantesan bisa berminggu-minggu.”
“ kita makan dimana?”
tanya sella
“ kapanpun kalian mau kami sediakan.”
Ujar bikhu itu lagi
“ baiklah makasih.” Sella
lalu berjalan dan ikutin fred
Rintangan
gergaji pun tidak ada artinya bagi mereka bahkan ada beberapa gergaji rusak
oleh tingkah mereka karena mereka pengen tau gergaji itu besi atau baja
“ oh besi yah gergajinya,
koq kalah ama pisau terbang, sebelah sini gergajinya besar aku ngasah pisau
dulu ah.” Kata fred santai
“ cepet wooy… kamu malah
ngasah pisau sih, cepet keluar.” Protes sella
“ gergajinya yang ini
tajem jadi bisa buat asah pisau.” Kata fred sambil senyum
Setelah itu rintangan gunting, api dan bola api semua mereka dapat
lewati dengan tanpa rintangan, gak lama sella mendekati
“ udah sore, kita belum
lapar yah?” tanya sella
“ disini lembahnya tinggi dan
gravitasinya rendah, kami tidak makan 2 hati juga tetap sehat.” Kata bikhu
lainnya
“ kalo tidur?” kali ini
fred yang tanya
“ kadang bisa seminggu sekali, disini
santai sangat tenang jadi kita damai.” Bikhu itu lalu jelasin
“ oh apa rintangan kami
berikutnya?”
“ mengalahkan aku.” Dengan sigap bikhu
itu pasang kuda-kuda
“ asik.” Fred langsung
menyerang
Tanpa masalah
fred banyak memukul dan melakukan perlawanan, bikhu itu diam tanpa bisa
melawan.
“ loh kamu belum nyerah,
apa batasannya.” Tanya fred
“
sebetulnya kalian dapat memukul 1 kali saja dapat lolos.” Kata bikhu itu dengan
wajahnya yang sudah babak belur
“ oh maaf. Sekarang saya keatas yah.”
“
iya.” Jawab biksu singkat
“ tukkk..” sella jitak bikhu itu pelan dan bertanda dia juga
udah lolos dari babak itu
“ asik ke babak 2, katanya ada 7 lantai yah. Kita beresin semua
yah.” Ajak fred
“ tentu, ini menyenangkan banget aku kira disuruh ambil sungai
disumur atau pelajari jurus dengan baca buku agama.” Sella lalu naik tangga
dengan gesit
Mereka lolos tahap pertama, rintangan ke-2 ada es, jalan di
balok es, ruangan gelap, ruangan bintang, dll. Semua mereka kalahkan juga tanpa
masalah, beberapa jam kemudian mereka ke lantai 3 dan melihat banyak jebakan
labirin.
“ wah rumah labirin, sella
duluan yah.” Pinta sella
“ ya udah sana, 5 menit
lagi aku. Bikhu saya lapar.” Pinta fred ke bikhu
“ huu licik, ya udah tar
sella makan juga.” Sella lalu masuk pintu labirin
Bikhu kasih buah-buahan cukup banyak, fred lalu makan dan
beberapa dia kantongi untuk sella.
“ udah ayo kamu, gampang
koq labirinnya.”
“ oke.” Fred lalu masuk
sambil makan apel
Tapi
dia agak kewalahan karena banyak pintu tak terduga dan pintu disana-sini. Sella
lalu mengetawainya. Karena kesel fred gunakan jurus sabetan, dengan 5x sabet
dia keluar dari pintu
“ hehe nih apel buat kamu.”
“ thanks.” Sella lalu makan
Rintangan berikutnya banyak mengenai air, ada berjalan di teratai,
lompatin jembatan, jalan ditempat sempit dan lain-lain. Mereka baru agak repot
ketika dilantai 5, mereka harus menghadapi 5 bikhu dan beberapa harimau lapar,
tapi karena mereka diijinkan bekerja sama maka dapat dengan mudah mengalahkan,
ketika mao dilantai 6 mereka makan buah-buahan lagi.
“ bocah luar biasa
mereka, gak lama lagi aku harus transfer ilmu kemereka berdua.” Kata bikhu
simba kepada rekannya
“
iya sedikitpun tidak ada yang luka dan takut, entah dari kalangan mana mereka.”
Kata bikhu ananda
“ katanya dari
selatan, kalo dari barat kita dapat memahami, rasanya jarang sekali warga
selatan yang kuat dan hebat.”
“
mungkin jaman sudah berubah, sebentar lagi aku akan menahan mereka, walau hanya
sebentar.”
“ berhati-hatilah
mereka anggap ini hiburan sama sekali bukan tantangan. Jangan jatuhkan reputasi
kita.” Kata bikhu simba cemas
Dilantai 6 mereka berhadapan dengan rintangan angin, menerjang
tornado, tornado api, tornado berpisau,
dll. Tapi mereka dengan santainya menganggap tornado itu seperti kipas angin
biasa, fred malah sibuk buka baju karena agak keringetan.
Tiba dilantai 7 inilah akhir dari tingkatan semua.
“ dalam 12 hari kalian lolos, selamat.
Silahkan minum. Saya bikhu Ananda.”
“ terima kasih.” Mereka
lalu minum
“ kalian mau lanjut atau istirahat
dahulu ?” tanya bikhu ananda dengan ramah
“ kami mau lanjut saja,
jika ada waktu ingin belajar jurus lain, wah gak kerasa udah 12 hari disini.”
Jawab fred
“ saya lawan kalian, kita bertarung
lewat meditasi. Siapa yang mao terlebih dahulu.”
“ aku aja.” Kata sella
lalu duduk dilantai
Fred kurang ngerti maksud mereka, sella lalu suruh fred
perhatikan dan konsentrasi.
Fred inget ajaran
meditasi yang diberikan sella dia juga lalu ikutan meditasi, samar-samar fred
menyaksikan sella dan bikhu ananda berkelahi sengit.
Sella bukan tandingan bikhu, jurusnya
tampak asing semua sella bingung harus melawan atau menangkis.
“ buaaarr…” mulut sella
keluar darah
“ astaga..” kata fred
panik lalu dekatin tubuh sella
“ santai dia gak apa-apa saat sadar juga
semua kembali normal, kamu juga meditasi lagi selanjutnya giliran kamu.”
Perintah bikhu ananda dengan tenang
“ oh…” fred lalu silangkan
kembali kakinya
Sella menarik nafas depan tenang, dia bersiap berkelahi kembali.
Fred lalu mengamati tiap langkah dan jurus bikhu ananda. Mereka lalu berdialog
di alam meditasi
“ santai sayang.” Fred
lalu kasih saran
“ sulit jurus bikhu luar
biasa.” Jawab sella
“ ayo fred, kamu bebas dukung tapi gak
boleh menyerang.” Ucap bikhu itu ingin mereka sportif
“ tai chi, ayo sekarang
saatnya.” Fred kasih semangat
“ yang mana? Kakek z gak
kasih ilmu.” Sella lalu bingung
“ gerak aja terus, gaya
bola yang awal, ayooo.”
Bikhu itu lalu
senyum melihat gaya sella yang peragakan tai chi
“ ayo, tenang terus..,
ikuti gerakan bikhu, serang seperti bola.” Perintah fred
‘
bugg…’ tiba-tiba pukulan sella kena telak
kerah perut bikhu
“ bagus sekarang bola
berputar.”
‘
uhhh…uuuhhh..’ bikhu itu merasa pusing karena
sella memutar-mutar kepalanya
“ hancurkan bolanya ke
pohon.” Fred teriak karena senang
“ saya menyerah.. amitabha.” Bikhu itu lalu bangun dan agak ketakutan
“ sella menang. Makasih
sayang.” Sella seneng lalu merangkul fred
“ sekarang kamu fred.” Kata bikhu itu
“ baik.” Fred lalu
memejamkan matanya
Fred
dan bikhu akhirnya sadar kalo tai chi dan jurus Buddha memiliki kesamaan, fred
juga ingat karena kakek z bilang jurus keduanya yang terhebat didunia ini.
Fred gunakan jurus bola lagi tapi bikhu itu tidak dapat 2x
dibohongi, dia lalu gunakan jurus ranting yang dia lihat saat kakek z menulis
tanah
“ berhasil.” Dengan cepat
fred memukul bikhu itu dan menamparnya beberapa kali
“ bagus, kalian emang berpotensi. Selanjutnya
silahkan kalian berdua membalikkan badan.” Perintah bikhu Ananda
Mereka
bingung kenapa harus membalikkan punggung, tapi setelah mereka laksanakan,
punggung mereka terasa hangat, makin lama makin hangat dan menjalar keseluruh
tubuh.
Rupanya bikhu ananda transfer energy
positif ke tubuh mereka berdua.
“
selamat kalian memegang rekord 13 hari lolos semua rintangan, selanjutkan
silahkan ke pintu itu.” Kata bikhu ananda
“ maaf energy yang bikhu masukkan gunanya apa?” tanya sella
“
itu energy Buddha dasar, orang biasa menyebutnya energy chi kung,” kata bikhu
ananda
Mereka mengucapkan terima kasih lalu kembali bertemu Bikhu Simba.
“
kalian sungguh piawai dan bersemangat, saya ucapkan selamat dengan tulus.”
Bikhu itu lalu membungkuk ke arah mereka
“ jangan bikhu, kami gak pantas dihormati.” Kata mereka berdua
“
kalian anggap tempat ini sungguh taman bermain saja, saya malu dan hormatin
kalian.” Kata bikhu ananda
“ kami manusia biasa, tujuan kami kesini agar lulusan
pertandingan, setelah itu kami juga akan bekerja seperti biasa.” Jawab sella
“ betul saya juga akan kembali berbisnis, sekarang apa yang
harus kami lakukan.” Tanya fred
“ mudah-mudahan
setelah saya kasih jurus ini dapat digunakan dengan kebajikan, perhatikan
inilah bagian-bagian telapak Buddha.” Bikhu simba lalu bersalto 2x
Dengan lincah bikhu mengarahkan tangannya kesebuah batu besar,
lalu dia menjetikkan jari dan meregangkan tangannya, dengan sekejap baru besar
itu hancur.
“ wahhh ini hebat, sebatas ini kah?” tanya fred tapi gak begitu
kagum
“ ini tahap dasarnya
yaitu sentilan Buddha, ada 5 tahap.”
“ oh, yuk kita coba ikutin.” Kata fred ke sella
“ sentilannya aja batu sebesar meja hancur, gimana ditahap 5 ayo
fred.”
Mereka
dengan sempurna dapat mengikuti walau hasilnya gak begitu baik tapi bikhu simba
memaklumi, mereka lalu lanjut ke tahap jempol Buddha, kelingking Buddha,
sikutan Buddha, dan yang terakhir yang mereka tunggu tiba
Pada sikutan Buddha aja udah terlihat luar biasanya, dengan
sikut dan dengkulnya bikhu simba dapat menghancurkan beton, baja asli, dan
lantai dengan sekali pijak.
“ kita keluar dulu,
efek telapak Buddha sangat luar biasa.” Ajak bikhu
“ iya.” Kata mereka
Mereka lalu keluar dari ruangan dan diajak ke tempat dekat pantai,
bikhu melompat ke udara dengan tinggi.
“ perhatikan ini,
telapak Buddha.” Bikhu itu memukul laut dari arah atas dengan tegak lurus.
‘ byuuuurrrr….’
Seluruh air seolah-olah terbang keatas dan membasahi mereka padahal jaraknya
sekitar 50 meter.
“ hebat.” Kata fred seneng
“ itu jika diserang dari atas dan musuh di bawah, yang
kedua bila musuh didepan kita, perhatikan lagi.” Bikhu lalu mutar-mutar tangan
kanannya.
“ telapak Buddha.
Yaaa…”
‘ sreeeeetttttt……’
laut terbelah menjadi 2 hingga lurus terus dan tak terlihat ujungnya
“ huppp.” Sella terbang
melihat ujung kekuatan
“ seberapa jauh?” tanya
fred
“ sangat jauh sampe pulau
sana, 5km lebih mungkin.”
“ wuihhh…” kata fred kagum
Air laut masih terus terbelah dengan luas, tapi beberapa menit kemudian
bikhu menurunkan tangannya dan lautpun rapat kembali.
“ makanya saya harap ini bukan untuk permainan.”
“ kami janji.” Kata
fred dan sella
“ ini yang terakhir bila kalian panik dan hantam saat
terbang dari ketinggian.” Bikhu itu rupanya dapat terbang juga
“ kalian maju dan
lihat pulau besar itu.” Kata bikhu dari udara
“ iya, yuk..” fred tarik
tangan sella lalu terbang maju melihat apa yang akan bikhu lakukan
“ Telapakk…. Budhaaa…
hiyyyaaaaa….” Teriak bikhu
‘ buuuuuummmmm……..’ terdengar
ledakan yang amat keras tapi karena penasaran mereka maju terus untuk melihat
hasilnya

“ amitabha.. Buddha maha penyayang jurus itu mohon kalian
pikirkan jika menggunakannya.” Saran bikhu simba
“ iya kami mengerti, apa
yang terjadi jika 3x kita menggunakan telapak Buddha.” Tanya fred
“
tidak ada efek apa-apa tapi yang jelas jika dilakukan dari atas, dunia ini akan
hancur. Kalian telah diisi tenaga dalam oleh bikhu ananda maka kalian tidak
akan mudah lelah dan dapat berlatih ilmu apapun.”
“ boleh saya bertanya lagi, saya mempunyai jurus sabetan dan
dentuman apakah sekarang jika digunakan bisa lebih dari 3 atau 5x?” tanya fred
lagi
“ tentu, 15x pun tak
apa-apa. Karena kalian sudah dapat tenaga chi kung, apalagi jika kalian
berlatih meditasi, mungkin makin hebat dan bisa puluhan kali dentuman tanpa
lelah.” Jawab bikhu
“ sekarang saya yang tanya, apakah tendangan Buddha juga sehebat
pukulan Buddha..?” tanya sella
“ baiklah karena
kalian pemegang rekord saya peragakan, kalian yang nilai mana yang lebih baik
pukulan atau tendangan Buddha, liat pulau sebrangnya.” Tunjuk bikhu itu lagi
Mereka lalu maju mendekati Bikhu dan
memperhatikan dengan seksama proses tendangan Buddha.
“ lihat dengan
baik-baik, inilah tendangan Buddha.. hiaaattt…” teriak bikhu sambil
menendang pulau di sebelah kanan
‘ prakkkkk…..gupraaaaakkkkkk……….’ seakan-akan
gempa besar melanda sekitar
Air laut naik dan pulau itu bertanda telapak kaki sangat besar
pula.
“ jauh lebih hebat.” Kata
fred
“ iya betul telapak
kakinya juga 2x lipat lebih besar dari telapak tangan, padahal ditendang dengan
jarak dekat.”
“ kalian pintar dan
teliti, bagus. Jika saya gunakan dengan posisi terbang diudara seperti telapak
terakhir maka pulau itu dengan mudah hancur bahkan tenggelam, dan 1 hal lagi
jika tendangan digunakan 2x saja dunia ini juga dapat hancur.”
“ wawww…” kata sella kagum
“ oh iya apa jurus
matahari dan rembulan Buddha seperti apa?” tanya fred
“ maaf itu bukan
kapasitas saya, jika ingin tau bisa tanya bikhu kepala, tugas saya cuma sampai
sini, kalian pasti paham dan silahkan berlatih, jika ada pertanyaan saya ada
dipintu belakang.” Jawab bikhu dengan bijak.
Mereka
lalu latihan dengan sungguh-sungguh walau gak maksimal tapi sedikitnya agak
menguasai, karena lelah mereka tidur di sekitar pepohonan.
Tidak berapa lama Bikhu kepala tiba, mereka dengan senang
menyambutnya, lalu mereka kembali ke wihara awal.
“ 13 hari dapat ilmu telapak Buddha,
sungguh luar biasa. Sekarang apa keinginan kalian ?” tanya bikhu kepala
“ jika berlatih ilmu
matahari Buddha dan rembulan apa melewati test juga?” tanya sella
“ tentu, kalian masih mau belajar? Yah
tentu tak seberat jurus telapak.”
“ Maaauuu.” Kata sella dan
fred yakin
Bikhu kepala kembali mengantar, lalu mereka dikenalkan pada bikhu Vai.
“ saya yang akan melatih kalian.
Silahkan ikuti saya.”
Mereka lalu dibawa keruang bawah tanah, suasananya agak dingin
dan sedikit menakutkan.
“ mari masuk, jangan takut.” Kata bikhu
vai ramah
“ iya.” Kata mereka
“ tempat ini sengaja dibuat gelap, kita
berlatih yang mudah jurus rembulan dulu.” Kata bikhu vai lalu suruh kita masuk
Tanpa banyak basa-basi bikhu itu duduk sila seperti meditasi,
lalu tiba-tiba secara perlahan wajahnya bersinar dengan indah dan tampak
melayang, tangannya diangkat menghadap dada lalu suasana disana menjadi terang
dengan perlahan
Mendadak
dari belakang kepala bikhu tercipta bola indah
seperti bulan, inilah yang disebut jurus rembulan. Lalu ada juga jurus matahari yang menyilaukan.
Fred dan sella kurang merasa menarik jurus itu, tapi lumayan untuk pertahanan
jika dibutuhkan. Keesokan harinya mereka memperdalam jurus telapak dan tendangan
Buddha saja dan lusanya dia berpamitan.
Lalu fred dan sella memutuskan pulang
dulu ke selatan, setelah istirahat mereka sorenya ke rumah kakek z dengan
terbang
“ bagaimana hasilnya koq
hanya 2 minggu ?” tanya kakek z
“ lumayan, nanti kami
tunjukkan, gimana cilla dengan latihannya?” tanya sella ke kakek z
“ dia sedang latihan
dihutan kalian lihat saja sana.” Perintah kakek z
Diluar tampak sudah agak senja mereka lalu melihat cilla
latihan.
Cilla dengan tangan kosong tampak tenang dan badannya meliuk-liuk
persis seperti kakek z.
“ cilla udah kuasai tai
chi.” Kata fred ke sella
“ iya, liat daun juga pada
berputar ke arahnya, godain ah.” Sella lalu maju dan serang cilla
“ sialan bikin kaget aja,
rasain nih.” Cilla lalu lempar daun kering ke wajah sella
“ ih aku udah mandi tau.”
Sella lalu mengelak
Mereka lalu saling tukar cerita, sejam kemudian lydia pun datang
sambil bawa tas besar
“ kakek payah, semua di daerah barat kasar-kasar. Huuu.”
Protes lydia ke kakek z
“ kamu belajar apa?” tanya
kakek ke lydia
“ apa yang kupelajari,
putri terbang jurus untuk senjata pedang, lalu ada juga peri terbang dan itu
untuk wanita renta, gayanya senam biasa dan sangat mudah.” Lydia lalu duduk dan
minum
“ jadi kamu belajar apa?”
tanya cilla dengan ramah
“ cuma jurus katak aja 2 hari, sisanya sibuk kesana kemari
lalu bawa alat keren nih buat kita latihan.” Lydia buka koper besarnya.
Lydia bawa banyak
barang aneh seperti kaca-mata, lalu seperti alat dokter dan sebuah kotak besar.
“ apa ini semua?” tanya
fred sambil pegang alat-alat itu
“ ini seperti kacamata tapi dapat deteksi gerakan, kalian
pake deh.” saran lydia
Mereka lalu pake kacamata itu, warnanya cukup beragam dari merah,
hijau dan biru.
“ sekarang perhatikan aku, lalu liat dikaca. Huppp..”
dengan tangan kiri lydia memukul tembok
‘
tut..tuttt..’ lalu muncul angka 13
“ angka 13, apa
maksudnya?” tanya cilla dan sella
“ angka sial yah?” tanya
kakek z yang ikutan pake kacamata
“ tandanya pukulan tadi nilainya 13. Ini mereka sebut
kacamata tenaga, pencari tenaga hebat.”
“ oh, masa brakkk..” fred
pukul tembok agak kenceng
‘
tuttt..tutt..’ lalu muncul angka 32
“ oh gitu menarik, coba
aku.” Sella lalu siap-siap
“ tunggu-tunggu.. lanjut
diluar sana, kalian mao robohin rumahku yah.” bentak kakek dengan kesal
Lalu mereka ambil alat seperti peralatan dokter
dan kotak besar seperti komputer itu
“ ini juga canggih,
sini tangan kakek. Tar mereka tau apa kekurangan dan kelebihan kita.” Lydia
menjelaskan sambil ikat tangan kakek
“ awas jangan merusak rumah, iya alat ini yang dulu aku agak
mirip jamanku dulu.” Ucap kakek agak seneng
‘tikk..tikk…’
alat itu mengukur dengan otomatis apa kelebihan dan kekurangan kakek lalu papan
itu kasih diagram dan hasilnya
“ wah speed kakek 75. Power
80, balance 65, tehnik 95, dan chi 99. Hebat juga.”
“ coba aku dong lyd.”
Pinta sella
“ oke.” Lydia lalu pasang ke tangan sella
Mereka semua kaget karena hasilnya 100 semua kecuali balance 99.
“ astaga hebat banget, aku udah test aja gak sempurna itu.
Latihan apa ka?” tanya lydia dengan heran.
“ di bodhi Budhha, kamu
kesana aja, eh ini gelang apa?” tanya sella ke lydia
“ iya ah, besok aku juga belajar di wihara. Gelang ini
berfungsi sebagai pemberat. Ka fred sini deh.”
Fred
lalu menghampiri dan pakai gelang itu di tangan kirinya, lalu lydia keluarkan
kotak kecil seperti korek api.
“ 45kg.” kata lydia bicara ke kotak itu
‘
ting…’ tiba-tiba kotak itu berbunyi
“ wawww jadi berat gelang
ini, enak nih buat latihan.” Kata fred seneng
“ yah namanya juga pemberat, tapi model modernnya, kalian
beli deh dibarat banyak yang jual, keren-keren.” Ucap lydia promosi.
“ oh iya kek kita udah ke
wihara, lalu apa langkah kita selanjutnya?” tanya sella ke kakek z
“ mudah, kalian menyamar
dan tantang para penjahat dengan alat ini, kita liat siapa yang punya kekuatan
terbesar.” Kata kakek sambil pake kacamata tenaga
“ gimana cara nyarinya?”
fred penasaran lalu pake kacamata itu lagi
“ mudah, sekarang aku keluarin tenaga, nanti otomatis dia
deteksi sendiri, happp…” lydia tarik nafas dan keluarin tenaganya
‘ tutt…’
lalu muncul angka 1500
“ hebat 1500. Lalu ?”
tanya fred ga ngerti
“ tekan sebelah kanan bingkai nanti nyari siapa yang
tenaganya sama atau melebihi.”
Kakek z dan sella juga lalu iseng-iseng belajar gunain, fred
lalu menemukan sesuatu
“ ada 4 orang. Kita semua
diatas 1500 yah?” tanya fred
“ yah pasti, lalu
sekarang kalian keluar, liat ada ga yang bertenaga sama atau lebih.”
“ oke deh.” Fred lalu keluar rumah
‘ ttuutt..tutttt..’
fred lalu tekan-tekan bingkai dikanan dan kiri
“ ada banyak orang, lagi diitung ama kacamatanya. Wah sekarang
jumlahnya ditulis 1500=1,7juta. Apa artinya?”
“ jadi yang tenaganya
diatas 1500 ada 1,7juta orang. Paling banyak didaerah mana, kaka pencet kanan
kiri lagi?” ucap Lydia
Sella lalu ikutan keluar rumah dan
mencobanya juga, untuk membandingkan dengan fred, kakek z juga ikutan.
“ daerah kanan, itu mana yah?” tanya fred sambil menunjuk
“ kanan yah barat, iya dikanan ada 1juta lebih yang bertenaga besar,
kalo gitu sekarang kamu marah.” Saran kakek ke fred
“ kalo aku keluarin jurus harmony ada saingan ga yah?” tanya
fred lalu angkat tangannya
“ coba aja, cepet.” Kata cilla penasaran
Dalam sekejap
fred berubah jadi merah, tapi berkat belajar di wihara merahnya tampak lebih
muda dan powernya bertambah.
“ fred kamu berubah kearah hutan, rumahku bisa hancur.” Teriak
kakek
“ iya..” fred lalu menjauh ke arah hutan
“ luar biasa tenaganya
1 juta lebih.” Kata lydia
“ tapi di aku masih bunyi tut terus dan naik loh.” Sella bingung
dengan kacamata itu
“ oh tandanya masih
naek lagi, iya benar.” Ucap lydia seneng
“ huaaaahhh…” fred lalu teriak tandanya sudah maksimal.
“ astaga, 1,3juta
power fred, disini hanya 3 orang yang sama, coba tempat lain.” Lydia lalu
pencet-pencet bingkainya
“ 3 orang lagi, jadi selain sella, lydia, siapa yang ketiga? Aku
atau cilla?” tanya kakek
“ ga jelas panahnya diantara kalian coba aja menjauh, cil kamu
ke kiri deh.” Perintah sella ke cilla
“ oke, pasti aku dong kakek udah tua paling tenaganya 500 haha.”
Ledek cilla
“ iya benar kekuatan cilla diatas 1, 3 juta. Kita liat didunia
siapa yang lebih besar lagi?” sella lalu arahkan kacamata itu seperti lydia.
“ ada banyak juga, 17 orang yah.” Fred lalu mendekat
“ iya, ditambah disini
jadi 20 orang.” Kata lydia.
“ kalian menyamar, lalu datangi mereka tapi jangan berkelahi
cukup cari tau aja. Jadi kita ada bayangan untuk 8 bulan kedepan.” Saran kakek
z
“ oke kalo gitu kita bagi 2 kelompok, aku dengan fred.” Kata
cilla
“ oke, kebetulan aku
juga mau bertanya ama ka sella.” Kata lydia ke sella
Mereka lalu gunakan
topi, jaket dan topeng agar tidak
mudah diketahui, kalo diketahui takutnya saat
pertandingan mereka akan disangka pengintip.
Lydia dan sella ke utara lalu ke
barat, sedangkan cilla dan fred ke timur lalu selatan
“ enak gak dilatih kakek?” fred memulai percakapan ke cilla
sambil terbang
“ dia baik, jadi tenang yang repot belajar obat-obatan aku
banyak salah.” Ucap Cilla sambil senyum
“ wajar namanya juga baru beberapa hari, tai chinya gimana?”
“ lumayan, gak secape dulu malah menurut aku sih enak ke tubuh
jadi tenang, pikiran juga tenang, kamu di wihara cepet amat?”
“ bikhu disana baik, lagipula alam disana aneh. Jadi kita ga
ngerasa lapar dan ngantuk, latihannya jadi cepet.” Jawab fred jujur sambil
perhatiin kacamatanya
“ wah nanti giliran aku kesana ama lydia, nanti kamu juga
gentian belajar ama kakek z.”
“ iya, paling mulai besok, liat dikacamata kasih petunjuk disini
ada yang sekuat kita.”
“ benar, kita turun yuk.”
Mereka
lalu mengatur nafas, karena jika mereka pake kacamata juga akan mendeteksi
tenaga yang sama, mereka liat ada 2 orang tua sedang ngobrol dan salah satunya
bertenaga 1,3juta
“ hanya kakek-kakek, belum tentu dia ikut. Yuk cari info lain.”
Kata cilla
“ tar dulu aku poto lewat hp, kali aja kakek z kenal.” Ujar fred
Beres memfoto, mereka
cari tenaga lain. Setelah diamati gak lama mereka temukan gadis kecil yang
bertenaga sama, lalu seorang pria muda, dan beberapa kemudian mereka temukan 3
orang sekaligus
“ wah ini sasana kungfu
juga di timur, orangnya hebat-hebat.” Kata fred seneng
“ tunggu rasanya aku pernah kemari diundang, tapi agak lupa.”
“ depannya aneh koq gambar beruang, gerakan latihannya juga
aneh.” Fred lalu merekam gerakan mereka dengan hp
“ oh aku ingat, ini disebut istana beruang. Iya betul, dulu aku
diundang ketuanya, nah itu dia yang botak.” Kata cilla agak berbisik
“ hebat dia?”
“ kuat luar biasa, jurusku aja mental lagi, anak buahnya emang
hebat-hebat. Mereka namakan jurusnya beruang dan panda cina.”
“ wah seru deh nanti, mesti makin kuat dong aku.” Fred lalu
semangatin dirinya
Dari kejauhan cilla
dan fred melihat latihan mereka, awalnya biasa saja hanya hancurkan kayu, besi,
dll. Tapi beberapa dari mereka lalu makin hebat dapat hancurkan beberapa balok
es dengan kepala, meninju es menjadi serpihan kecil, dll
“ lumayan, liat sekarang ketuanya maju.” Kata cilla penasaran
“ dia bawa 2 batang pohon kelapa, mau diapain yah?”
“ liat dia ubah jadi debu dengan sekali pukul, gawat kalo nti
kena badan kita haha.” Cilla lalu ketawa
“ iya, banyak banget orang hebat yah, eh kesana yuk ada 2 juga
tenaga.”
“ ayo…”
“ Oh ini wihara bodhi Buddha, disini yang tenaganya hebat aku
pikir bikhu ananda dan simba.”
“ wah kalo gitu tenang, bikhu kan gak boleh sombong jadi mereka
gak akan ikut pertandingan. Hehe.”
Mereka menuju selatan, karena ternyata disana juga ada 2 tenaga
hebat.
“ deket kita juga ada yang hebat, kita coba yang jauh dulu
fred.” Kata cilla
“ ayo.”
Lalu mereka tiba disebuah rumah, ada sosok bapak-bapak tinggi tegap
sedang latihan.
“ hebat sekali, gerakannya
ringan dan pohon kaya terisap.” Puji cilla
“ bukankah mirip tai chi
kakek z ?” Fred memperhatikan dengan cermat
“ ya betul tapi ini lebih
kejam, kamu liat pohon-pohon itu semua gosong dan jadi abu. Kakek z selalu
cinta hutan dan pohon.” Cilla lalu melihat hutan sekitar
“ betul, kita poto dia.”
“ siapa itu?”
tiba-tiba bapak itu melihat fred
“ wah gawat, kabur..” fred
lalu terbang dengan cepat
Tapi mereka kalah gesit dengan mudah bapak itu menangkap kaki
fred sementara cilla sudah hilang.
“ mao apa kau?” tanya bapak itu
“ jurus matahari…”
teriak fred lalu keluarkan sinar sangat terang hingga bapak itu silau
“ kabuuurrr…. Wuussshhh….” Fred dengan gesit terbang
lurus
“ huu hampir saja..” ucap
cilla yang ternyata sembunyi di sekitar pohon
“ iya tapi gawat kalo
mereka tau, jurus matahari kan milik wihara tar kalo bapak itu kewihara
gimana?” tanya fred cemas
“ tenang aja, dia orang
selatan, wihara di selatan juga banyak, wihara kamu di timur, dan ditimur juga
ada 5 wihara lebih, pasti dia sulit nyari.”
“ iya sih, 1 lagi udah
deket nih.” Fred lalu amati kacamatanya
“ loh arahnya deket hotel
kamu.”
“ eh iya wah gimana
nyarinya, ini kan tempat rame.” Fred lalu perhatiin hotelnya
“ kita ikutin aja detector
ini kamu ke atas, aku ke bawah.”
“ oke.” Fred lalu mendekat
dan naik keatas perlahan
‘ tutt..tut..’
tiba-tiba detector itu bekerja makin kenceng
Fred
penasaran lalu naik ke tingkat paling atas, seinget dia lantai atas hanya
gudang dan balkon atasnya lagi.
“ hah..” fred kaget karena
seorang perempuan yang bertenaga besar itu
“ siapa itu.., kemari kau...” Dengan
salto dia tangkap kaki kiri fred dan lempar ke tumpukan kardus bekas
“ aduuuh.” Kata fred gak
siap
‘
bak…buk…bukk…’ perempuan itu melancarkan tinjunya
ke arah muka fred
“ pake topeng dan cadar kau, mao apa
kesini, maling yah?”

“ oh ada komplotannya. Rasakan.”
Perempuan itu lalu membalas
“ tungguuu.” Fred lalu tarik tangan perempuan itu
“ masih sadar kau, makan nih. Bruugghhh..” dengan palu besar dia
tonjok kepala fred
Fred pingsan lalu mereka berantem
dengan gesit di gudang.
“ tenang, saya cuma ingin
deteksi tenaga.” Cilla berusaha menjelaskan
“ buat apa, ayo keatas.” Tanpa banyak
basa-basi dia angkat dan banting tubuh cilla ke lantai paling atas
Cilla berusaha tenangin, tapi perempuan itu sangat liar dan
kuat.
“ kalo orang baik ga akan pake topeng,
pasti kamu mau maling yah.”
Tidak ada pilihan bagi cilla selain berkelahi, lagipula kaki dan
tangannya juga udah sakit cuma untuk menahan serangan brutalnya, mereka makin
lama agak seimbang tapi karena perempuan itu lebih kasar dan powernya hebat
cilla putuskan gunakan kelembutan yaitu tai chinya.
“ oh tai chi yah, gak takut. Jurus
harmony.” Dengan menaikkan tangannya tubuh perempuan itu jadi merah
“ apa…, itu kan…?” belum sempet cilla bicara sebuah pukulan
mendarat dipipinya
Cilla menangkis dan kasih perlawanan, perempuan itu tapi tetap
gigih, dengan kaki dan tangannya powernya makin hebat
“
hebat kamu belum mati, rasakan ini, harmony 2x lipat.” Perempuan itu menaikkan
kekuatannya lagi
Cilla makin terpojok, dia juga keluarkan jurusnya. Seisi kota
merasakan getaran hebat karena ulah mereka.
“
hahaha.. ayo lagi, sudah lama aku gak rasakan seenak ini bertanding, sekarang rasakan
harmony 3x lipat ditambah jurus dentuman aku.”
“ apaaa.. dentuman?”
“ kaka hentikan….” Fred lalu bangun dari pingsannya
“
kaka…, siapa kau?” perempuan itu lalu hendak pukul fred lagi
“ bodoh yah, tar dulu buka topengnya susah tau, maen hantem aja.”
Ujar fred buka topeng
“
astaga, fred.” Kata perempuan itu lalu peluk fred
“ kaka bodoh banget gak kenal aku, hentikan cilla ini Frida kaka
sulungku.” Fred balas memeluk kakanya
Mereka lalu saling ngobrol, Frida lalu obati mereka berdua sambil
minta maaf.
“ dari dulu emosian mulu, bagus kami masih hidup.” Kata fred
kesel
“
ha ha
padahal udah kaka getok pake palu,
koq ga mati?” tanya frida sambil ketawa
“ enak aja… koq kaka kungfunya hebat. Ajarin…”
“
ngga ah, jurus gabungan ke-3 Om koq. Tanya aja cilla. Iya kan?” tanya frida ke
cilla
“ iya, tapi hebat jadi harmony2x, lalu 3x lipat, gak lelah tuh
kak?”
“
gak, kan aku seneng meditasi, tadi terlalu semanget yang ada kaca pada pecah
dihotel deh.” Ujar Ka frida lagi sambil obati pipi fred
“ potong gaji aja hehe, kaka dihotel pangkatnya apa? Dulu kan
direktur koq sekarang digudang?”
“
sama.. cuma ga ada kerjaan aja jadi kegudang beres-beres tadinya mao mandi,
kapan kaka naek pangkat nih…?”
“ ya udah jadi direktur utama sana, eh iya sama urusin usaha
kapal mao gak?”
Mereka lalu berbincang, sepertinya udah lama fred gak ketemu frida. Maklum saat ketemu
juga selalu ada tamu lain dan suasananya gak pas. Mereka lalu jelasin tujuan
mereka dan mereka bicara jujur tentang bapak-bapak yang kuasai tai chi
“
iya disini ada keluarga kita, dari adik papi, namanya Om Reynold Eduardo.”
Frida lalu jelasin
“ Bukankah reymond kalo ga salah?” tanya cilla
“ itu ayahnya yang dulu, ada gosip dia
punya ilmu tai chi hitam, lalu hisap tenaga ayahnya sendiri, makanya Reynold
hebat.”
“ oh ya, kakak ikut
turnamen yuk.” Ajak fred
“ udah pernah 3 tahun lalu, tanya aja
adikmu Firly.” Frida lalu kasih mereka minuman
“ menang ga?”
“ juara 2, firly yang menang.”
“ masa? Koq bisa?”
“
ha..ha…kita dari dulu sengaja kamu gak terlalu banyak dikasih ilmu, karena
takut gak fokus kerja, gimana juga kamu pewaris tahta, lalu kamu jadi
malas-malasan, makanya ke-3 om baru ajarin sekarang, kamu terbang aja kaka
heran.” Frida lalu ketawa
“ kalo kaka dan firly
kapan bisa? Koq aku gak tau?”
“ huuu.. dari sekolah juga kami udah
bisa harmony, kami juga udah belajar wushu, di wihara Bodhi, dll. Kamu telat.”
“ kaka pernah ke wihara
bodhi, lulus ga?”
“ lulus tapi 3 minggu, firly 4 minggu.
Kita salah pas mao belajar tenaga dalam baru kesana, seharusnya belajar tenaga
dalam dulu, makanya lama.”
“ tahun ini ikut gak?”
“ boleh kalo kamu ikut, kaka juga udah
lama gak latihan, dulu ga seru karena kita jagoannya, kalo gak firly.
Pesertanya juga itu-itu aja.”
“ Sombooong…
emang ikut berapa kali?”
“ turnamen middle sih dulu tiap tahun,
provinsi udah 5, universal 3x. kalo adik kamu provinsi 6, universal 4.”
“ lebih hebat mana kaka
dan firly?”
“ firly, dia sambil kuliah tetep
berantem mulu, nti aku suruh ikut deh.”
“ apa jurus terhebat
firly?” tanya fred penasaran
“ huuu banyak banget dia segala bisa,
kaka aja sulit menang, dia piawai kepala batu, sikut sakti, semua anggota
tubuhnya bener-bener senjatanya.”
“ wah hebat…” cilla lalu
ikutan semanget
“ susah menang nih kalo
gitu aku?” fred mendadak lemas
“ haha biar gak juara, tapi kamu minimal
bisa 5 besar fred. Lagipula masih lama kan?” tanya frida
“ 8 bulan lagi?”
“ belajar sana, harmony kan mudah
tingkatkan terus, kalo bisa meditasi kamu tingkatin sampe berlipat-lipat, firly
aja bisa sampe harmony biru?”
“ apa itu harmony biru,
yang aku tau kalo udah sekarat?”
“
kalo udah 5x lipat nanti biru, awalnya menguras tenaga, kaka aja sampe pingsan
tapi belum ahli, firly bisa dengan mudah kuasai awalnya yah gagal juga.”
“ oke deh, udah larut, sampe nanti kak.” Fred lalu pamitan
“
tar dulu, kamu kalo latihan dilaut yah, jangan dikota bahaya.” Saran frida
“ oke.. dadah.” Fred lalu terbang kembali
Mereka geleng-geleng kepala, ada rasa senang dan juga takut. Ternyata
didunia ini masih banyak orang yang tangguh dan luar biasa.
Sampe di rumah kakek z mereka kaget
karena sella dan lydia juga agak babak belur.
“ sayang kenapa?” tanya fred liat wajah sella yang agak biru
“ ada cewe tangguh pukulin kita, kamu juga koq pipinya agak
memar..?” tanya balik sella
“ yah sama aku juga, hehe.” Fred lalu ketawa
Kakek
z kasih mereka semua pilnya, mereka lalu tukeran informasi. Ternyata dibarat
emang banyak petarung tangguh tapi yang paling tangguh adalah remaja perempuan.
“ nih fotonya, aku
tadi memoto dia.” Kata lydia
“ coba liat, emang dia hebat? Kan kamu bisa jurus hebat, dan
sella bisa jurus telapak ?” tanya fred ke mereka berdua sambil liat foto di hp
lydia
“ telapak aku dibales cuma dengan sentilan Buddha, begitu juga
jurus lydia. Kemarahan lydia dibales dengan jurus sabetan yang mirip kamu,
bagus kita gak mati.” Jawab sella kesel
“ haha.. ini adik aku Firly. Pantes kalian kalah.”
Mereka lalu kagum dan ternyata seluruh keluarga fred emang luar biasa
termasuk pamannya reynold Eduardo
“ kakek, jawab jujur. Emang ilmu paling hebat hanya chi kung dan
jurus Buddha?” tanya fred
“ 25 tahun lalu sih iya, entah sekarang. Para jurus binatang
juga kan intinya dari shaolin.”
“ bagaimana dengan tapak besi, baju besi, dan auman singa?”
“ ada yang dari shaolin dan gabungan, misalnya ada bikhu yang
memperdalam lalu temukan jurus baru. Semacam auman singa dari jurus macan, lalu
jurus congcorang atau belalang diubah jadi seni totok.” Kata kakek
mengingat-ingat
“ binatang apa yang
paling sakti dari jurus itu?” kali ini lydia yang tanya
“ jaman kakek yah belalang, tapi karena bisa beracun dan bahaya
maka dilarang saat turnamen, cakar harimau juga bahaya tapi gak beracun.”
Terang kakek
“ tapi semua jurus Buddha dan shaolin kalah dengan telapak atau
kaki Buddha kan?” kali ini sella yang bertanya
“ yang tertinggi waktu itu yah iya, dan yang kalahkan jurus
pamungkas aku 9 mentari yah telapak Buddha.”
“ koq aku gak diajarin?”
protes cilla
“ kamu himpun tenaga aja,
lusa atau paling lama minggu depan kakek ajarin. Sekarang apa ide kamu fred?”
“ mudah, aku mao ke adikku
Firly minta dia ajarin. Hehe..” kata fred seneng
“ ikut yah.” Pinta sella
“ jangan, dia gak suka
orang asing, kamu disini aja pelajari jurus tai chi kakek, nanti minggu depan
kita gentian ngajarin.” Kata fred sambil pegang kepala sella
“ oke deh. Ati-ati.” Sella
menatap dengan perasaan cemas
“ santai aja dia adikku.”
Bersambung...
Firly Sang Fenomenal….
“ astaga gelap gini, kamu latih diluar
angkasa?” tanya fred
Setelah 2 jam mereka tiba, dan mendarat dengan santai.
Fred
amati planet itu sambil berusaha jalan cepet, tapi tetep sulit, lalu dia
latihan angkat kerikil dilempar ke
langit dengan sekuat tenaga fred ingin ambil lagi tapi yang ada tangannya keram
karena jatuhnya kerikil 3x lipat
Cara
latihan firly penuh dengan permainan dan canda, beda dengan sella yang serius
atau paman-pamannya, mungkin karena firly masih ingin senang-senang dengan
usianya, dan karena sifat dia emang periang.
Fred
sama sekali udah ga ngerasa berat dan kaku, dia dapat salto dan terbang seperti
biasa walau gak bisa terlalu tinggi, lalu iseng-iseng fred coba kelilingi
tempat itu.
Semua
makhluk kecil bantu Julius dan saling melindungi diri, sedikit demi sedikit
mereka sembunyi di gua, Julius akhirnya gak bergerak setelah fred gunakan
dentuman. Tampak planet besar itu juga hancur karena kekuatan fred.
New World 2c
Firly Sang Fenomenal….
Dengan yakin fred ke berangkat ke barat, dia juga
sudah 1 tahun gak ketemu Firly.
“ hay.” Sapa fred ketika
tiba dirumah Firly
“ kaka, hay..” firly lalu memeluk
kakaknya
“ kamu mau kemana
pagi-pagi?”
“ latihan, kaka mao kemana, yuk ikut.” Ajak firly sambil
tarik tangan kakaknya
“ ayo. Sengaja pengen
kunjungi kamu.”
“ yang bener?
Senengnya..” firly lalu senyum dan berlari kecil dengan kakaknya
“ kakak naik apa
kemari? Mana mobil atau pesawatnya?” tanya firly sambil lari kearah dermaga
“ enak aja aku bisa terbang sekarang, makanya pengen diajarin
kamu. Kata Ka frida kamu hebat.”
“ emang.., ayo kejar
firly.” Firly lalu terbang dengan cepat
“ hoooy.. tar
orang-orang liat tau.”
“ kaka ini barat,
semua orang cuek lagipula mereka udah kenal aku semua. Ayo kejar…wusshhhh..” firly terbang bagai kilat
Fred bingung lalu nyari-nyari dimana adiknya gak taunya udah
dibelakangnya, sungguh luar biasa adiknya.
“ koq ga kejar?” tanya
firly heran
“ terbang kamu kaya setan, gimana kejarnya?”
“ haha.. itu 10%
tenaga aku, nih kalo kaya setan.”
‘
Wuuuussshhhhhh….’ Dalam sekejap firly
hilang dari hadapan fred yang tersisa hanya hembusan anginnya saja
“ astagaaa..”
“ keren gak? Hehe..
yuk aku ajarin.” Firly tarik tangan kakaknya
Mereka lalu terbang bersama, tapi fred ketakutan karena
kecepatannya sangat tinggi
“ pelan-pelan bodoh, kaka gak bisa kendaliin.”
“ haha ini cuma
setengah kekuatan aku, kaka liat kedepan lalu konsentrasi deh jangan malah
merem.”
Fred mengikuti saran firly,
yang ada mata fred sakit kena angin tapi dia konsentrasi lalu ngerasa terbang
firly makin lambat.
“ koq pelan ayo lagi, kaka berat yah?” ledek fred
“ okeee….” Firly lalu
tambah kecepatannya
“ asik, hihi… kamu gak pake jaket tebel, tar masuk angin loh.”
“ gak ini baru 60%,
diatas 80% baru bahaya.” Kata firly dengan tenang
Fred hanya bisa bengong dan menelan ludah, tapi dia berusaha
konsentrasi terus agar tidak sia-sia firly ngajarin
“ cape..istirahat yuk
dipantai.” Ajak firly
“ iya, mata aku juga perih..”
“ he..he..payah kaka.”
Ledek firly lalu turun kepantai
“ kamu pernah kelilingin dunia ini?”
“ sering, dulu pernah
seharian kelilingi, sekarang udah lumayan bisa 2-3 putaran. Kaka mao?”
“ nggak ah. Haus nih ambilin kelapa dong.” Perintah fred sambil
tunjuk ke pohon kelapa
‘ tikk..tikkk…’
firly ambil batu 2 buah dan sentil kelapa itu
Dengan salto dia ambil kelapa itu lalu kuku jari kelingkingnya
dia tempel ke kelapa, dengan mudah kelapa itu terbelah.
“ nih buat kaka.”
Firly dengan santai kasih sebuah kelapa
“ kaka kesel sama para Om, mereka gak adil selama ini.” Fred
lalu cerita sambil minum
“ kenapa? Kaka ribut
ama Om hans atau Om leo?”
“ semuanya tapi bukan ribut.. mereka gak ajarin aku terbang,
malah alam yang ajarin aku, beda dengan kamu dan kak frida.”
“ oh iya ka Frida
pernah cerita, katanya biar kaka fokus usaha jadi mereka asal-asalan ajarin
kaka.” Jawab firly sambil usap bahu fred
“ kaka emang fokus kerja, tapi saat kerja ada orang jahat tembak
kaka, yang ada kaka luka dan terjatuh dari lantai 3 gedung.”
“ oh ya, mereka gak
cerita.”
“ yah gak parah sih, tapi jadi kesel aja. Apalagi ka frida juga
udah jelasin masalah itu.”
“ jadi maksud kaka
ketemu aku pengen diajarin ilmu yah?”
“ kalo kamu mao ajarin.”
“ ya ampun..kita sodara, ya tentu mau.”
“ emang kamu gak kuliah?”
“ tentu kuliah tapi udah angkatan akhir jadi santai mulu,
kerjaan aku jalan-jalan, kencan dan latihan, nanti kaka aku ajak keluar
angkasa.”
“ luar angkasa? Ada apa
disana..??” tanya fred heran
“ seru kak, liat planet lain, kenal penduduk asing, maenin
UFO, dll.”
“ haaahhh…??” kata fred
bingung
Inikah firly adiknya…? Luar biasa sekali… mereka yang lain sibuk dengan
dunianya sementara dia sudah melanglang buana dengan kekuatannya yang tak
terbatas.
“ mulai kapan kamu latih
aku?” tanya fred
“ sekarang juga ayo, tapi kaka tunggu disini aku ambil tas
dulu.”
“ ya udah sana.”
“ minta uang dulu buat beli beberapa perlengkapan, kaka mao
dilatih berapa bulan emang?”
“ ya udah kita kerumah
kamu aja, kaka mao telpon Om leo dulu disini juga kesel.”
“ iya deh.”
Firly lalu pegang
fred dengan kenceng, tampak terlihat dia sayang sekali dengan fred. Dirumah
fred lalu telpon Om leo kasih tau kalo ada di firly, lalu kabarin sella juga
kalo semua berjalan lancar. Gak lama firly kembali sambil bawa peralatan dan
tas besar
“ kamu mao latih kaka
dimana? Repot amat..” Fred bingung dengan kelakuan firly
“ rahasia, pokonya dalam 1-2 bulan gak akan ada yang bisa
sakitin kaka.” Kata firly yakin
Fred terharu
lalu matanya berkaca-kaca, firly yang melihat itu lalu memeluk kakaknya.
“ maafin firly baru sekarang bisa bantu kaka.” Kata firly
sambil memeluk
“ lebih baik terlambat
daripada tidak. 8 bulan lagi kaka akan masuk pertandingan universal.”
“ pasti, tapi ada 3 permohonan nih dikit hehe..”
“ apa, bilang aja.” Fred
liat liat lukisan diruang tamu firly
“ pertama nti bantuin skripsi aku yah, kan kaka banyak
koneksi aku juga pengen tahun ini lulus. Kedua aku pengen punya mobil ama rumah
deket kaka.”
“ rumah kita kan sama,
ngaco..” kata fred sambil memandang firly dan berjalan agak jauh mengamati
lukisan lain.
“ aku pengen dibangun rumah sebelahnya yang mewah jadi bisa
latihan disitu, janji?”
“ iya deh, tapi gak bisa
tahun ini, tahun depan. Tar duit menang turnamen kaka bikinin rumah sisanya
mobil, lalu ketiga apa?” fred lalu jalan ke arah firly
“ aku pengen dilibatin dibisnis dengan kaka, bantu-bantu
gitu, tapi dibayar. Oke ?”
“ pasti, bisnis apa dulu?”
“ yang ada aja, makanan ama pakaian. Nanti aku kembangin,
kaka percaya aku kan?”
“ hmm..baik kaka janji.
Pinter ngerayu yah sekarang.” Fred lalu belai rambut adiknya
“ hehe…kalo gitu aku akan buat kaka sekuat aku, bahkan
lebih.. ayo pake jaket-jaket itu.”
“ astaga, tebel amat nih
jaket, buat apa?” fred lalu memakainya
“ udah ikutin deh. Lalu pake syal dan kacamata tenaga yang
putih.”
Fred gak ngerti, dia hanya mengira akan dilatih terbang atau
pemberat. Firly juga bawa tas punggung besar begitu pula firly.
“ pegang tangan kanan aku, eh pake sarung tangan dulu.”
Kata firly lagi
“ iya-iya, kaya mao
balapan aja repot banget.”
“ haha..udah ikutin
aja, sekarang masih pagi, 2 jem lebih kita sampe, yuk.” Firly lalu terbang dan
pegang dengan erat tangan kakaknya.
Firly
keatas terus dengan kecepatan penuh gak lama mereka udah diatas langit dan
terus terbang keatas. Fred tampak ngeri melihat kebawah tapi dia lalu menatap
firly yang yakin dengan dirinya. Dalam 30 menit mereka sudah tiba diluar
angkasa.
“ hehe seru disini
ringan banget gak ada gravitasi, masih lama. Pegang yang kenceng kalo berpisah
bahaya.” Firly lalu atur posisi tangannya
“ masih lama. Kemana yah, wah ada bulan.”
“ indah kan, maju
terus…” firly percepat terbangnya
Fred baru sadar kalo dirinya diluar angkasa dia lalu menatap ke kanan dan kiri
ternyata terdapat banyak planet lain, fred hanya geleng-geleng kepala.
“ tangan aku keram, kamu rangkul aja deh.” Saran fred
“ oke.” Firly tarik
baju kakaknya
“ nah kan enak kalo gini, kamu sering kemari?”
“ dulu iya, sekarang
jarang. Aku rasa ini tempat yang cocok buat kaka.”
“ dimana?” tanya fred liat kanan kiri
“ Jupiter, tuh sana masih jauh.”
“ astaga, gede banget.”
Fred melihat Jupiter dengan takjub
“ iya mungkin 3-4x lipat lebih besar dari tempat kita, tapi
enak. Seru dan pada ramah-ramah.”
“ ramah, emang ada orang
disana?”
“ ada.. aku yang bawa dari planet lain abis dulu kosong
jadi gak enak kalo gak ada temen ngomong.”
Fred udah gak tau mesti bilang apa,
rasanya dimimpi juga dia gak bisa lakukan ini.

“ hay..” sapa firly ke teman-temannya
“ hay putri firly, senang jumpa lagi.”
Mereka lalu salaman
Tubuhnya
pada kecil-kecil sekitar 1 meter, jumlah manusianya sekitar puluhan. Mereka
lalu kenalan dengan fred juga
“ indah kan kak?” tanya firly
“ dulu liat langit biru
atau putih, disini kuning. Sore yah?” tanya fred sambil buka tas dan jaket
“ ini siang, kalo sore agak coklat, kalo malem yah sama
gelap, mereka penduduk planet lain aku bawa kesini.” Firly lalu bukain jaket
dan sarung tangan fred
“ aku udah gak pake jaket tinggal celana dan kaos tapi kenapa
kalo jalan berat amat yah, apa kecapean?” fred bingung dirinya merasa sulit
jalan
“ haha kalo siang
gravitasinya 3x dari tempat kita, kalo malam 5x lipat.”
“ wah.. gak usah pake pemberat dong.” Fred berusaha
loncat-loncat
“ nanti yah pake, 3
hari juga kita bisa kuasai, aku aja seharian lancar. Sehari disini sama dengan
2 hari di bumi.” Firly lalu ke arah gua besar sambil buka tasnya
“ ooo gampang itungnya, sebulan disini yah 2 bulan dibumi. Aku
liat-liat dulu yah.”
“ iya kalo ada yang
tanya bilang aja sodara putri firly, mereka ga tau pada panggil gitu.”
“ oke sister.” Fred lalu jalan-jalan
Fred lalu berhitung sendiri, berat tubuhnya 70kg, berarti
sekarang 210kg karena 3x lipat. Fred angkat kerikil lalu dia lempar kebawah dan
sangat cepat sekali jatuhnya.

Seluruh planet banyak terdapat tanah dan kerikil, jarang sekali
rumput, fred lalu mencari sungai, tapi gak berhasil. Fred merasa ingin kencing,
dia melihat batu lalu kencing dibatu itu
“
ggrrrrr. Sialan...” Tiba-tiba batu itu
gerak
Fred kaget lalu tarik celananya, rupanya batu itu adalah
raksasa.
“
sial..kubunuh kau…” raksasa itu mengejar
fred dengan cepat
Raksasa itu sangat besar sekali, tubuh
fred hanya sedengkulnya, fred lalu teriak-teriak
“ firlyyyy…tolooong…”
“ hah…kaka.” Firly lalu mendekat
“ tolong ada raksasa mao injek aku.”
“ ha ha, jul hentikan itu
kaka aku.” Ujar firly dengan lantang
“ ah..beruntung kau manusia kecil. Awas
jika kencingi kakiku lagi.” Kata raksasa itu lalu berhenti
“ mana tau itu kaki,
kirain batu.”
“ kaka ada-ada aja, itu Julius. Dia seorang titan.”
“ apa itu titan, bukannya
titan nama bulannya Jupiter.” Kata fred lalu melihat ke bulan besar
“ iya, diatas raksasa adalah titan, Julius baik dia aku
bawa dari planet Uranus.” Ucap firly lagi
“ gimana bawanya?” kata
fred heran
“ yah gendong.”
“ kamu kuat?”
“ dulu dia masih kecil, kaka ngantuk gak?”
“ nggak. Sekarang udah
bisa lari disini. Ga ada sungai yah disini ?” fred melihat sisi kanan dan kiri
Jupiter.
“ adanya danau ama laut, yuk kesana.” Firly lalu terbang
dan rangkul fred
“ aku terbang sendiri yah,
sambil belajar.” Kata fred melepas rangkulan
“ iya, di deket tanah dulu aja jadi mudah, awalnya juga aku
gitu.”
“ ada berapa titan disini?”
“ cuma 1, kalo ditempat aslinya 10.”
“ dimana aslinya?” tanya
fred sambil terbang dengan ga menentu karena berat
“ jauh di arah sana, yang terbesar kita cuma sebesar
kukunya loh.” Kata firly
Mereka terus
terbang sambil ngobrol, dalam beberapa menit mereka tiba didanau besar.
“ tar kita mandi disini hehe.” Kata firly seneng
“ bersih gak, emang ga ada
wc?” tanya fred liat kanan kiri
“ ini daerah primitif, mana ada hehe aku aja nti mao bawa
rumput hijau biar indah.” Firly lalu himpun tenaga
“ kamu ngapain koq tarik
nafas kenceng gitu.”
“ liat nih, jurus ciptaan aku. Hiii…” firly lalu regangkan
kedua tangannya lebar-lebar
Mendadak timbul getaran yang sangat terasa di kaki fred, walau planet besar tapi terasa
kalo tenaga firly luar biasa.
“ kaka liat air danaunya.” Kata firly sambil senyum
“ hah.. mana airnya?” fred
kaget karena mendadak danau kering
“ tuh dilangit atas hehehe…”
“ kereeennn..kamu angkat
air danau yah, gimana caranya.”
“ mudah tarik nafas 3x lalu lebarin tangan, cepet aku juga
agak pegel.” Perintah firly
Fred lalu ikutin saran firly, tapi yang ada air danau itu tumpah
semua ke bawah.
“ hahaha.. malah jatuh, lagi ayo lebih semangat.”

“ berhasil dikit tuh, tahan lagi. Aku bantu deh.” Firly kasih
tenaga ekstra ke fred lewat punggung fred.
“ good.. naek juga, tapi
berat fir.”
“ awalnya semua gitu, ya udah lepasin dulu.” Kata firly
sambil melepas tenaganya
‘ byurrrr..’
semua air danau kembali ke asal
“ kalo aer laut kamu
bisa?”
“ belum nyoba tuh, yuuk..” dengan gesit firly terbang ke
laut
Fred
lagi-lagi hanya diam dan geleng-geleng kepala, apa benar ga ada batasnya anak ini…???
“ wah seru ombaknya
indah, ka aku ketengah dulu yah kaka disini aja tar aku angkat, kalo ada ikan
ambil ka buat makan.” Saran firly
“ oke.. ayo lekas.” Ucap
fred penasaran
Laut disini berwarna
kuning juga tapi tampak bersih, mungkin karena belum ada yang kesini, tapi
sangat luas dan ombaknya besar.
Getaran lebih kencang dan jauh lebih besar dari getaran tadi tampak
tangan firly bergerak kencang, air laut terangkat setengah ke udara
“ hore bisa, wah cuma setengah. Kaka bantu aku sini.” Firly
suruh fred terbang keatas
“ tar dulu terbang kamu
tinggi, susah.”
“ Ayo lekas, tar aku lepas loh, yang ada kaka mandi aer
laut hihi…” ledek firly sambil terus lebarin tangannya
“ oke oke.. apa?” tanya
fred lalu tiba dengan sempoyongan
“ kita angkat sama-sama dihitungan ke-3, kaka konsentrasi
dulu.” Firly lalu turunin air laut itu ke asal
“ tar dulu aku terbang
tinggi gini aja engap, kasih waktu 1 menit.” Kata fred atur nafasnya
“ hehe, aku yakin kaka bukan orang lemah. Itung-itung
sambil fun, jujur aku rindu saat-saat kita berdua bersama waktu kecil.” Kata
firly ke fred
“ iya kita banyak maen
sepeda bareng dulu, dulu kamu cengeng.” Fred sentil kuping firly
“ wajar namanya anak
kecil, sekarang aku buktiin ke kaka kalo aku pejuang dan bisa taklukan apapun,
kaka juga gitu yah?”
“ dulu kita selalu maen perang-perangan, dan kita dapat taklukin
semua dan jadi pemenang, kaka juga seorang pejuang.” Fred lalu kerahkan
tenaganya
“ Hmmm..itu baru kaka
aku. Ayo angkat semua lautan 1…2……3.” Kata firly dengan sekuat tenaga lalu
lebarin tangannya lagi
‘
bruggghhhhhh…. Bruggggghhhhh…’ seluruh lautan
yang tampak oleh mereka naik, hanya tersisa sedikit air di sebelah kiri fred.
“ tahan ka, kita angkat semua lagi.” Perintah firly pantang
nyerah
“ oke. Sama-sama yah..
1…2…..3…” fred lalu paksain diri dan tanpa sengaja menjadi harmony
“ berhasil… hahaha..kita taklukin laut Jupiter, kaka
hebaaatt…” firly seneng
“ berat tau kamu masih
bisa ketawa?” kata fred kesel karena pegel dari tadi regangin ke-2 tangannya
“ kita lempar keatas air lautnya, kaka kalo gak kuat jadi
harmony 2x atau 3x.” saran firly
“ gimana caranya tar
dulu.”
“ atur nafas aja 3x dengan santai lalu kerahin semua tenaga pusatin ke tangan, ayo.”
“ baik.” Fred atur nafas
dan kerahin harmony 2x lipat
“ siap.. 1…2….3….
lempar keatas.” Kata firly dengan semangat
“ iya..” karena gak kuat
fred atur lagi dan kerahkan harmony 3x lipat.
Air laut itu terbang sekitar 50meter
ke atas, lalu dengan cepat turun lagi ke bawah karena grafitasi.
“ haha seru yah kak.” Firly lalu ke arah fred yang ternyata
pingsan
“ eh kaka
kenapa..ka…kakaaa…..” firly panik lalu goyang-goyang
kakanya
Rupanya
tubuh fred gak tahan dengan harmony 3x, sama seperti saran frida yang selalu
gagal dan pingsan juga.
“ hay.. udah bangun ka?” tanya firly sambil makan
“ gelap amat, dimana?”
fred kucek-kucek matanya
“ dalam gua, dingin gak? Kaka pingsan 3 jem lebih. Nih
makan ikan.”
“ iya.” Fred lalu bangun
dan makan
“ awalnya emang gak kuat, harmony emang kuras tenaga, tar
kita meditasi terbang yuk jadi kaka stabil.”
“ meditasi terbang? Koq
kaya jurus rembulan yah?” tanya fred sambil ambil ikan
“ iya tapi ini untuk stamina dan power, udah makan aja dulu
kita latihan fun-fun aja.”
“ kita bobo digua nih?”
“ iya, mana ada hotel Eduardo disini haha.” Ucap firly jail
Beres makan fred liat-liat sekitar, suasana emang gelap tapi karena ada
beberapa bulan jadi agak terang sedikit.
‘ busshhh..’
firly buat api unggun dengan tangan kanannya
“ kaka kapan nikah?”
“ beres turnamen, kamu?”
tanya balik fred
“ haha cowo aku banyak dikampus, tapi yang serius bingung.
Mana tahan mereka dengan kehidupan aku?”
“ kenapa, kamu ajak aja
kesini. Atau planet lain.”
“ yah pernah tapi yang ada mereka takut duluan, pada gak
bernyali. Jadi yah aku pilih-pilih aja.”
Fred lalu berfikir,
yah emang repot juga kalo punya kekasih hebat kaya firly, fred aja jika jadian
dengan selain sella pasti dianggap aneh dan ga wajar
“ ka sini kita meditasi, pegang tangan kanan dan kiri aku.”
Firly lalu duduk sila
Fred mengikuti lalu fred berusaha
tenangin diri dan pikirannya, gak lama dia merasa dirinya terbang
“ good ka, tetep tenang lalu atur nafas, pusatin pikiran ke
aku.”
“ maksudnya?” tanya fred
sambil tetep merem
“ pikiran kaka sama kaya aku, aku sekarang sedang berpikir
kosong aja dan merasa ditempat gelap tapi sejuk.”
“ oh.”
“ apa yang terjadi jangan lepas tangan kaka, percaya sama
aku.”
“ baik.” Kata fred yakin
Mereka lalu terbang makin tinggi, fred merasa makin berat
badannya lalu fred makin kencang pegangannya ke firly.
Merasa fred agak berat firly lalu turun
sedikit demi sedikit.
“ kita baru terbang 10 meter ka, tadi mao 15 meter tapi
kamu bergetar. Lebih tenang lagi ka, fokus. Anggap badan kaka seringan udara
dan seperti angin.”
“ Oke, ayo naik lagi.”
Fred lalu menantangi firly
“ baik.. tenang ka.” Firly lalu naik lagi
Fred fokusin diri
kalo dirinya adalah bulu yang terbang bebas, dan sangat ringan hingga mudah
digerakkan dengan angin.
“ berhasil..buka mata kaka.” Kata firly lepasin tangannya
“ kita masih disini..?”
fred lalu liat sekelilingnya
“ tapi tadi jalan-jalan, sekarang kaka loncat sekuat tenaga
deh.”
“ oke, emang kenapa?” fred
lalu berdiri
“ loncat aja dulu, yang tinggi.” Firly lalu pake kacamata
tenaganya menghitung ketinggian fred
“ okeee…happp…” fred
melompat sangat tinggi keatas
Dirinya merasa ringan berkat meditasi
tadi, firly senang karena mudah baginya berpartner dengan kakanya.
“ yang tinggi lagi ka, baru 10 meter, tadikan nyaris 20
meter.”
“ oke… wah Jupiter kaya
dunia bumi sekarang.” Fred lalu memantulkan dirinya dari tanah keudara bagai
trompolin
“ baru 13 meter, terus.”
“ emang pake kacamata itu
bisa tau tinggi.”
“ tentu bisa, kalo gak buat apa aku pake. Hayo terakhir
sekarang sekuat tenaga yah..”
“ baiklah, yahuuuu… huuupppp…” fred melompat lagi dengan kenceng
“ good 18meter sekarang tahan diudara.”
“ ah iya… berat.”
“ pasti sekarang grafitasi 5x jadi 350kg, tahan aja terus
sampe 10meter kebawah.”
“ siippp deh,
boleh lawan ama harmony gak?” kata fred
“ ah jangan tadi kaka baru sadar besok-besok aja kita santai,
disini aja belum 1 hari.”
Pelan tapi pasti tubuh fred makin kebawah karena hebatnya
grafitasi, setelah firly hitung-hitung lumayan juga fred selama 25 detik bisa
lawan grafitasi.
“ jujur kaka jauh lebih hebat dari aku dulu.”
“ kenapa gitu?” fred lalu
ga ngerti maksud firly
“ aku pertama kesini 1 hari baru bisa lari, 2 hari lalu
terbang, dan seminggu baru loncat kaya tadi, kaka hebat banget.” Firly lalu
makan ikan kembali
“ bukan aku yang hebat
tapi pelatihnya yang hebat.. siapa dulu Firly eduadro.” Fred lalu pencet hidung
adiknya
“ hehe.. jadi seneng.”
“ besok latihan apalagi
fir?”
“ besok santai aja, kita lomba lari ama Julius atau renang
didanau seru deh, kan danau juga berat ka kalo renang makanya cuma ikan
tertentu aja yang hidup.”
“ oke atur aja.. eh malem
disini berapa jem?”
“ sebetulnya 12 jem tapi kalo udah 8 jem agak terang kan
banyak bulan jadi nti ada bulan lagi yang bersinar jadi terang.”
Fred lalu ngantuk dan tidur dikantung
tidur yang disiapin firly.
Paginya pas fred bangun firly udah gak ada, lalu fred latihan
sendiri sambil pemanasan dikit.

Dari kejauhan fred denger suara ketawa, lalu dia cepetin
terbangnya ternyata firly sedang berenang di pantai dengan manusia-manusia
kecil Jupiter.
“ woooy…” sapa
firly dari air. “ kaka sini berenang,
seru.” Ajak firly
“ tar ah aku pengen coba
kelilingin planet ini, bisa gak yah?” tanya fred
“ bisa lah paling juga 10 jem, tapi kaka kan belum makan?”
“ lama amat sepuluh jem?
Masa?”
“ kalo santai yah segitu, kalo full pake harmony paling 2-3
jem.” Kata firly
“ ya udah aku keliling
dulu aja yah.”
“ ka, disana ada pohon buah-buahan yang dulu aku tanam dan
sayuran, nanti petik yah kita masak.”
“ oke deh.” Fred lalu
terbang lagi
Sesekali
fred terbang agak tinggi biar nampak lebih luas dan test kekuatan grafitasinya,
setelah asik jalan-jalan fred lalu petik sayur dan buah, lalu kembali lagi
Firly sedang memasak dibantu para manusia kecil, lalu kita makan
bersama. Beres makan firly ajak Julius bermain angkat benda.
“ jul, kita lomba
angkat. Kamu angkat batu nih sebelah tangan seperti aku bisa gak.” Tantang
firly sambil lempar bola sebesar lemari
“ mudah putri, nih liat.” Kata Julius
sambil lempar batu itu
“ sekarang batu ini, huu berat bisa gak?” firly ambil batu
yang lebih besar 2x dari yang pertama.
“ wah agak berat, tapi saya bisa sebelah tangan, kalo mao putri
angkat kayu besar itu bisa gak?” Julius lalu tunjukin beberapa kayu besar
seukuran rumah
“ oke, mudah-mudahan
bisa. Huppp.” Firly berusaha angkat kayu itu yang sebesar rumah
Sambil bermain firly melatih kekuatannya, dia selalu anggap paling
asik bermain sambil latihan, fred inget saat di wihara juga dia merasa sedang
latihan biasa dibanding merasa sedang ditest.
“
payah putri ga bisa haha.” Julius lalu ketawain
“ siapa bilang, liat nih.. harmony murni…”
Fred kaget denger
istilah harmony murni, entah darimana datangnya tiba-tiba terasa ada gemuruh
seperti akan ada badai besar lalu tubuh
firly tampak agak membiru lalu angkat kayu-kayu itu dengan mudah padahal jika
di liat pasti beratnya diatas 10 ton.
“ hore putri hebat, sekarang aku yah.”
Julius juga berusaha angkat
“ apa itu harmony murni?”
tanya fred ga ngerti sambil mendekat ke firly
“ sama aja, cuma lebih
bertenaga dan kuat 5x dari harmony biasa. Kalo dari luar harmony biasa kaya
orang marah kan merah, kalo murni jadi biru.” Firly lalu terangin
“ sesudah biru apa? Apa tingkatannya murni 5 juga?”
“ cuma 3 sesudahnya
hitam, serem deh.” Kata firly sambil angkat balok itu dan memutarnya
“ apa istimewanya…?”
“ huu kita bisa jadi arogan banget ka, gak terkendali dan
marah-marah gitu, aku tunjukin tapi kaka nti kalo aku galak pukul pake kayu ini
yah.” Firly ambil kayu gede ke fred
“ nti aja deh, aku kan
belum bisa jadi murni juga.”
“ kaka bisa koq yuk….” Firly tarik tangan kanan fred
“ Kalo pake harmony murni
kita pake telapak Buddha gak apa-apa?” ujar fred
“ kalo sama orang biasa yah dia pasti hancur, kaka pake
sentilan Buddha aja udah kaya telapak Buddha koq.” Firly lalu nerangin
“ kalo kamu arahin sama
laut gimana?”
“ kalo aku pake harmony murni biasa yah laut ledakannya
dahsyat banget, kalo 3x lipat harmony murni yah jupiter juga hancur pasti dan
cukup dengan sentilan Buddha.”
“ wah bahaya dong?”
“ yah makanya kalo
pertandingan yah buat apa pake kaya gitu, pernah aku sekali berubah wujud pake
harmony bayangan atau yang item dengan mudah planet hancur lebur sekali
kupukul. Sadar-sadar disiram Julius. Makanya gak mao lagi.”
“ gawat dong.”
“ iya pasti, sekarang kaka angkat juga tumpukan balok
raksasa ini deh, terserah caranya mao harmony berapa tapi semua dapat terangkat.
Oke?”
“ iya. Geser dong.” Fred
lalu angkat balok raksasa itu
Semua ada 3 balok kayu besar, fred berusaha angkat yang kecil dulu. Fred berubah jadi
harmony 3 tapi sedikitpun gak bergerak, dengan tenaganya dia rubah jadi harmony
4 tapi tetep gagal.
“ ayo ka lanjutin, aku siap jaga kalo ada apa-apa.” Firly
lalu berusaha tenangin fred
“ baik. Harmony 5x lipat, hiyaaaa….”
Getaran kencang kembali melanda
Jupiter, balok itu lalu agak terangkat tapi hanya setinggi betis fred.
“
nah sekarang saatnya kak, nafas 3x dengan cepat dan dorong dengan kuat balok
keatas.” Suruh firly
Fred lalu bernafas cepat dan tiba-tiba tubuhnya serasa sangat hangat
dan bergetar hebat saat nafasnya yang ketiga fred teriak keras sambil angkat
balok keatas
“ hiyaaaaa….”
Teriak fred dengan keras
“ dikit lagi ka, ayo
sesuaikan nafas lalu keluarkan semua tenaga.”
“ baik… huppp.. hiiiyaaaattt…..”
gemuruh dan getaran makin kencang rasa hangat berubah jadi panas lalu terasa di
badan fred, gak lama dia merasa ringan mengangkat balok itu yang beratnya
sekitar 10 ton
“ Bagus kak, angkat
yang laennya.” Firly lalu merekam fred dengan kameranya
Fred liat tangan dan
kakinya lalu dia tersenyum karena dia tau dirinya udah jadi biru. Fred angkat
balok ditengahnya yang bertnya sekitar 15 ton kira-kira dan dia berubah lagi
jadi murni 2 dan dapat dilempar dengan mudah.
“ yang terakhir kak,
agak berat loh ayo mungkin diatas 30 ton.” Firly terus merekamnya
“ oke adik cantikku, rekam kaka yah tar kasih ke kaka frida dan
Om hans, hiyaaa.”
“ pasti.. aku mundur
ah gede banget balok itu, kalo bisa kita sederajat sekarang.”
“ ah iya yah aku pasti bisa. Hiyaaaaa…”
fred lalu angkat tapi hanya setinggi dengkul
Karena penasaran
dengan penuh konsentrasi fred inget nasehat firly yaitu nafas 3x lalu berubah,
tapi karena tergesa-gesa fred nafas sebanyak 4-5x tiba-tiba gemuruh kembali
membesar.
Kilat-kilat hitam menyambar Planet
Jupiter dengan seram, air lautpun naik dengan cepat.
“ hiyaaaaaattt…. Aku bisa pasti bisa…” fred teriak lalu nafas 4-5x lagi
“ huaaaahhhhhhhh… grrrrr….. tinggal
dikit lagi grrrrr….” Fred
angkat balok dengan sangat kuat hingga kakinya masuk kedalam tanah balok itu
sudah sedadanya
“ hentikan kaka…, kamu
salah atur nafas.” Firly lalu panic
Kilat dan badai makin kuat, terasa ada tenaga super kuat bagai tenaga
setan semua masuk mendekat fred, balok itu sekarang setinggi kuping fred.
“ Kaka cukup kamu akan
jadi harmony bayangan, Ya Tuhan…” firly buang kameranya dan ambil balok besar
“ grrrr… aku bisaaaa…” nampak suara fred juga udah berubah jadi sangat menakutkan dan
tubuhnya terus menghitam
“ maafin aku kaka.”
Firly pukul dengan balok kepala fred
“ siapaaa kau.” Tapi keburu fred tangkis dengan tangan kirinya
“ kaka ini firly adik
kamu, ayooo sadar…”
“ hah.... penipu kubunuh kau.” Fred lalu tinju firly dan dia mental puluhan meter
“ Julius bantu aku…”
kata firly lalu kembali menyerang fred
Julius datang tapi fred yang sudah
berubah jadi harmony bayangan sudah tidak kenal lawan dan teman
“ ha..ha.. raksasa bodoh ku hajar kau.” Fred lalu tendang perut Julius
Julius juga terpental puluhan meter, firly suruh para manusia
kecil ambil air disungai sementara firly berubah jadi harmony murni.
“ kaka ini aku,
ayolahhh berpikir jernih.” Kata firly sambil mendekat
“ gadis bodoh mati kau.” Fred dan firly bertanding diudara
“ ini firly, kita
sama-sama Eduardo.” Kata firly berusaha meyakini sambil melepas tendangan dan
pukulan
“ aku bukan si geradoooo bodoh.. makan nih .” fred memukul perut dan dada firly dengan telak
Firly berusaha mengelak dan menghindar tapi kekuatan fred 2x
lipat lebih cepat
“
kabur putri, saya yang hadapi, cepat ke dunia anda bawa teman anda, latih
mereka semua di Uranus atau neptunus cepat.” Kata Julius sambil menghadapi fred
“ kenapa dineptunus?”
tanya firly
“
gravitasi disana 10-15x lipat saya pernah kesana cepat kabur...” kata Julius
lagi dengan wajah babak belur tapi masih bertahan
“
iya putri ini harapan terakhir kita, cepat.” Beberapa manusia air sibuk bantu
Julius dan sisanya siram fred dengan air
“
sialan semua.., mampus kau raksasa sialan.”
Firly ambil kamera dan kacamatanya
lalu terbang dengan gunakan harmony biru 3x lipat
“ murni 3x, selamat
tinggal semua.. wuusshhh.” Firly lalu
kabur
“ haha jangan kabur makhluk biru kubunuh kau, hiyaaa jurus
dentuman.”
“ tunggu, rasakan ini.”
Tiba-tiba fred diguyur seember air dan gak jadi keluarkan dentumannya
“ sialan makhluk kecil, kuinjak kau, hiyaaa.”
“
jangan bunuh mereka brengsek.” Julius juga pukul tangan fred dengan balok
“ belum mati kau raksasa dekil, rasakan dentumanku.” Kata fred makin marah

Fred lalu mencari-cari makhluk biru tapi gak ketemu, beberapa
makhluk kecil yang ga beruntung juga ada yang terluka bahkan mati. Fred lalu
terbang kesana-kemari nampak mencari-cari.. bsb
New
world 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar